Hidup Untuk Kamu

Hidup Untuk Kamu
Ch. 77


__ADS_3

Pipi Xiaowu menempel di dada yang kokoh itu, pikirannya kosong, dan ketika dia mendongak dengan tergesa-gesa, Xiaowu melihat wajah yang dingin dan acuh tak acuh.


Mata yang dalam dan tak berdasar tidak hanya tidak berfluktuasi, bahkan sedikit pun suhu. Itu lebih seperti menatapnya ketika Xiaowu melihatnya.


Namun, di pelukannya, dia jelas merasakan aroma panas dan aneh yang khas pria, yang mengelilinginya dan membuat saya gemetar.


"Maafkan aku."


Xiaowu menarik pedang tipis di pinggangnya dang menyerang Ryuurei. Dengan pandangan kabur dia menyerang titik vital Ryuurei sebab ingin segera memyelesaikannya.


Xiaowu menahan keras air matanya yang hampir jatuh. Matanya memerah ....


"Xiaowu." Ryuurei melirikku dengan malas, dan tiba-tiba mencibir, "tapi metode ini terlalu canggung."


Ada rasa dingin di hati Xiaowu, bukankah Ryuurei mengira dia baru saja melakukannya dengan sengaja—Menggoda?!


Ryuurei menatap Xiaowu dengan dingin, tepat ketika dia berusaha untuk bangun, sepasang tangan memukulnya dengan keras.


Terkena serangan itu, rasa sakit tiba-tiba datang, dan Xiaowu hampir menjerit.


"Kamu ...."


Xiaowu membeku dan menatapnya. Dia ingin lari, tapi entah apa yang menahannya.


Mau tidak mau Xiaowu tersenyum, pertarungan mereka tampaknya tidak dapat diteruskan.


Membalikkan ujung pedang, Xiaowu ingin menusuk jantungnya sendiri.


"Beraninya kamu!!.."


Trankk!


"Ah!!." Xiayu mundur beberapa langkah dan pedangnya terlepas dari tangannya.

__ADS_1


"Kenapa !! Yang mulia Ryuurei tidak suka saya di istana, kenapa tidak membiarkan saya mati?."


"Kamu milikku, semua yang ada di dirimu itu milikku, apa keputusanmu itu perintahku yang harus kamu dengar!."


"Aku tidak mau! Kamu menculikku masuk ke istana tanpa kesediaanku."


"Kamu!!."


"Yang mulia, anda tidak menyukai saya. Tiga kesayangan empat selir dan seribu wanita, anda tidak kurang satu wanita pun."


"DIAM!! TANPA PERINTAHKU KAMU TIDAK BOLEH MATI!!." bentak Ryuurei.


"Sayang sekali, anda tidak bisa memerintahkan saya."


Xiaowu berbalik dari Ryuurei dan dengan langkah ringan melompat. Xiao Wu yang menerima kode dari Xiaowu memghampiri dirinya dan menghunus belati ke Xiaowu.


"Berhenti!!."


STAB!!


Darah merah membasahi butiran kelopak bunga. Xiao Wu memeluk tubuh Xiaowu yang berhujam belati di pelukannya.


Menatap Ryuurei, "Kamu memiliki segalanya tetapi hati dingin tanpa cinta. Maka, selamanya ... jangan pernah berharap bersama dia lagi."


""Aaaaaaa—, kembalik Xiaowu milikku!!." teriak Ryuurei.


Aura pekat menyelubungi tubuhnya. Amarah bergejolak di dalam hatinya. Melihat tubuh Xiaowu dalam pelukan orang lain membakar rasa cemburunya.


"Lepaskan! Berikan dia padaku!."


"Apa hak kamu meminta dia dariku?." tatapan sinis membekukan tubuh Ryuurei.


Ya, hak apa yang dia miliki?

__ADS_1


Apakah dia berbaik hati padanya?


Apakah telah menjaga dia dengan baik?


"TIDAK!! Dia milikku—."


Xiao Wu membelai pipi Xiaowu.


"Lihatlah ... Dia sungguh tidak pantas untuk dirimu... Kakak."


Tubuh keduanya membaur dengan kegelapan malam yang perlahan menyelimuti dunia, Ryuurei membakar amarahnya dan ingin mengambil tubuh Xiaowu dari dia tetapi batas tidak terlihat menghalanginya.


Teriakan amarah Ryuurei membuat seluruh benua mengalami kejamnya neraka.


Hingga beberapa hari kemudian ....


Ryuurei terduduk di tanah dan terdiam. Kedua tangannya lemah terkulai lemah tidak berdaya.


Kengerian terlukis jelas di wakah Ryuurei.


Kekosongan ...


Kehampaan ...


Hati tanpa cinta ...


Ryuurei bangkit perlahan dan melangkah satu per satu langkah ....


Hanya kekosongan ... Hanya ketidakberdayaan...


"Xiaowu ... xiaowu ... kembalilah ... kumohon ...."


Air mata Ryuurei menetes, kesedihan menusuk dadanya.

__ADS_1


__ADS_2