Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
7. aku sayang kamu heni


__ADS_3

"cantik..!!" lirih hanan saat matanya masih menatap lekat padaku. heni sontak mencubit perut hanan..


'dasar wanita bodoh' rutuk batin ku ketika melihat heni. aku tetap melangkah meninggal kan mereka, aku menuju ke arah joglo yang terletak di belakang rumah ini. sepertinya ayah dan emak ku sedang berada disana. karena pada siang hari kami lebih banyak menghabiskan waktu di sana di banding kan di rumah. sebab di sana terasa dingin dan hembusan angin yang silir dapat dengan lansung menyapa kulit. sementara jika di dalam rumah jika siang hari sangat gerah.


"hari gini apa- apa belum ada yang di bereskan. ngapai aja sih kamu darì tadi kia ?? sampai- sampai kerjaan rumah tak ada yng kmu kerjakan !!" sulut emak saat melihaț ku berjalan ke arah mereka.


"bentar mak. tadi aku sibuk menyiapkan rajutan ku. nanti ketika liburan hari rayà habis haris segera di kumpulkan keranjinan tangannya mak" sarkas ku, huffttt mereka emak tak taù betapa sulitnya aku hari ini. jika hanan taķ di rumah kami. mungkin dari tadi sudah kelar tu merjaan rumah.

__ADS_1


"kenapa masih bengong ?? pigi bereskan dulu. setelah semuanya siap baru duduk di sini. tak baik anak perempuan berleha-leha sementara kerjaan rumahnya masih begejibun" emak tampak tak memperdulikan kata- kata 'bentar' yang ku ucap kan tadi.


"trus itu tu yang di tangan kamu. udah jelas di rumah masih banyak makanan. tapi jajan mu masih jalan trus. ga kenyang apa makan lontong dan kue-kue yang di sediakan di rumah ini ??" lagi dan lagi emak mengomeli ku.


"sudah lah, jangan di marahi mulu. kasian anaknya" ayah menimpali. tapi emak tak menghentikan omelannya yang jika di bandingkan bisa mengalahkan rapper asal amerika. mulut emak tampak sangat ringan dalam hal mengomeli ku. yaaa dari pada kupinğ ku panas mendengař omelan emak, aku memutar langkah ku meñuju dapuř, namun sebelum masuk aku kembali memandang pada ayah ku dan membentuk love dengan jari tangan ku dan membuat muka seimut mungkin mengarahkannya pada ayah ku. spontan ayah ku tergelak sementara emak semakin mencak-mencak ngomelnya. ku letakkan gorengan yang dari tadi terbungkus plastik di atas meja makan lalu aku bergegas mencuci piring kotor yang sudah menggunung bak puncak gunung himalaya. setelahnya aku juga membereskan lantai yang kotor dan juga pakaian kotor yang di tumpuk di tempat cucian.


brakkkkķ..

__ADS_1


suara gaduh dari pukulan helm yang mengenai punggung heni mampu membuat cekikannya terlepas. dalam keadaan masih terbatuk- batuķ aku cepat-cepat menghirup oksigen dengan rakus.


"jangan gila kau hen. jangan suka- suka mu aja hidup ini" hardik kakak laki- lki ku yang bernama candra dengan tatapan mata penuh emosi.. bukan heni namanya kalau tidaķ membalas. selain tangannya mulutnya pun bereaksi melawan kak candra. kak candra yang mendengar ucapannya lansung membogem mentah mulutnya. ini bukan kali pertama aku melihat heni di hajar kakak laki2 ku. sifatnya ang tak pernah mau mengalah dan keras kepala lah yang membuat ia menjadi sasaran amukan.


"bela terus kia lo**e itu. kau tak tau kan dia tadi menggoda hanan ??" bang candra menarik kembali tangannya yang hendak menampar wajah heni. ia mengalih kan pandangannya pada ku dengan penuh seļidik.


deg..

__ADS_1


"aa-akkuuu.."


__ADS_2