
"Kakek ...."
Tepat saat dia hendak pergi, gadis itu meraih pergelangan tangan Ryuurei.
"Kamu terbangun?."
"Jangan pergi... kakek, Rumei takut."
"Namamu Rumei, dan ibumu ?."
"Mama Yumei."
Wajah Ryuurei menjadi lembut, senyum terukir diwajahnya. Dia lalu memeluk Rumei.
"Maaf, aku tidak bisa membantumu ... lebih awal. Harusnya kakek cepat datang padamu."
Rumei menggelengkan kepala, "Tidak, tidak ... Kakek Rumei orang yang sangat sibuk jadi Rumei tidak mau kakek lelah, tapi Rumei takut monster wuwu–."
Ryuurei ingin menghiburnya, tetapi dia menemukan bahwa gadis itu lebih kuat dari yang diharapkan.
"Ayo kita pergi cari ayahmu."
"Um, iya kakek."
Tiba-tiba, Ryuurei menemukan sebuah bayangan di belakangnya.
Oke? Siapa yang mengikuti?
"Saya tidak menyangka aksi hari ini begitu mulus."
Akhirnya tertangkap!
"Apakah kamu mencari kematian?" Ryuurei mendengus dingin.
"Tinggalkan anak itu dan pergilah jika ingin hidup."
Selusin binatang alien melompat keluar dari sana.
“Haha… Hanya makhluk asing ini, apakah kamu yang membawa makanan?” Ryuurei tertawa keras.
Rumei bersembunyi dengan memeluk erat leher Ryuurei dan memejamkan matanya. "Kakek ...."
"Pejamkan matamu dan lupakan apa yang kamu dengar, okey?."
"Okey."
__ADS_1
Bukannya dia membual, sebelum dia menyentuh sihir, dia bisa dengan mudah berurusan dengan selusin makhluk asing. Terlebih lagi, sekarang, dia menguasai sihir langit dan bumi. Kekuatannya lebih dari dua kali lebih kuat dari sebelumnya.
Di masa lalu, mungkin perlu lebih dari sepuluh menit untuk menyelesaikan pertempuran—Sampai tiga detik sekarang.
Pada saat ini, bola api keluar dari mulut binatang aneh dan terbang menuju Ryuurei saat dia hendak menggunakan sihirnya.
"Hmm ? makhluk asing itu bisa menembakkan bola api dengan mulutnya?."
Dua bola api bertabrakan di udara dan meledak. Tetapi lebih dari selusin binatang alien melepaskan sihir pada saat yang bersamaan.
Ryuurei menangkisnya.
Sihir warna-warni membombardir di langit.
Boom! Boom! Boom!
Rukia tampak bingung. Perasaannya benar-benar kacau, di satu sisi dia ingin tahu apa tujuan Shen dan timnya, di lain sisi dia sedikit khawatir mendapat kabar tentang mutan menyerang ibukota utama.
Disisi area Rukia berada....
"ROAAAAARRR !!."
"Waaaa—."
Seluruh tim yang Shen pimpin terhempas oleh udara yang berputar akibat raungab itu.
Shen tidak bisa berbuat apa-apa. Tim ini telah menderita luka cukup parah hanya dari satu serangan itu.
Rukia sedikit bingung mengapa Shen tidak bergerak. Apa karena Mao Yun akan menderita luka dalam?
Ini tidak berarti bahwa cedera internal harus disebabkan oleh kekuatan internal. Namun, cedera Mo Yun saat ini pasti disebabkan oleh kejutan internal.
"Memasuki museolum Ratu, Mati!."
"Sial !!."
Rukia masih mengamati pertempuran itu dari sisi aman. Semua orang di sini telah terkena kekuatan internal kurang lebih.
"Tuan Muda, tampaknya Shen memiliki niat tidak baik."
"Hm."
Rukia baru menyadari bahwa dalam tim ini, tidak satu pun dari mereka yang mengembangkan kekuatan batin.
Mereka bertiga memiliki pemahaman tertentu tentang darah naga.
__ADS_1
"RRROOOOAAAAARRRRRR !!."
Satu lagi raungan naga.
Kali ini justru terjadi hal aneh, para naga yang sebelumnya agresif kini berlutut di tanah memandang ke langit.
Shen dan timnya, semua menyemburkan darah dan tujuh lubang berdarah.
Tim yang lain langsung pingsan.
'Ming' dan 'Yao' tidak menjawab ...
"Yah... begitulah...."
Ketika naga besar itu baru saja meraung, dia merasakan kekuatan internal meledak dari tubuhnya. Rukia merasa seperti ditampar di dahi oleh telapak tangan yang mengandung kekuatan internal.
Seluruh Tim yang Shen pimpin, semuanya menderita luka dalam.
Rukia baik-baik saja, dia dilindungi oleh giok merah ditubuhnya yang bersinar dengan energi yang menyebalkan. itu giok perlindungan tubuh otomatis Yumei ketika merasa Rukia diserang oleh kekuatan eksternal.
"Jika kamu melakukan ini lagi, aku akan menyerang."
Naga itu berbicara.
'Yao' palsu menghilang di kegelapan berganti dengan Yao asli yang terburu-buru menghampiri Rukia.
Pada saat ini, Ming asli juga bergegas.
Yao memberitahu Rukia berita tak terduga. Rumei hilang !!
Shen dan yang lainnya sedang dalam kondisi buruk. Mereka tidak bisa bergerak akibat serangan mental raungan naga.
Dengan cepat Rukia bergegas menyusul naga-naga itu yang akan terbang meninggalkan medan pertarungan. Salah satu naga dengan sengaja menurunkan ekornya agar Rukia bisa memakainya untuk pijakan ke udara menyusul Raja mereka.
Itu terlihat sebagai adegan tidak sengaja dimata Shen dan lainnya.
Keberuntungan.
Rukia yang memanjat tubuh naga sendirian dan timnya segera mengikuti jejak naga itu dengan melompat dari pohon ke pohon.
Kelincahan.
Kecepatan.
Keputusan mutlak.
__ADS_1
Seluruh hal itu hanya di ajarkan pada ksatria dan prajurit ibukota utama.