Hidup Untuk Kamu

Hidup Untuk Kamu
Ch. 44


__ADS_3

Lao Yu dan Lao Na sedikit gugup dan Rukia menyadari keraguan di mata mereka saat melihat gadis itu.


"Orang itu? Bagaimana mungkin... ."


Xavier, Erin dan Alette berkeliling melihat kehancuran dari pertempuran itu.


"Sihir ini, negara mana yang mengembangkannya?."


"Seperti anak kecil bermain api."


Garis hitam tergores didahi Rukia. Dia, anak kecil?


Ming dan Yao berbalik menahan tawa.


Oh, tuhan. Ini benar- benar adalah hari buruk Pangeran Rukia. Tidak hanya diremehkan oleh Kaisar Naga tetapi juga anak muda yang entah darimana itu.


Humanoid tiba-tiba muncul di hadapan kelompok tiga orang itu.


"Saya di sini atas namanya, ketua humanoid ingin menawarkan kerjasama."


"Kami dapat memberi Anda kekuatan apa pun yang Anda inginkan."


"Pfft... Bagaimana jika aku menginginkan kekuatan tempur kalian?."


Melihat humanoid itu, Verden dan Mayne yang kembali dari berburu menyela pembicaraan mereka, Verden mau tak mau menggodanya.


"Ya, selama kamu membayar harga awal."


“Lupakan, lupakan, jika kamu tidak ingin mengatakannya, lupakan saja.” Mayne menggelengkan kepalanya.


Mayne mengangkat telapak tangannya, dan lingkaran sihir berdiameter tiga meter muncul di langit.


Rukia dan keduanya menunjukkan keterkejutan.


"Apa ini?."


"Ini adalah sistem kekuatan yang sama sekali baru, seperti kataku."

__ADS_1


Lao Na memandang Lao Yu, dan Lao Yu juga berhati-hati saat ini, dia memiliki beberapa keraguan di hatinya.


"Apakah ini benar-benar sistem tenaga baru?."


Bayangan seekor rubah dengan ekor sembilan muncul, auranya sangat kuat dan kedua humanoid itu jatuh berlutut.


"Kalian terlalu lemah."


Mereka semua tertegun.


"Ya, ini sistem kekuatan baru, dan sistem kekuatan ini telah sepenuhnya menumbangkan semua kognisi sihir ras milik alien mutan dan benua ini. Sistem kekuatan ini disebut sihir misteri, dan sebagian besar kemampuan yang dapat ditampilkan oleh tubuh yang ada, sihir dapat memiliki. efek yang serupa."


Para humanoid itu gemetar.


"Mayne."


Mayne segera menghilangkan sihir itu dan berjalan ke arah Alette.


"Princess, buah beri liar yang manis."


"Terima kasih."


Bocah yang tidak merasa sangat pintar itu sebenarnya adalah super human?


Tidak, anak itu hanya menuruti kata-kata gadis itu.


"Lupakan, kembali dan istirahat, aku akan membicarakannya besok jika ada yang harus kulakukan."


Tepat ketika dia hendak berjalan menuju museulom, dia tiba-tiba berhenti: "Kenapa Raja terbang ke arah kita?."


"Aku tidak tahu."


"Aku juga tidak mendapat informasi."


Roar!


"Mayne, bunuh humanoid itu!."

__ADS_1


"Baiklah, princess."


Xavier menatap Alette penuh pertanyaan, "Ada apa Alette, tiba-tiba berubah pikiran?."


"Mereka berani mencoba membunuh keponakanku!." ucap Alette marah.


"Hah? Kamu punya keluarga disini?." tanya Alex yang baru kembali dari patroli.


Kaboom!!


Ledakan besar menghantam tanah sekali lagi dan lubang besar tergali cukup dalam disana.


"Oy, oy, Mayne. Kamu ingin meledakkan benua ini?."


"Ah? Kurasa tidak juga, hahaha—."


"Yang Mulia Ryuurei."


Alex dan Isaac menyambut kedatangan Ryuurei yang mendarat tidak jauh dari mereka.


"Kakak!." Alette berlari dan memeluk diri Ryuurei, "Lama tidak bertemu, dimana kakak Maelys?."


"Alette, apa yang membawamu kemari?."


"Ramalan. Aku sudah kembali ke Shambala belum lama tetapi kami dipanggil untuk melanjutkan perjalanan dan sampai kemari."


"Bocah busuk. Masih ingin bersembunyi sampai kapan?."


"Ehem." Rukia terbatuk sekali. "Bukan sembunyi, hanya mengamati."


"Kakak ipar, siapa dia?."


"Pria tidak berguna yang membuat keponakan kamu hamil dengab sihir, huh. Ingin ...."


Brakkk!


"Honey, tidak bisakah kamu lebih lembut padaku?."

__ADS_1


Xeverin dan yang lain :'sempurna!.'


Alette tertawa.


__ADS_2