
aku deg- degan !!
setelah turun dari motor pun aku masih tak berani melangkah kan kaki. sedang kan gusti sudah berjalan di hadapan ku. menyadari kalau aku tak ikut berjalan atau menyusulnya ia berbalik dan menuju ke arah ku lagi.
" kenapa mematung di sini yank ?? ayok masuk bareng aku. ibu udah nunggu loh !!" aku menggangguk pelan. dan ikut berjalan di sisinya. baru akan memasuki gerbang pada tempat di mana acara pestanya di gelar, jantung ku semakin tak bisa di ajak kompromi. hati ku juga gelisah.
"bu.. ini kenalkan teman dekat gusti" ucapnya saat kami tiba di depan seorang wanita paruh baya.
aku menyalami wanita itu secara takzim..
"nama ku kia bu !!" wanita itu tersenyum saat aku menyebutkan nama ku. wajah wanita itu begitu lembut. tak sedikit pun ada ketegasan dari raut wajahnya itu..
"ibu tau nak. gusti selalu cerita. ternyata kamu memang benar- benar manis seperti yang di cerita kan gusti" ucapnya sambil sesekali melirik ke arah gusti yang berdiri di sisi ku.
aku menundukan wajah ku yang seketika terasa memerah. ternyata gusti terlalu memuji ku ke pada ibunya.
"hmmmm.. gusti terlalu berlebihan bu.." aku mencoba mengangkat wajah ku kembali. karena aku takut di katakan tak menghormati lawan bicara ku. apa lagi lawan bicara ku kali ini adalah orang yang jauh lebih tua dari ku.
saat mata kami bertemu kembali. ibunya gusti kembali tersenyum.
__ADS_1
"ayo nak biar ibu kenal kan pada keluarga besar ibu" ia lansung menggamit tanganku dan membawa ku berjalan di sisinya.
aku merasa tersanjung karena semua keluarga gusti ternyata orangnya ramah dan welcome terhadap ku. baru saja mengenal mereka akan tetapi keakrapan kami terasa bahwa aku telah lama mengenal keluarga besar itu.
karena takut kemalaman gusti berniat mengantar ku pulang. namun sesampainya di parkiran bukannya mengambil motornya ia malah...
cuppp..
aku kaget saat bibirnya menyentuh pipi ku.
"terimkasih ya yank, atas sikap manis mu pada keluarga ku" ucapnya sambil tersenyum dan mengelus tangan ku dengan jari telunjuknya.
ada yang merah tapi bukan udang rebus. begitu lah wajah ku saat ini. ada gelenyar aneh saat aku di perlakukan demikian. aku tak bergeming. parasaan ku serasa campur aduk saat ini.
"kok ga di nyalain motornya. nanti kita kemalaman loh !"
"peluk dong. baru aku nyalain motornya. masak kayak gini, udahk kayak tukang ojek sma penumpangnýa aja yang jaga jarak"
"iiihhhhh apaan sih yank. belum muhrim tau !!" aku mencubit pinggangnya. namun bukannya kesakitan ia malah ketawa cekikikan dan menyalakan motornya.
__ADS_1
tepat pukul 22.03 kmi tiba di rumah ku. dengan santai gusti masuk ke rumah ku untuk kembali menemui emak dan ayah ku. dengan gentle ia mengembalikan ku tanpa kurang satu pun. sungguh aku merasa paling beruntung saat ini.
*******
pov author.
di tempat lain heni yang kini berada di kota lain merasa terbebas dari pengawasan orang tua dan saudaranya. ia begitu menikmati hari- harinya. bahkan ketika malam hari pun ia nikmati di club malam. ia merasa bagai elang yang bisa terbang tinggi, bebas sebebasnya !!
"hummm.. berikan lagi aku minumannya" gumam heni pada seorang bartender. ia kelihatan sudah mabuk berat. tapi keinginannya untuk terus menenggak minuman keras itu tidak bisa ia hentikan. dengan senyuman penuh misteri yoan yang bekerja sebagai bartender di club malam xxx itu kembali menuangkan minuman ke dalam gelas yang masih di pegang heni. heni benar- benar tak bisa mengontrol dirinya. tapi sebenarnya ada yang berbeda dengan yang ia rasakan saat ini. kenapa badannya terasa panas ?? dan hasratnya terasa sangat menggebu, ya lebih tepat saat ini heni seperti butuh belaian.
melihat heni yang seperti cacing kepanasan membuat pria yang duduk tak jauh dari nya bangkit dan membawanya ke kamar vip club mlam xxx itu. di sana heni lansung melepaskan pakaiannya. ia ******* kasar bibir pria yang telah membawanya ke kamar itu. pria itu juga membalas ******* bibir heni juga tak kalah rakusnya. mereka berdua sama- sama sudah terbakar nafsu birahinya. bak ****** heni terus menuntut pada pria itu. hingga penyatuan mereka lakukan berkali- kali. setelah tenaga mereka terkuras akhirnya mereka sama- sama terlelap dalam keadaan tanpa sehelai benang pun.
*******
keesokan harinya heni tersentak dan memperhatikan sekelilingnya. ia mendapati seorang pria berbadan tinggidan kekar masih terlelap satu ranjang dengannya. ia mengerjap kan matanya karena ia tak yakin dengn yang di lihatnya saat ini. namun itu bukan mimpi..
"hemmm kamu sudah bangun ?? kamu sangat manis sayang !!" heni kaget pria itu membuka matanya.
"s-siapa kamu ??" heni bangkit dari tempat tidur, ia menutupi tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
"kamu lupa ya ?? aku lah orang yang memuaskan mu semalaman hingga kita sama- sama kelelahan"
heni mematung. ini memang bukan yang pertama baginya. hanan sudah melakuan hingga tak terhitung kalinya bersama heni.