
Rumei yang tertidur di punggung naga terbangun, "Kakek ...."
{Kamu sudah bangun Rumei?.}
Mata Rumei berkedip, "Kakek adalah seekor naga??."
{Hehehehe ... Rumei takut ?.}
"Kyaaaaa~ Rumei ingin peliharaan tapi papa tidak mengizinkan."
{Peliharaan? Rumei ingin memelihara apa?.}
"Kucing, anjing, rubah, um ... Naga ! Rumei ingin naga juga~."
{Baiklah, anak manis. Tunggulah sebentar.}
"ROARR!."
Seekor naga perak terbang mendekati Ryuurei dan Rumei.
{Yang Mulia memanggil.}
{Mulai sekarang tugasmu menjaga Rumei, cucuku.}
{Dimengerti.}
Naga perak itu berubah wujud menjadi gelang giok berwarna putih di pergelangan tangan Rumei.
"Cantik ... naganya cantik~."
{Sentuhkan jarimu pada gelang itu, Rumei.}
"Um, baiklah... Kakek." Rumei memberikan jari telunjuknya ke arah gelang perak itu dan sebuah kontrak terbentuk dari darah keduanya. "Kakek, Rumei mengantuk."
{Tidurlah, sebentar lagi sampai di tempat nenekmu.}
"Um."
__ADS_1
Mata Rukia melebar saat melihat Rumei tertawa bahagia di atas punggung Raja Naga.
"Ini apa yang terjadi ?."
{Yang Mulia menyelamatkan tuan putri dari mutan aneh yang memyerang istana kalian. Lalu membawa tuan putri kembali berkunjung ke Museolum Ratu. Tempat yang akan kalian hancurkan bersama penghianat itu.}
"Maksudmu, Shen?."
Naga itu menolehkan kepalanya pada Rukia. "Ternyata kamu tidak bodoh juga."
"Maaf, aku tidak bermaksud menghancurkan peristirahatan Ratu. Aku hanya mendengar ada batu merah yang mampu membangkitkan jiwa yang telah mati."
{Hm, dan itu ada batu jiwa Yang Mulia Ratu.}
"Apaa!?."
{Shen menyebarkan informasi itu kepada orang lain dan memyebar ke seluruh kota hanya untuk membuat orang-orang itu membantunya masuk ke museolum Ratu. Dia menginginkan kekuatan dari batu jiwa milik Ratu untuk lepas dari dunia dan menjadi makhluk abadi.}
"Menjadi makhluk abadi? Bagaimana mungkin ada hal.seperti itu?."
{Hahahaha, bagaimana mungkin? Kamu dan keturunanmu adalah makhluk abadi, bagaimana bisa?.}
Naga pun memganggukkan kepalanya.
"Tidak, jelas-jelas aku manusia normal, bukan makhluk abadi."
{Lalu dari mana perubahanmu? dari dewa? dari iblis?}
"Istriku, saat aku koma beberapa tahun lalu akibat perang, istriku meminta jenderalku untuk memberiku ramuan merah."
{Ibu dari tuan putri, istrimu? hahaha, bukankah sudah jelas?}
"Maksudmu? istriku adalah makhluk abadi, jadi kalian?."
{Hm, sejak awal kami disini mencari kepingan jiwa Ratu. Namun terlalu sulit hingga Raja semakin putus asa. Hingga suatu hari Raja terbangun karena merasakan aura Ratu dan yiba di negara ini.}
Rukia menatap naga itu lalu menutup matanya diam-diam.
__ADS_1
Awalnya, tindakan ini kemungkinan besar adalah tindakan kematian. Jika ada pertikaian lain di sini, maka mereka tidak pergi ke sana, dan mereka hanya akan bertengkar di tengah jalan. Tapi Shen lebih tenang saat tidak mengetahui siapa identitas aslinya dan kenapa mereka ada disini.
Hari ini, mereka bertiga akan menjadi kekuatan utama pertahanan museolum Ratu. Tidak peduli seberapa beratnya, Ratu memiliki hubungan dengan istrinya. Hal ini tidak boleh dibiarkan hancur oleh Shen yang ingin merusak museolum ini.
Dihutan.
Shen tersadar setelah matahari hampir terbenam. Dengan tubuh seorang ksatria, dia dan tim utamanya sadar lebih dulu.
“Kapten, Anda membiarkan anak-anak itu pergi ke museolum, pada dasarnya membunuh mereka.” Wu yue memandang Shen dengan ketidakpuasan.
Mata Shen sangat tenang, dan dia berkata dengan nada yang sangat tenang: "Apakah kamu pikir kita masih merekrut orang sekarang? Selain itu, hari akan gelap, lakukan pekerjaanmu dengan baik."
Wu yue mengerutkan kening, jelas tidak puas dengan jawaban seperti itu.
Tidak tahu apa-apa, apakah ini meminta mereka untuk mati?
Shen memandang kerumunan, orang-orang muda ini tidak setenang yang terlihat di permukaan.
Shen memandang Lu Chou: "Lu Chou, kamu bertanggung jawab untuk pertahanan dan menggunakan senyawa kimia bila perlu."
Wu yue : " .... "
Yang disebut senyawa sebenarnya setara dengan stimulannya. Ini adalah sesuatu yang hanya mereka gunakan ketika mereka putus asa.
"Ini belum separuh dari wilayah museolum, mengapa digunakan?."
Begitu mereka mengambil kompleks itu, mereka bisa meledak menjadi kekuatan tempur yang luar biasa dalam waktu singkat.
"Shen, bukankah sebaiknya kita mundur dulu?." Wu yue ragu.
Tetapi sekali lagi, senyawa tersebut akan menyebabkan efek samping serius yang tidak dapat diubah bagi tubuh mereka.
“Mereka tidak punya pilihan, dan kita juga tidak.”
Lu Chou dan Wu yue terdiam.
Sisi mereka atau kelompok regu kematian muda yang pergi masih sulit untuk melawan binatang buas yang mengerikan dan menakutkan itu.
__ADS_1
Ini pilihan yang sangat sulit.
Tetapi mereka tidak dapat menggunakan ramuan itu. Jika digunakan— dia, Wu yue dan Lu Chou hanya bisa bertahan selama satu malam.