
pov. kia
"zakia nurfadillah !!" ucap bu nurhayati selaku pembawa acara pembagian raport kali ini. semua memberikan tepuk tangan yang riuh ketika nama ku di sebut sebagai juara umum 1 di sekolah kami. aku berdiri bersisin dengan gusti. karena ia adalah pemegang juara umum 2.
"selamat ya yank.. kamu memang terbaik" gusti memberikan ucapan selamat pada ku.
"sama- sama ya. kamu juga terbaik yank. selamat juga buat kamu ya yank" ucap ku lirih..
"gak kok yank. kamu terbaik dari aku. buktiny aku kalah sama kamu !!" aku lansung menatap lekat wajahnya. karena sadar kami masih menunggu ucapan selamat dan beberapa hadiah dari kepala sekolah, semua mata pasti tertuju pada kami saat ini. aku hanya membalasnya dengan anggukan kepala dan membuang tatapan mata ku pada semua siswa siswi yang semuanya berkumpul di hadapan kami saat ini.
setelah pembicaraan singkat ku pada saat itu, gusti terlihat sedikit menjaga jarak dengan ku. entah itu hanya perasaan ku. tapi hingga saat ini gusti tak pernah menghubungi ku. Sudah 2 hari berlalu dari pembagian raport saat itu, aku bolak balik memeriksa hp ku. kalau saja gusti menghubungi ku, aku bisa dengan cepat membalas chat atau menerima panggilannya. tapi itu tak terjadi, gusti benar- benar berubah. apa mungkin ia kecil hati pada ku ?? tapi apa salah ku ??
aku memberani kan diri untuk menanyai kabarnya terlebih dahulu. 3 tahun kami lalui bersama, mulai dari kelas yang sama hingga kerja kelompo pun kami slalu bersama. rasanya kink aku benar- benar kehilangannya dengan sikapnya yang sekarang ini.
3 kali panggilan ku tak ia jawab, aku menarik nafas dalam. ada rasa sedih menyeruak di dadaku.
'gusti.. apa kamu mulai melupakan ku' ucap batin ku lirih.
tanpa terasa air mata ku yang tadi hanya mengembun lolos juga menetes beriringan dengan sesak di dada ku. apa hanya begini perjuangannya ?? ahhhhh rasanya tak mungkin. mengingat usahanya untuk mendapatkan cinta ku dulu tergolong berat..
~flash back on~
"makanan mu sudah di bayar kia. jadi gak usah di bayar lagi" tolak bu rosma pemilik kantin tempat aku makan ketika melihat ku merogoh saku baju seragam ku.
"siapa yang bayar bu?" aku mengernyit heran.
"udahh.. pokoknya sudah di bayar. jadi ibu gak mau kalau makannya satu kali trus bayarnya 2 kali"
"hummm yodah deh. makasih banyak ya bu. tapi aku beneran pengen tau loh bu siapa yang bayar makanan ku"
"ya pacar kamu lah !!"
"hahhh pacar ??" aku kaget mendengar celetukan bu rosma.
'pacar dari hongkong'. ucap batin ku.
__ADS_1
aku pergi meninggal kan kantin. ku ayun kan langkah menuju kelas ku yang terletak paling sudut dari denah sekolahan ini. sesampainya di dalam kelas hanya ada gusti anak baru yang baru saja tadi pagi bergabung bersama kami. ia melemparkan senyum kepada ku. aku hanya membalas senyum sekilas lalu aku melewatinya dan duduk di kursi ku, aku mengulang kembali pelajaran yang barusan kami terima. aku memfokuskan fikiran ku pada buku yang ku pegang. walau sesekali aku bisa menangkap gusti yang curi- curi pandang ke arah ku. kelas ini masih sunyi, sebab jam istirahat belum usai. biasanya sehabis makan di kantin teman- teman sekelas ku ini pasti menghabis kan waktu di luar kelas. satu bulan aku di kelas ini membuat ku hafal satu persatu watak dan hobi teman- teman sekelas ku..
sahabat ?? aku tak punya sahabat dekat. bagi ku siapapun adalah teman ku dan aku juga tak termasuk ke dalam geng mana pun. sebab aku yang selalu menolak untuk di ajak bergabung.
"wwaaaahhhh ada yang pacaran nih woi di kelas kita !!" seru rafly memberi tahukan pada teman- teman yang sudah berada di ambang pintu. begitu lah mereka selalu berdesak- desakan keluar dan masuk kelas ini.
"cie cieeeeeeeeeeee !!" serentak mereka seperti setuju dengan ucapan rafly.
"apaan sih ?? orang dari tadi aku cuma belajar kok" ucap ku sambil memancung kan bibir kedepan. sementara gusti hanya senyum samar.
"benaran pacaran pun ga pa- pa kok. tapi kok duduknya masih jauhan sih ?
eaakkk!!
eeaaakkkkkk!!" ucap kiki sambil mendorong kursi yang tengah di duduki oleh gusti agar lebih dekat dengan ku. kuat juga tenaga tu cewek. dalam 3 kali sorongan kursi yang masih di duduki gusti sudah berpindah ke sebelah ku. dia makan besi kali yak ?? ngeri juga kalau seandainya ia berantem sama pacar atau suaminya kelak. bisa jadi apem bonyok tu pasangannya.
semua teman- teman sekelas ku tertawa melihat tingkah kiki itu. tapi tak ada penolakan dari gusti. apa dia senang ya di perolok seperti itu ?
"ehemmmm.. eheemmm !!" sontak kami semua terdiam dan bagi yang masih berdiri berhamburan menuju tempat duduknya masing- masing. itu suara pak roni guru matematika kami sudah duduk di kursi kebanggaannya. entah sejak kapan ia di situ, suasana kelas yang tadi riuh kini sunyi seperti tak berpenghuni.
"loh.. nggak ada yang jawab ?? apa kalian pikir di sini gak ada orang ??" ia membanting buku- bukunya di meja yang menimbul kan suara gebrakan yang nyaring. jujur saja suara gebrakan itu membuat darah terasa berdesir dingin. "giliran di tanya ga ada yang jawab. giliran main- main aja kalian yang paling pintar!!" ia kembali menimpali.
mata pelajaran matematika selalu berjalan horor. menurut ku pak roni merupakan paket lengkap. mata pelajarannya horor, orangnya pun tak kalah horor. hiiiihhh untung cuma 1 kali seminggu bertatap muka dengannya. gak kebayang deh jika harus tiap hari. bisa- bisa rumah sakit jantung dan rumah sakit jiwa bisa penuh karena semua siswa siswinya gagal jantung dan depresì akibat mentalnya terganggu.
kkkrriiiiinggggggg..
suara bel berbunyi nyaring. kami pun bisa bernafas lega. suara bel itu merupakan angin dari surga bagi kami.
☆☆☆☆☆☆☆
hari ini aku datang lebih awal sebab hari ini jadwal piket ku membersih kan ruangan kelas. di sekolah ku tidak mempekerjakan cleaning servis. sebab kepala sekolahnya tak ingin siapa pun yang sekolah di sana bermalas- malasan. semua lingkungan sekolah adalah tanggung jawab kami bersama.
ceklek..
aku membuka handle pinty kelas. tapi aneh.. kenapa kelas ini sudah bersih ?? apa teman- teman ku yang juga piket hari ini yang mengerjakan ?? tapi tak satu pun dari mereka yang terlihat, tas mereka pun tak ada di kursi maupun di meja mereka. hanya saja di meja ku terlihat ada satu kotak berwarna pink. aku membukanya dan isinya ada beberapa macam coklat dan juga selembar kertas kecil yang di tulis dengan kata- kata.
__ADS_1
♡selamat pagi manis, semoga harimu lebih manis dari sebelumnya♡♡
huaaaaaaa aku meleleh !!
kupeluk di dada ketas itu dan aku tersenyum- senyum sendiri.
"woiii yang lagi kasmaran !!" teriak irwan yang membuayar kan lamunan ku. "sekolah yang bener dulu kia. jangan cinta- cintaan mulu" celetuknya lagi. irwan adalah sepupu ku. sebenarnya ia lebih tua 2 tahun dari ku. karena ia tinggal kelas, jadilah ia sekarang satu kelas dengan ku yang seumuran adik kandungnya.
"eehh enggak bang. aku ga cinta- cintaan kok. aku juga ga tau siapa yang narok ini di meja ku"
"tapi kamu baperkan ?? sini bagi aku satu aja coklatnya. jangan kebanyakan makan coklat. nanti kamu gendut !!" ia mengambil satu cokat dari kotak yang di meja ku.
"kamu yang bersihkan ini ?" ucap diki sambil menunjuk seisi kelas. "ha ha ahh.. akhirnya aku tak perlu capek- capek piket" lalu ia pergi ke mejanya.
tapiiiiiiii.. dari siapa ya coklat ini ?? auk ah.. embat aja dulu. masalah dari siapa nanti- nanti aja di pikirkan..
☆☆☆☆☆
begitu lah hari- hari di sekolah ku. tiap hari ada saja kejutan yang aku terima, hingga 3 bulan berlalu. siang itu tepat semua akan berangkat berkemah dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. tapi entah mengapa aku kebelet pipis. aku berlari menuju toilet. tapi setelah aku kembali dari toilet aku tak menemukan satupun teman- teman ku yng tadi juga ada di sini mengikuti kegiatan pramuka. aku merasa panik, mungkin saja bus jemputannya tiba waktu aku di toilet tadi dan mereka berangkat tanpa aku.
aku langkah kan kaki ku menuju kelas ku. aku berniat menelfon kak candra memintanya untuk menjemput ku dan lebih baik aku menunggu di dalam kelas.
ceklekk..
pintu kelas lansung terbuka ketika aku memutar hhandlenya. aku kaget melihat pemandangan di dalam nya. di sana ada gusti yang tengah berdiri di depan whiteboard yang bertulis kan 'JADILAH TEMAN SPESIAL KU ZAKIA NURFADILLAH'. teman- teman ku juga ternyata mereka belum berangat. merekA ada di kelas ini..
"terimaa.. terima.. terima.." teriakan dari semua teman- teman ku sambil bertepuk tangan. sedangkan gusti, ia malah berjalan semakin dekat ke arah ku..
"mari kita tempuh dunia pendidikan ini bersama- sama. setelahnya, jadi lah teman hidup ku kia" ucapnya sambil mengulas senyum di bibirnya. aku merasa ini hanya hayalan ku saja. mana mungkin seorang gusti yang memiliki wajah tampan dan juga di gemari cewek- cewek di sekolah ini meminta ku jadi teman spesialnyA dengan kejutan seperti ini.
"kiaaa" ia menyentuh tangan ku dan membuat ku tersentak dari ketidak percayaan ku. sementara kata- kata 'TERIMA' terus sajadi teriakkan oleh teman- teman ku. aku tak bisa berkata- kata lagi. aku hanyA mengangguk kan kepala ku sebagai tanda setuju..
"yeiiiiiiii akhirnya kalian jadian juga !!" seru teman- teman ku yang ada di dalam kelas itu.
~flash back off~
__ADS_1