Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
3. situ gila ya ??


__ADS_3

aku yang melihat mereka cuma bisa tersenyum.


"loh emangnya kalian puasa ya ? seneng amat dengar suara bedug" celetuk ku.


"puasa lah, seharian menahan lapar dan haus. dengar suara bedug ya jelas seneng lah. sewot mulu jadi orang!!" nampak dari wajah rizal adik laki- laki ku sudah tidak bersahabat.


"puasa apaan tuh. kerjaannya menghina dan mengejek orang. kalau aja aku ga sedang puasa, pasti sudah aku garuk tuh mulut kalian yang kayak mulut lebah" balas ku tak kalah sinisnya.


"ya puasa bulan ramadhan la. emang apa lagi ?? kan ada istilah air ga akan nyampur kok sama minyak. itu artinya baik dan buruk itu ga bisa di satuin ha ha ahh.. pintar kan aku ??" kali ini heni yang bicara sok bijak seolah- olah ia lebih tau.

__ADS_1


"udah- udah.. sekarangkan waktunya buka puasa. bukannya makan malah adu mulut trus. cepat makan bentar lagi waktu agrib habis. kalian belum ada yang shalat magrib" ayah menengahi kami. mungkin ayah yidak mau jika kami sampai ribut besar..


****


malam ini aku tetap pergi tarawih ke mesjid. sesampainya di mesjid tampak orang- orang sudah mulai shalat isya. aku terlambat ke mesjid malam ini. aku celingukan mencari shaf yang masih kosong. yang kosong hanya tempat yang biasa heni dan auliA tempati. aku tak ingin menempatinya lagi. aku malu jika tiba- tiba heni datang dan membuat keributan lagi dengan ku. aku lebih memilih membuat shaf sendiri di paling belakang.


"enggak bu, saya di sini saja. di situ sudah ada orangnya. mungkin bentar lagi juga datang". benar saja, baru saja aku selesai berkata demikian muncul lah heni dan juga aulia yang lansung menempati tempat itu.


yaaa kalau di lihat- lihat memang mereka cocok di katakan kakak adik kandung. sebab si heni tampak sangat menyayangi aulia. tatapan matanya dan juga lembut kata- katanya juga sangat berbeda di kala ia menatap dan berkata pada ku.. ya sudah lah, mungkin memang ada kekurangan dalam diriku yang membuatnya tak bisa menerima ku sebagai adik kandungnya.

__ADS_1


ketika shalat tarawih masih berjalan 5 rakaat perut ku terasa mulas. mau tak mau aku harus ke toilet. melintasi pintu toilet laki- laki dulu sebelum mendapati pintu toilet wanita. tiba- tiba tangan ku di tarik oleh seseorang yang baru muncul dari balik pintu toilet laki- laki dan menari paksa tubuh ku hingg masuk ke toilet laki- laki. aku terkejut melihat siapa yang menarik ku.


"haaah hanan ??" ia membekap mulut ku dengan tangan kanannya.


"ssssssttt.. jangan berisik nanti semua orang yang sedang shalat di dalam mesjid akan kemari dan melihat mu ada di sini. pasti mereka punya pikiran buruk pada mu. karena ini toilet laki- laki dan yang paling menakutkan, si heni akan membunuh mu saat ini juga jika ia tau kita di sini" ia mewanti-wantiku agar jangan menimbulkan suara gaduh.


aku sangat canggung dengn posisi kami saat ini. kami saling nerhadapan, ia mengunci tubuhku di belakang pintu yang tertutup rapat.


"a-apa mau mu hanan ??. tolong biar kan aku pergi"

__ADS_1


__ADS_2