Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
14. LDR


__ADS_3

deggghhh..


ternyata semudah itu perasaannya berubah. masalah prestasi, aku sama sekali tak menyangka akan berada di atasnya.


"salah ku di mana gus ?? kenapa kamu tak lanjutkan untuk menjauhi ku dan tetap memeliara rasa minder mu itu!!"


"ya kiaa, kamu tak salah. aku lah yang salah. aku tak bisa menerima kenyataan kalau kamu lebih pintar dari ku. aku takut suatu saat kamu akan memandang rendah aku yang prestasinya di bawah mu.."


hah.. begitu buruk kah pikirannya terhadap ku ? aku sampai membekap mulut ku sendiri karena tak percaya dan terkejut mendengar penuturannya.


"g- gus.. apa harus seburuk itu pandangan mu terhadap ku ?? pulang lah gus.. cari lah wanita yang benar- benar sempurna dalam fikiran mu"


"tidak kia.. aku mohon maaf kan aku. ini hanya masalah sepele. aku mohon jangan di perbesar. aku ingin slalu jadi seseorang yang spesial bagi mu. aku mau hanya kamu yang akan mendampingi ku hingga kita menua nanti"


aku terdiam mendengar permohonannya. dalam hati ku mulai menimbang bagai mana aku harus bersikap. tak bisa ku pungkiri kalau aku sangat mencintinya. hingga baru mendengar ucapan maafnya saja hati ku sudah bergetar dan mulai goyah pendirian ku.


"baik lah gus. kita mulai semuanya dari awal. tapi aku mohon jangan menuntut ku untuk menjadi seperti yang kamu inginkan. aku sudah memutuskan untuk kuliah di luar kota ini. jika kamu mau kita akan tetap lanjutkan hubungan ini, tapi jika tidak. yaaaa kamu lebih baik mencari wanita lain gus !!". aku memaaf kannya. tapi aku tak mengubah keputusan mengenai tempat kuliah ku. kali ini aku berfikiran biar lah berjauhan dulu selama kami sama- sama kuliah. dengan begitu ia tak akan minder lagu dan soal prestasi tak akan menjadi masalah lagi bagi kami.


☆☆☆☆☆


sesuai keputusan, hari ini aku berangkat ke kota tujuan kuliah ku. semua perlengkapan sudah tertata rapi. mulai dari pakaian, berkas- berkas dan masakan rumah pun sudah di siap kan emak. aku sangat mencintai masakan emak. karena itu lah ia membekali ku menu rendang daging sapi dan juga oseng kentang kesukaan ku. tak tanggung- tanggung, emak membekali ku 2 kg rendang daging sapi. katanya jika sudah sampai aku bisa membaginya untuk heni juga.


pukul 16.20 dengan di antar oleh ayah dan emak ku, kami sudah tiba di bandara di kota ku. di ruang tunggu aku masih punya waktu 25 menit lagi sebelum penerbangan. namun tak ku dapati satu pun chat atau pun telfon dari gusti. hmmmm mungkin ia tak sungguh- sungguh ingin memperbaiki hubungan kami malam itu. aku berusaha mengusir kegelisahan hati ku dengan bermain sosial media. yang paling mencuri perhatian ku ia lah profil gusti. ia mengganti profilnya dengan fotoku. berhembus sedikit kelegaan dalam hati ku.


kring.. kring.. kriiinggg.


hp ku berdering. dengan sigap aku menggeser tanda hijau di layar.


"assalamualaikum". sapa ku dengan salam.


"walaikumsalam yank. kamu di mana yank ??".


"aku sudah di ruang tunggu yank".


"yaahhhh. jadi sia- sia dong aku ke sini. ga bisa juga buat lihat kamu !!".


"lohhh.. emangnya kamu lagi di mana yank ??"


"di bandara juga. baru nyampek akunya !!. ubah ke video ya yank". tanpa menunggu jawaban ku gusti mengubah dari mode telepon ke mode video call. aku tak bisa menyembunyi kan kekaguman ku saat melihat wajahnya di layar hp ku..


'huuuuuu ganteng amat sih kamu yank' batin ku.


jujur aku akui, gusti memiliki paras yang mirip dengan aktor ricky harun. sebab ia ganteng lah banyak cewek- cewek yang ingin dekat dengannya. bahkan ada juga yang tak malu- malu buat menyatakan cintanya pada gusti.


tak terasa waktu penerbangan pesawat yang akan aku tumpangi telah tiba. mau tak mau kami harus mengakhiri sesi video call kami. dengan gontai tetap ku ayunkan langkah menuju pesawat yang akan segera berangkat. berat rasanya hati ini untuk pergi, tapi aku harus kuat demi masa depan yang sudah aku impikan.


'bismillahirahmanirahim..' batin ku mengingat sang pencipta di saat pesawat yang ku tumpangi take off, semoga aku selamat sampai tujuan..


☆☆☆☆


sekitar 45 menit perjalanan kini kami sudah lending. ini pertama kalinya aku ke kota ini. dengan sigap mata ku menelisik mencari keberadaan heni di pintu kedatangan ku. tapi tak ku dapati ia di sana. aku duduk di kursi berbahan stenlish yang sudah di sediakan oleh pihak bandara. mungkin heni datang terlambat hingga aku memutuskan untuk menunggunya di sini. sudah 30 menit aku menunggu belum juga ku dapati heni mnjemputku. ku putuskan untuk menelfonnya. tapi ia tak kunjung mengangat telfon dari ku.


'apa mungkin ia masih ada jam kuliah ?' aku bermonolog dengan diri kusendiri.


2 jam sudah aku menunggu. tapi heni tak juga datang. nomornya pun kini sudah tak aktif. sepertinya ia memang tak berniat menjemput ku. padahal sewaktu ayah dan emak menelfonnya sewaktu kami akan berangkat ke bandara ia bilang kalau ia akan menjemput ku dan ia juga akan menemani ku untuk mencari kost yang aman, penjagaan ketat dan tentunya dekat dengan kampus tempat ku kuliah nanti. aku sempat senang mendengar perkataannya itu. karena dengan begitu ia sudah mulai bisa menerima kalau aku adalah adiknya. tapi itu cuma di hayalan ku saja. buktinya saat ini saja ia tak menjemput ku.


'jangan berharap banyak terhadap heni kiaaaaa'. rutuk batin ku.


ku kumpulkan keberanian untuk melangkah sendiri di kota ini. aku akan meminta tolong pada orang lain saja. mudah- mudahan tak terjadi hal buruk pada ku.


sejenak aku mulai melirik orang- orang yang berlalu lalang di hadapan ku. aku tak boleh salah dalam meminta bantuan, pilihan ku jatuh pada salah seorang security.

__ADS_1


"malam pak. sebelumnya maaf ya pak saya ganggu. saya butub bantuan bapak," ucap ku seramah mungkin pada security yang usianya masih belum terlalu tua. mungkin umurnya masih kepala 4.


"malam juga nak. kalau saya bisa pasti saya bantu."


"saya perlu taksi untuk mengantar kan saya ke um**u pak. saya nggak tau di mana letak dan nama daerahnya pak."


"ooo.. kebetulan anak saya ada yang jadi driver taksi online. kalau kamu mau biar saya telfon dulu"


"saya mau pak. silahkan telfon dulu pak." bagai angin segar, hati ku serasa sangat senang. tak beranjak dari hadapan ku security itu lansung menelfon anaknya. aku dapat mendengar jelas percakapan mereka.


"ya sudah nak. kebetulan anak saya berada di dekat sini. kita tunggu sebentar di sini aja . oh iya, di sini tinggal sama siapa ??"


"hmmmm syukurlah pak. saya ga tau pak. nanti sekalian saya minta antarkan cari kost yang aman dan ketat penjagaannya. sebab ayah saya sudah mempercayakan saya untuk jauh dariny." ucap ku jujur.


"kalau kostnya di depan kampus mau ??"


"ya mau dong pak, itu lebih baik malah. jadi saya nggak perlu ngeluaran ongkos lagi buat ke kampus" ucap ku bersemangat.


"baik lah. biar nanti anak bapak yang antar. insya allah anak bapak bisa di percaya kok." aku hanya menjawab dengan anggukan kepala. di depan kami sudah berhenti sebuah mobil berwarna silver.


"nah itu anak bapak" tunjuknya pada seseorang yang keluar dari pintu kemudi mobil itu. "dan, tolong antar kan..."


"kia pak. nama saya kia" sela ku, dari tadi mengibrol dengan security ini aku lupa memperkenalkan nama ku.


"antar kan kia ke um*** ya dan. sekalian dia mau ngekost tempat bibi mu. antarkan ke sana aja nanti"


"ya pak." ucap dani seraya memasukkan koper dan barang- barang bawaan ku ke bagasi mobilnya.


aku pun menjauh meninggal kan bandara. sepanjang perjalanan kami tak saling bicara. sepertinya dani menjalankan profesinya dengan baik. ia hanya berbicara sekenanya saja. kini mobil yang ku tumpangi memasuki gerbang gedung berlantai 5. terdapat 2 gerbang di sini. mobil yang ku tumpangi hanya boleh masuk sampai gerbang pertama saja. dari balik gerbang kedua keluarlah seorang wanita setengah baya.


"bi.. ini ada kia tang mau ngekost di sini" ucap dani sambil menyalami takzim wanita itu.


"nggak apa- apa bu. saya mau !!" ya.. kost yang begini lah yang aku cari.


"ya sudah dan. tolong kamu antarkan dulu barang- barangnya ke kamar no 305" dani dengan cepat melakukan apa yang di perintahkan wanita itu. setelah dani kembali aku baru membayar ongkos taksi ku tadi dan dani pun pergi meninggalkan tempat ini.


setelah dani pergi aku pun masuk bersama wanita itu dan aku pun di antar sampai ke depan pintu kamar ku.


"ini kamar kamu kia. kalau ada perlu bantuan jangan sungkan buat minta bantuan saya. nama sayan jannah" ucapnya sambil tersenyum. "oh iya, perbulannya 800ribu. itu sudah free listrik dan air"


"iya bu, oh ini uang kostnya bu. saya hampir lupa" aku memberikan uang sebanyak 800ribu pada bu janna selaku pemilik kost. setelah menerima uang kost dari ku bu jannah pun turun menuju rumahnya di lantai dasar.


ceklek..


aku membuka pintu. barang- barang bawaan ku sudah ada di dekat tempat tidur. di sebelah pintu masuk ada kamar mandi yang di peruntukkan bagi penghuni kost. setiap kamar memang di beri satu kamar mandi. di ruang 5 x 5,5 meter ini cukup lah untuk ku berdeduh.


aku merebahkan tubuh ku.


"alhamdulillah.." batin ku..


kring kring kringggg....


aku tersentak karena dering hp yang ku letakkan di sebelah ku.


"hahhh ternyata aku ketiduran !!" pekik ku. tak lama aku menggeser tombol hijau pada layar hp.


"assalamulaikum.." ucap ku


"ke mana aja sih yank ?? kok nggak ngasih kabar ?? aku khawatir tau !!" gusti lansung menyemprot ku.


"jawab salam ku dulu loh yank. jangan main gas aja. aku ketiduran !!"

__ADS_1


"walaikumsalam.. beneran ketiduran ?? atau jangan- jangan........." gusti tak melanjutkan ucapannya.


"jangan- jangan apa hayoo ?? jangan berfikiran negatif gitu deh sama orang!!"


"jujur aja yank.. aku curiga, perjalanan dari sini ke kota mu sekarang kan cuma 45 menit kalau naik pesawat. tapi kamu kok...." gusti kembali menjedah ucapannya.


aku masih bisa memaklumi kecurigaannya. aku menjelaskn padanya bagai mana aku yang tak kunjung di jemput oleh heni.


"gila ya tu perempuan. bisa- bisanya dia ga mau jemput adiknya. itu lah yang aku takut kan kalau kamu di sana yank. heni tak akan mau membantu mu yank. mana di kota itu sangat terkenal tindak kriminalnya. untung tadi kamu minta tolongnya sama orang yang tepat yank. nggak kebayang deh kalau kamu kenapa- napa. aku bisa mati tau nggak sih yank ??" suara gusti terdengar serak.


"hummmmm.. alhamdulillahnya aku ga kenapa- kenapa yank. aku percaya kalau niat kita bener. allah pasti akan jaga kita kok"


tak ada jawaban darinya, yang ku dengar cuma sesekali seperti oang terisak.


"yank.. kamu nangis ??"


"hummmm.. eng- enggak yank. Aku kangen sama kamu"


kruyukkkkkk..


tiba- tiba suara cacing di perut ku terdengar nyaring.. mungkin mereka sedang demo. sebab dari tadi siang aku tak makan apa- apa.


"kamu lapar yank ??" ucap gusti khawatir..


"hu'ummm.. dari tadi siang aku belum makan."


"huuaaaaaaa.. yank, kamu mau makan apa ?? ini sudah pukul 2 pagi yank"


"kayaknya aku bakal puasa deh sampek besok pagi"


"coba kalau dekat, aku udah keluar tu buat antar makanan ke kamu. tapi kamu milih jauh dari aku. aku udah nggak bisa ngurusi kamu yank"


blusssshhhh..


perhatian kecilnya itu membuat ku melayang. merasa paling di cintai olehnya. yang ia kata kan benar adanya. dulu sewaktu masih SMA ia lah orang yang slalu ada buat membagi perhatiannya pada ku.


tak sengaja aku melirik ke arah box yang di bekali emak.


'kali aja emak ada memasukkan nasi putih juga' ucap batin ku.


"ngapain sih yank. kok kayak suara kertek- kretek gitu ?? kamu betulan di kost kan ??" mulai lagi deh pikiran buruk gusti muncul.


"ini loh yank. aku lagi bukak box yang di bekali emak. curigaan amat sih ??"


"aku takut kamu macam- macam di sana yank, aku ga mau kamu duakan. aku ga akan bisa hidup kalau kamu ninggalin aku"


"husss gembel... eh gombal" ralat ku.


"serius loh yank. aku tu akan sabar nunggu kamu dan juga akan setia sama kamu. aku cinta banget sama kamu azkia nurfadillah"


"uuuuu yank. kok kamu makin pintar deh merayunya ?? jadi meleleh nih !!" seloroh ku.


"udah belum buka boxnya yank ??"


"udah"


"trus apaan sih isinya ??"


"BOM ATOM !!"


"haaahhh ??"

__ADS_1


__ADS_2