Hidup Untuk Kamu

Hidup Untuk Kamu
Ch. 29


__ADS_3

Melangkah ... 1 ... 2... 3 ...


Mendaki tangga perlahan sambil terus bergumam nada-nada kuno.


Satu per satu cahaya rune menjala dari setiap jejak langkahnya di tangga batu itu. Dengan langkah terakhir, Yumei melihat ke puncak monumen batu itu.


Disana jelas terukir sebuah lingkaran sihir kuno yang telah Yumei aktifkan.


"Aku datang lagi, apa kalian masih marah kepadaku, mama?."


'Yumei, aku tidak pernah melarang apapun hal yang ingin kamu lakukan, tapi mengapa ....'


"Manusia hanya bisa memilih, bukankah begitu?."


'Memilih, terpilih, saling memilih, apa yang tidak kamu ketahui?.'


"Mama, Rumei adalah putriku. Walau dia hanya sebuah tanggungjawab yang Rukia inginkan dariku, Rumei tetap adalah putriku."


'Dan kapan kami meminta kamu menjauhinya atau bahkan membunuhnya?.'


"Mama, aku tidak mengerti, aku mengatakannya secara langsung, tidakkah orang-orang ini tahu pentingnya kekuatan?"


Yumei merasa putus asa. Adakah dia salah mengambil keputusan??


"Mereka mengerti, mereka semua mengerti, tetapi mereka pikir kamu adalah ancaman terbesar bagi kota, dan jika kamu menghilang, mereka akan aman." jawab sura ibunya. "Siapa yang membuatmu mengakuinya begitu mudah, begitu tenang, dan membiarkan mereka semua menerima begitu saja bahwa kau melakukan semua hal buruk."

__ADS_1


"Apa sekarang?" tanya Yumei dengan suara yang makin mengecil, "Tapi aku tidak melakukan apa-apa, aku tidak pernah menyakiti mereka."


Yumei sangat sedih.


Bayangan sosok ibu Yumei muncul dari puncak monumen batu. Hati penuh rasa kebencian lama itu sakit: "Apa yang kamu coba lakukan?"


Yumei menggelengkan kepala, "Tidak ada, apapun yang aku lakukan selama ini, itu tidak ada hubungannya dengan sihir, dan itu tidak ada hubungannya dengan elemen."


"Aku tidak keberatan dengan mereka, kamu ... apakah kamu tubuh utama? Apakah kamu yakin, tidak takut aku akan mengirimmu pergi secara langsung?"


Tentu saja sang Yumei takut, tetapi dia harus mengambil risiko. Tapi dia tidak bisa menjamin keamanan mutlak.


"Aku percaya mama, Rukia juga Rumei."


Ibunya tidak tahu bagaimana menjawab ini.


"Ya...tapi aku tidak akan menurut."


"Apa artinya?."


"Aku juga ingin bebas, tapi kekuatanku tidak mengizinkannya."


"Bukankah kamu mengubah banyak manusia? Mereka juga tidak?."


"Sejak mereka berubah, saya membuat mereka melepaskan masa lalu mereka, termasuk kekayaan mereka ketika mereka masih manusia... Apakah saya perlu mengubah beberapa manusia sekarang?."

__ADS_1


'Tidak perlu, Kamu bukan Alette yang punya kekuatan untuk hal itu.'


"Mereka?." Yumei menatap penuh harap ke arah bayangan ibunya, "Mereka ... meski awalnya sangat membenciku, bukankah sekarang mereka membantuku?."


Sigh.


'Ya, aku akan mengaturnya untukmu nanti. Jika ayahmu tahu hal ini. Dia akan sangat marah, Yumei.'


"Mama, aku tahu telah berbuat salah. Tapi aku mencintai Rukia, mama."


'Gadis bodoh, tidak bisakah kamu bicarakan semuanya dahulu sebelum memutuskan hal itu?.'


"Maaf ... maafkan aku—."


'Jika kamu tidak pergi lebih jauh, aku akan memurnikanmu sekarang. Energi kehidupanmu telah hampir hilang sepenuhnya. Masuklah.'


"Iya, mama." Yumei melangkah memasuki monumen batu itu dan menghilang.


Lupakan soal empati pada manusia lain sekarang. Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa begitu saja membiarkan anaknya mati, bukan?


'Ryuurei, sepertinya aku akan gagal memenuhi janjiku lagi.'


Di istana naga laut timur.


Petir menyambar dengab hebat di langit negara timur. Para penduduk berlarian keluar rumah dab bersujud ke arah laut meminta pengampunan dewa.

__ADS_1


Ryuurei yang sedang melakukan meditasi di istananya merasa sangat marah begitu merasakan aura kehidupan istrinya, Maelys mulai menghilang perlahan.


__ADS_2