Hidup Untuk Kamu

Hidup Untuk Kamu
Ch. 20 - Kehilangan Yumei


__ADS_3

Malam sebelum penyelesaian petualangan kota kuno.


Lu Yao , Ming dan Yumei sepakat untuk bertemu di pintu masuk kota kuno. Lu yao membuat racikan obat tidur dan penenang alami untuk semua orang agar terlelap sampai esok fajar. Tugas Yumei memastikan Rukia untuk terlelap sedangkan Ming berpura-pura bergembira dengan pesta api unggun.


Yumei telah memutuskan untuk menyatukan kedua sisi Rukia.


Secara kebetulan , di reruntuhan itu Yumei menemukan kristal penyembuh dengan energy murni didalamnya. Dia ingin menggunakan kristal itu untuk menyatukan kedua sisi kepribadian Rukia.


Sebelumnya Yumei hanya memiliki 40% keyakinan akan berhasil , kini Yumei mampu berkata 80% keberhasilan akan penyatuan itu. Sedangkan 20% ini memerlukan bantuan obat-obatan dan perawatan dari Lu Yao dan Ming nantinya.


Dan Yumei sendiri ...


Alas, Yumei sendiri tidak tahu akan bisa bertahan hidup atau tidak.


Biarlah itu menjadi rahasianya.


"Kakak Ming , Setelah aku lakukan tugasku. Hancurkan giok merah ini dan rebus dengan air mendidih. masukkan kedalam botok anggur yang kakak Rukia simpan di pintu rahasia belakang lukisan kuda. Setiap kali dia minta wine, masukkan air giok ini."


"Apa yang akan kamu lakukan." tanya Lu Yao cemas.


"Menghilang. Aku akan menghilang beberapa hari atau bulan mungkin tahun"


" ... " Keduanya saling berpandangan.


"Isi giok ini adalah darahku. Bila kakak Rukia ingin membuangnya maka biarkan. Setiap malam bulan purnama, aku akan meletakkan giok ini di bawah patung dewi virgo di altar doa. Ambillah disana."


Yumei memandang keduanya lalu tersenyum, "Ini untuk kalian berdua. Mungkin akan membantu saat kakak ingin membunuh kalian. Walau hanya menahan 3 kali serangan mematikan kakak"


"Yumei , tidak adakah cara lain?"


"Sebenarnya , aku juga memiliki 2 kepribadian. Hanya saja , dia lebih suka tertidur dari pada diluar menikmati dunia"

__ADS_1


"Hah?"


"Yang ini untuk kakek raja. Bilang padanya, apa yang kamu pikirkan semua benar. Hadiah kecil ini hanya untuk keturunan yang layak. Bila suatu hari mereka yang tidak layak ingin memakainya. mereka akan musnah"


Yumei menjelaskan satu per satu kegunaan masing-masing item yang dia dapat dari reruntuhan. Ming dan Lu Yao merasa sangat berhutang besar kepada Yumei.


"Terakhir. Bila suatu hari nanti giok ini tidak lagi ada di bawah kaki dewi virgo...."


Ming memandang Yumei dengan mata membesar.


Lu Yao menutup mata seakan tidak sanggup mendengar lanjutan kalimat Yumei.


'Berarti diriku sudah tidak ada di dunia ini lagi'


Seketika air mata keduanya mengalir dari mata mereka. Pengorbanan ini, apakah layak??


Sekali lagi Ming dan Yao teringat kata-kata Rukia. Kalimat dingin membeku itu layak untuk dicambukkan kepada keduanya.


Di dalam tenda.


Ingin melarikan diri, dia membentangkan sayap hitamnya seperti iblis, menjebaknya di dalamnya sepenuhnya, tanpa tempat untuk melarikan diri.


Dia mengertakkan gigi dan berkata, "Gadis ini milikku, dia tidak bisa lari."


Pria itu mencekik leher seorang gadis rapuh. Rukia berusaha melihat siapa gadis itu. Namun tubuhnya membeku. Pria itu menusuk jantung sang gadis, ya ... gadis itu adalah Yumei.


"Aku tidak mengizinkan dia pergi ke orang lain, jadi ... aku ingin menjadikannya milikku!"


Sebuah kekuatan yang kuat menyerbu Rukia, dan Rukia sama rapuhnya saat ini, seperti kelinci kecil yang akan dibantai, bukan lawannya dari binatang buas ini sama sekali!


“Aaaaaaaa----!!” Rukia tiba-tiba terbangun, menatap langit-langit kosong, terengah-engah dengan cepat, keringat dingin di dahinya. Rukia dengan cepat keluar dari tenda dan menuju tenda Yumei , sayangnya Yumei tidak ada. Ketakutan melanda dirinya semakin dalam.

__ADS_1


"Yumei ... Yumei ...!!"


Tuhan, dia bermimpi tentang siapa?


Pria sialan apa yang membuatnya takut!


Rukia sedikit bingung.


Yang aneh adalah dia tidak bisa mengingat seperti apa pria itu saat ini, tetapi dia dengan jelas ingat apa yang dikatakan pria itu, dan sepasang mata yang teduh, bagaimana dia merasa tidak asing?


Orang-orang di jalan datang dan pergi, dia melihat sekeliling, tetapi dia masih tidak melihat Yumei, jantungnya tiba-tiba tergantung di tenggorokannya, dan kepanikan yang belum pernah terjadi sebelumnya muncul di wajahnya yang selalu ceroboh.


"Ming ... dimana Yumei?"


"Aku ... aku mungkin telah kehilangan dia ..."


"Apa yang kamu bicarakan?!"


“Brengsek!” Kemarahan Rukia melonjak tepat di atas kepalanya, dan meninju wajahnya. matanya merah, "Kamu kehilangan dia? Kamu tidak bercanda? Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu akan menjaga dengan baik dari dia?! "


Rukia sangat marah. Tapi saat ini, dia tidak punya pikiran untuk menyalahkan siapa pun. Kekhawatirannya tentang Yumei melampaui segalanya. Dia segera berlari ke sekeliling dan menyingkirkan kerumunan untuk mencari sosok Yumei.


"Ming , seharusnya kita berdua , kenapa mengakuinya sendiri?"


"Marshal memerlukanmu setelah ini"


Lu Yao pun merasa tidak berdaya.


Dari atas tebing , Yumei melihat kejadian yang sama saat dia bersembunyi di balik pohon ketika dirinya ingin melihat reaksi Rukia.


'Kakak , maafkan aku. Hanya dengan ini kamu kembali pulih. Maafkan Yumei , kakak periku'

__ADS_1


Hati Rukia semakin membeku.


"Yumei ... Yumei !!!"


__ADS_2