
pov gusti.
"kak!!"
gedebuk !!....
"awwwww sakit!!!" aku mengaduh saat tubuh ku terjatuh ke lantai dan bersamaan mendaratnya tubuh meri di atas dada ku. "cepat turun dari dada ku mer" sela ku lagi, namun meri tak juga ingin beranjak. ia bergeming seolah- olah mengingin kan posisi kami saat ini lebih lama lagi.
"merrrrrriii" aku menggoyangkan tubuhnya agar ia mendengarkan ku.
"udah ih kak. biar gini aja."
"tapi jangan gini dong mer. dada kakak sesak nih, peluk kakak dengan benar" baru lah ia turun dan memeluk ku erat. kami berpelukan dalam kondisi berbaring. ya, sedah beberapa hari ini aku sangat dekat dengan meri. jarak rumah ku ke universitas tempat kuliah ku menempuh perjalan 4 jam, hingga mau tak mau aku harus ngekos di daerah terdekat. meri adalah anak pemilik kost ini. sebenarnya ia masih kelas 2 SMP tapi ia sangat pandai mencari perhatian ku. seperti sekarang ini dia tak sungkan ke kost ku dan menemani ku di kamar kost ini. sejak kenal dengan meri jiwa ku yang selalu tersiksa hasrat kelakian ku yang selalu mendamba hangatnya tubuh wanita menjadi tersalurkan. hampir tiap ia ke kamar kost ku kami melakukan hubungan intim. bahkan ia sanggup melayani ku hingga berkali- kali dalam sehari. tak ada rasa cinta untuknya, ia hanya pelampiasan hasrat ku. cinta ku tetap untuk kia, kia tetap jadi prioritas ku.
sebenarnya aku tak ingn menghianati kia. tapi apalah daya, sejak heni mengenalkan ku pada kenikmatan berhubungan intim. aku tak bisa menahan hasrat ku sendiri. rasa cinta ku yang sangat besar lah yang membuat ku tak ingin merusak kia yang sangat berharga di hidup ku. aku harus bisa menyimpan rapat- rapat hubungan penuh nafsu ku dengan meri.
dalam suasana berdua saat ini aku dan meri saling merengkuh dalam kehangatan. saat aku tengah memacu tubuh meri untuk mencapai ******* tiba- tiba hp ku berdering dan sialnya lagi telfon itu berasal dari kia. aku mencoba mengabaikan panggilannya. tapi ia malah bolak balik menelfon ku. entah mengapa nafsu ku yang dari tadi menggebu- gebu kini menjadi hambar. secepatnya aku mengakhiri pacuan ku walaupun tak medapatkan *******.
"loh kak, kok udahan sih ?? naggung loh. padahal aku sedikit lagi sampai loh kak" meri lansung protes saat aku menyudahi permainan kami.
"udah dek, kamu pulang dulu aja ya. nanti kita lanjutkan, takutnya nanti mama kamu nyariin. kan bahaya kalau sampai ia ke sini trus lihat kamu di kamar kakak" aku berusaha membujuknya agar ia mau cepat keluar dari kamar ku. tapi bukannya menurut. ia malah makin kuat menggoda ku agar mau melanjutkan permainan kami hingga tuntas. bahkan mungkin ia mengingi kannya hingga berkali- kali lagi. tapi tetap saja aku bersikukuh untuk tak melanjutkannya, rasanya aku ingin secepatny menghubungi kia. aku takut kala ia menelfon tadi terjadi sesuatu padanya.
"sudah lah mer... aku bilang keluar ya silahkan keluar dari sini!!!" aku menaikan intonasi suara ku untuk menolak ia yang semakin memaksa untuk di puaskan. ia memakai kembali pakaiannya dan berlari keluar dari kamar kost ku sambil menangis.
'dasar ******' rutuk batin ku padanya. ia masih anak- anak, tapi kelakuannya seperti wanita dewasa yang haus **** saja. itu lah kebanyakan wanita yang dengan mudah melakukan itu dengan sembarang laki- laki yang hanya berdalih karena cinta. sementara kia. walaupun ia sangat mencintai ku, ia tak pernah memberikan tubuhnya untuk membuat ku mempertahankannya. ia adalah wanita termahal yang harus ku miliki.
kembali hp ku berdering masih dari penelfon yang sama yaitu kia. secepatnya ku usap tombol hijau pada layar.
"assalamualaikum. ngapai aja sih yank ??" ucap kia di seberang telfon.
__ADS_1
"walaikumsalam. lagi di kamar aja nih yank. baru selesai mandi akunya"
"hmmmmm.. pantesan telfon ku tak kunjung di angkat"
"heheheee.. maaf ya yank, ganti video call ya. aku mau lihat kamu yank" tanpa menunggu aba- aba aku mengalihkan ke mode video call. "ihhhh cantiknya ayank aku.. mau ke mana nih kok udah cantik gitu?" tatapan kutak bisa beralih dari layar hp yang menyajikan pemandangan wajah azkia ku.
"mau keluar bentar yank. makanya aku telfon kamu mau izin. ntar kalau nggak pamit kamuna mikir yang enggak- enggak sama aku" kia mengerucutkan bibirnya yang sontak membuat kelakian ku melekit. tanpa sadar aku mencium bibirnya di layar hp. "iiiiiii ngapain sih yank ??" timpalnya lagi
"nyium kamu yank" ucap ku dengan lirih karena hasrat ku kembali membludak saat melihatnya.
"ihhhh jangan mesum dong yank. udah ah aku mau pigi dulu. ntar kemalaman aku pulangnya" kia terlihat sudah beranjak dari kamar kostnya. tapi terhenti saat mendengar suara lain dari kamar ku. ia meri, saat ia kembali ke kamar ku menanyakan keberadan cincinnya yang membuat kia mendengar suaranya. "ada orang lain juga ya yank di kamar kamu ?? suaranya kayak suara perempuan loh yank" kia mulai menanyakan tentang suara yang ia dengar.
"oh itu, anak pemilik kost ini yank. dia nanya sesuatu tadi sama aku. kebetulan pintunya ga aku tutup, jadi dia cuma nanya sekilas pada ku" jawab ku santai agar ia tak curiga. siaaaall.. bukannya lansung pergi kini meri malah berjongkok di hadapan ku dan mengoral senjataku yang ngacung saat melihat kia. aku dari tadi hanya telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.
"jangan di biasain loh yank ga nutup pintu gitu. apa lagi kamu sekarang nggak pakai baju. ntar kamunya masuk angin dan bakalan bnyak nyamuk juga karena bebas masuk dari pintu. trus itu tu anak pemilik kost juga jangan di biarkan bebas gitu berkeliaran di situ yank. nanti terjdi sesuatu" kia sepertinya curiga pada suara meri tadi.
"iya.. tu udah di tutup kok pintunya. masalah anak pemilik kost, jangan sinis gitu yank. dia masih anak- anak, masih kelas 2 smp dianya"
degggg....
apa kia mengetahui apa yang sedang meri lakukan sekarang di kamar ku ?? aku lansung menatap meri yang sedang asyik memain kan senjataku dengan mulutnya. dengan posisi aku duduk di atas ranjang dengan kaki menjuntai ke bawah membuat meri tak kelihatan di layar hp. tanpa menghiraukan pembicaraan aku dan kia, meri malah asik sendiri dengan mainannya di bawah sana.
"ehh anu.. enggak kok yank. aku udah anggap dia kayak adik aku sendiri. kamu kan tau aku tak punya adik. jadi pengen aja ngerasai jadi kakak" kilah ku semakin tak menentu.
"yaudah deh. aku berangkat dulu ya yank. tuh taksi online yang aku pesan sudah di depan. wassalamualaikum" aku lansung memutuskan video call kami tanpa menjawab salam dari kia. karena kondisi ku sekarang sangat di larang untuk itu.
kali ini aku memperlakukan meri dengan kasar.tapi ia malah santai tak mengaduh kesakitan sedikitpun. sepertinya ia memang sudah terlalu sering melakukan ini dengan laki- laki lain. dengan hasrat yang menggebu dari biasanya aku menggempur meri. dalam fikiran ku, yang ku gauli saat ini bukan meri. ia adalah kia yang membuat halusinasi ku melambung.
__ADS_1
pov. meri
aku meri antika, aku masih siswi kelas 2 smp. sejak hadirnya gusti di kost milik ibu ku, aku merasa bertingkah bukan layaknya gadis seusia ku, berbekal pengalaman yang ku dapat dari mantan- mantan pacar ku. aku berhasil menggoda gusti. beberapa hari ini aku selalu bisa memiliki gusti seutuhnya tanp ganggan siapapun. tapi hari ini, aku mengetahui kalau gusti mencintai wanita lain. bahkan ia sangat mencintainya. karena tanpa sengaja saat ia kami sama- sama memacu mengejar kenikmatan ia selalu menyebutkan nama wanita itu. mendengar nama itu hadir dalam pacuan kami, membuat hati ini teriris. pemilik nama itu juga lah yang membuat gusti menolak dan membentak ku hari ini.
"cinta banget ya kak sama kia itu ??"
gusti bergeming tak mengucapkan sepatah katapun. ia hanya menganggukkan pelan kepalanya.
"tega kamu kak, kamu nikmati tubuh ku tapi hati mu pada orang lain. bahkan saat mendesah pun kakak menyebut namanya" ucap ku sambil terisak.
"maaf" hanya kata itu yang mampu gusti ucap kan lirih.
"apa dia cantik?" gusti kembali menganggukan kepalanya.
"apa dia yang mendapatkan keperjakaan kakak dan lebih ****** dari ku sehingga kakak sangat mencintainya?"
"cukup..!! diam meri diam!!!!!. jangan merendahkan kia ku seperti itu. dia wanita baik- baik yang mampu menjaga kehormatannya. aku tak pernah menyentuhnya. aku akan sabar menunggunya halal untuk ku sentuh. jangan katakan ia ******. karena sedikit pun ia tak pernah menggoda laki- laki"
degggg.....
hati kecil ku berhasil di sentil oleh gusti. dasar laki- laki ingin mendapatkan yang terbaik. tapi ia sendiri sebenarnya tak pantas untuk itu. secepatnya aku memakai kembali pakaian ku dan pergi maniggalkan kamar gusti.
'Kau akan menerima balasan dari penolakan dan bentakan gusti terhadap ku kia' geram batin ku.
aku akan membuat gusti menjadi milik ku. si lugu pasti kalah jauh dari ku yang sudah terbukti mampu memenuhi kebutuhan batin gusti. mana ada kucing yang menolak jika di beri ikan.
sesampainya di kamar ku. aku lansung menyambar hp ku yang tergeletak di atas nakas. secepatnya aku membuka aplikasi warna biru. dari profil gusti aku bisa menemukan akun medi soasial milik kia.
"huuuffttttttt.. mengapa aku baru sadar kalau foto yang gusti pakai untuk foto profilnya adalah foto wanita yang ia cintai" monolog ku.
__ADS_1
[hai.. aku meri, boleh kita lebih kenal lagi?]
ku kirim pesan melalui aku medsos milik kia tanpa meminta pertemanan terlebih dahulu.