
"a-apa mau mu hanan ??. tolong biarkan aku pergi" dengan nada memohon aku berharap ia melepaskan ku. rasanya sangat tidak pantas aku di sini bersamanya yang bukan siapa- siapa ku.
"tenang lah kia.. aku hanya ingin bersamamu sebentar saja" ia makin merapat kan tubuhnya dan mulai menyingkap jilbab ku dan menciumi setiap ceruk leher ku..
"lepas.. lepasssss kan hanan. tolong lah, setidaknya hargai heni. ia sangat mencintai mu" air mataku mulai merebak. aku tak pernah membayangkan akan mendapat perlakuan seperti ini.
__ADS_1
"tapi aku sangat mencintaimu kia" dari nada suaranya terdengar kalau ia sudah di selimuti nasfu. aku semakin ketakutan, kegiatannya yang menyesap leherku tak sedikit punia hentikan. gerakannya terasa semakin mengarah kebawah. ya allah, tolong aku..
deg...
apa ini ?? hanan mencintai ku ??
__ADS_1
"kiaa. aku mohon trima lah perasaan ku ini. aku sangat menginginkan mu" kini malah bibir ku yang ia jadi kan sasaran. Ia sudah tak bisa menahan nafsunya. ia dengan rakus dan liar meraup bibir ku. aku merasakan lidahnya bergerilya di bibir ku yang masih tertutup rapat. aku menggit lidah itu dengan kuat dan menendang ***********. aksi ku itu berhasil membuat tangannya yang mengunci tangan ku lepas. aku membuka pintu.
"situ gila ya ?? jangan pernah bermain dengan perasaan heni" ucap ku sebelum pergi meninggalkn toilet laki- laki itu. aku mengambil mukenah ku yang tadi ku tinggal di dalam mesjid. untung saja semua orang masih melaksanakan shalat. setidaknya aku tak mendapat cibiran dan pandangan miring mereka.
ku langkahkan kaki ku untuk pulang. air mata yang masih mengalir dengan cepat aku hapus agar nanti tak ada yang bertanya. rasa hina dan menjijikkan lansung saja datang memenuhi pikiran ku. aku merasa hina di perlakukan seperti itu, aku jijik dengan diri ini yang ia sentuh dengan mudahnya. apa lagi setelah aku masuk ke kamar dan ku lihat di kaca ada banyaķ bekas kemerahan di leher dan dada ku. rasanya aku ingin menjerit melihatnya. tak henti- hentinya aku menangis, bagai mana bisa ini ku biarkn terjadi dan bagai mana aku bisa menyembunyikan bekas ini. jiķa salah seorang dari adik dan kakak ku tau aku pasti di hina dan di ejek habis- habisan oleh mereka.
__ADS_1
******
malam ini aku tidak ke mesjid seperti biasanya. aku tak ingin melihat wajah laki- laki brengsek itu. lebih baik aku menghindar dari pada memperburuk hubungan ku dengan heni. jika heni sampai tau maka habis lah aku. hanan benar- benar bukan laki- laki baik, heni tak seharusnya punya hubungan dekat dengannya. tapi aku tak boleh menasehati heni. salah- salah bukannya mendapat respon baik. bisa- bisa heni menuduh ku yang bukan- bukan, sebab aku tau watak heni. ia bukan orang yang welcome terhadap masukan dan kritikan. ia lebih cenderung merasa paling benar dan egois. buktinya selama ini ia lebih memilih memusuhiku yang jelas terlahir dari rahim yang sama dengannya. padahal aku tak tau di mana letak kesalahan ku hingga ia dengan mudah memusuhi ku. tak heran juga sih ia bisa seperti itu, karena dari kecil ia sangat di manja oleh nenek kami. aku juga tidak menyukai didikan nenek kmi terhadapnya.