Hidup Untuk Kamu

Hidup Untuk Kamu
Ch. 40 - Museolum Ratu


__ADS_3

Museolum Ratu.


Ditengah tanah luas, berdiri sebuah batu berukir kisah seorang pahlawan wanita.


Dosa klan ini tidak termaafkan.


Kami telah berdosa, dengan kepergian dewi kehidupan dari tanah ini. Kami telah memberi kutukan bagi keturunan kami.


Oh sang dewi ...


Kami memohon kembalinya tanah kehidupan demi anak dan keturuan kami.


Dosa klan Shen kami tidak termaafkan karena telah mengorbankan diri dewi kepada kegelapan.


"Klan Shen?."


{Itu adalah klan milik Shen, pemimpin tim kalian.}


"Pantas saja dia berbeda dari yang lain. Sempat ingin aku buka samaran miliknya itu."


"Tanpa bukti nyata, kamu bisa apa?."


Ryuurei berubah wujud dari sosok naga menjadi manusia sambil memeluk Rumei yang tertidur pulas di tangannya.


"Anda ini ...."


"Tidak layak kamu tahu nama Raja ini." Ryuurei berbalik dan membawa Rumei menaiki tangga menuju pusat altar."


{Lanjutkan perjalananmu pangeran.}


"Ya."


Ming dan Yao yang baru tiba dia belakan para naga juga melihat Rukia berjalan menaiki tangga, sehingga mereka memutuskan menunggu bersama para naga yang mulai berubah wujud lagi.


"Kalian manusia cukup terlatih juga."


"Kalian jauh lebih kuat dari kami." jawab Ming sambil tersenyum.


Hahahahaha—

__ADS_1


Sudah lama mereka semua tidak merasa santai seperti ini. Dan kali ini mereka ingin menikmati kebebasan sesaat ini dengan baik.


"Kamu sungguh lemah sampai harus dilindungi oleh wanita?." nada Ryuurei sedikit penuh amarah sebab teringat akan dirinya dimasa lalu saat melihat Rukia.


"Saya ...." Rukia hanya bisa berjalan dengan menundukkan kepalanya.


"Sebagai pria dan seorang ayah, kamu seharusnya lebih tangguh. Tapi lihat dirimu, penuh aura membunuh dan darah. Apa yang kamu pikirkan dengan aura seperti itu dan mengasuh Rumei?."


Whoossshh! Brakk!!


Rukia terlempar oleh tenaga dalam Ryuurei hingga menabrak pilar di sisinya.


Puff!


Darah segar mengalir dari mulut Rukia, "Saya tahu telah bersalah, tapi memang saya terlalu lemah." Rukia mengepalkan tangannya.


"Bodoh !."


Brakk!!


Rukia dilempar sekali lagi menuju kolam disisi kanan aula museloum.


"Dinginkan kepalamu dan renungkanlah."


"Saya ..." belum sempat Rukia selesai berkata, dia dikejutkan oleh Ryuurei yang terhantam menjauh dari altar.


Rumei melayang diudara saat Ryuurei terbanting menjauh.


"Kenapa jadi kamu yang marah?."


Sayap perak terbentang di tengah batu kristal dan menghantam Ryuurei lagi.


Rukia tercengang hingga tanpa sadar mulutnya membentuk huruf "O".


Siapa pemilij sayap perak yg sakral itu hingga mampu melempar Ryuurei yang kuat itu?


Bayangan naga muncul perlahan dan menyelimuti tubuh Rumei. Bola matanya yang keemasan memandang Ryuurei dengan marah.


Rooaaarr!

__ADS_1


Seluruh naga diluar meseloum berlutut dengan tubuh gemetar.


"Brother long, kenapa kalian tiba-tiba berlutut?."


Tidak ada jawaban.


"Jangab marah. Tenangkan dirimu. Rumei baik-baik saja dan tidak terluka."


ROARR!


Ryuurei hanya bisa menerima serangan bayangan naga itu dengan pasrah. Ryuurei tidak berdaya!


Garus hitam muncul di kening Rukia. "Ini ... apa yang terjadi?."


Bayangan naga perak itu menolah ke arah Rukia.


Flinch!


Rukia terkejut dan menoleh ke arah Ryuurei yang terduduk diam dihadapan naga perak itu.


"Apa yang kamu tunggu, bodoh! keluar dari kolam itu dan berjalan kesana!."


"Aku ... tapi ...."


"CEPATLAH !!."


Roaarr!


"Iya, iya, jangan marah lagi."


Rukia sedikit merasa lucu dengan tingkah Ryuurei pada bayangan naga perak itu. Sambil berenang menuju tepian kolam, tubuh dan pakaian miliknya mengering ketika naik kepermukaan.


Diluar museloum, para naga duduk lemas di tanah.


"Maaf, saudara Yao."


"Kalian harus menyaksikan hal memalukan ini, hahaha–."


Ming dan Yao saling berpandangan. Tim mereka juga kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2