
pov gusti..
saat mendengar cerita kia tentang tingkah heni. aku rasanya sempat hilang akal sehat ku. dalam pandangan ku heni itu tak ada baiknya.
hari ini ia benar- benar sudah gila, ia yang sudah berjanji untuk menjemput kia di bandara. tapi nyatanya ia malah tak menampak kan batang hidungnya. sebenarnya aku berat menerima keputusan kia untuk kuliah berjauhan dari ku. terlebih lagi aku tau jika heni juga berada di sana.
ia juga mengatakan bahwa kia lah yang pergi duluan dari bandara pada orang tua mereka. picik nian isi otaknya. ia tak bisa berfikir dengan baik, beruntung kia berjumpa dengan orang- orang baik di sana. coba kalau ia bertemu dengan orang- orang pelaku kriminal, tentu sekarang kia tak baik- baik saja sebab sudah jadi korban tindak kriminal.
otak ku tak bisa menilai kenapa heni sangat membenci kia. saking membencinya heni berambisi buat mengambil seluruh kebahagiaan kia. termasuk aku, aku juga pernah di hasut bahkan heni menjebak ku tidur dengannya. semua itu semata- mata untuk menghancur kan kia.
~flash back on~
tring..
terdengar dering notifikasi aplikasi hijau di hp ku.
[gusti.. apa kamu tidak merasa di permalukan oleh pacar mu itu ?? ia terang- terangan mengalahkan mu dalam prestasi di sekolah kalian tadi. aku saja yang melihat kalian di depan tadi merasa sangat malu. masak laki- laki bisa kalah pinter dari pacarnya. bisa- bisa kalau berumah tangga nanti kamu jadi salah satu penganut suami takut istri. soalnya kamu pasti kalah dan di bawah dia dalam hal perkerjaan dan juga penghasilan!!] pesan dari nomor baru ity sontak memikirkan posisi ku tadi sewaktu pembagian rapot di sekolah.
[kamu siapa ??]
[kalau mau tau aku siapa. datang lah jumpai aku di cafe gumilang. sekarang!!]
aku gegas mengganti seragam sekolah yang masih ku pakai dengan baju kaos hitam dan celana jeans selutut. dengan langkah sambil berlari aku menyambar kunci motor yang ku letakkan di atas nakas di sisi ranjang ku.
kini aku sudah sampai di tempat yang di maksud oleh pengirim pesan tadi. aku cekingukan mencari si pengirim pesan.
[kamu di mana ?? aku sudah di cafe kemuning] tak berapa lama pesan ku di balas. ia mengarah kan ku pada meja bernomor 109. setibanya aku di meja yang di maksud mata ku terbelalak melihat siapa yang tengah duduk menunggu ku.
"heniii...." pekik ku karena terkejut.
"duduk lah gus. aku sudah pesan kan makanan dan minumnya. bersantai lah dulu. jangan tegang begitu!!"
aku pun duduk berhadapan dengan heni. saat aku makan tak ada sepatah kata pun aku berbicara padanya, kami hanya diam menikmati makanan. setelah makanan ku habis barulah aku mulai menanyainya.
__ADS_1
"apa maksud pesan mu tadi ??"
"hanya mengingat kan mu bagai mana masa depan mu jika menikah dengan kia nanti. aku benar bukan ??" dengan santai ia berucap sambil mengarahkam wajahnya yang terlihat sedang menggoda ku. "kia itu pintar dan cerdas gus. di masa depan dia tak akan menghargai mu. buktinya tadi, ia berhasil mengambil peringkat mu sebelumnya bukan ??"
"ga usah membual hen. aku tau kau tak suka pada kia. jadi saat ini kamu pasti ingin membuatku membencinya"
"ceekk.. jangan tolol gus. apa kamu tak mau tau kenapa aku tak menyukainya ?? karena dia terlalu pintar gus. dia juga slalu menggoda pacar ku!!"
aku yang mendengar ucapan heni rasanya tak percaya. tapi entah mengapa kepalaku terasa sangat pusing. bahkan sekarang rasanya tubuh ku panas dan kehilangan keseimbangan.
kepalaku terasa berat. tubuh ku juga terasa sangat lelah. aku mencoba membuka mata ku dan menelisik di mana keberadaan ku saat ini. tapi ketika mataku mengarah ke sisi kiri ku. aku sangat kaget dan lansung melompat dari tempat tidur.
"apa yang kau lakukan di sini hen!!" hardik ku ketika tau heni tidur di sebelah ku.
"hahhaaaa.. kau masih bertanya gus ?? bukan kah kita menikmati persetubuhan kita ?" heni tertawa terbAhak yang membuat aku lebih kaget ketia itu aku tak memakai sehelai benang pun. ia bangkit dari atas ranjang. ternyata ia pun sama dengan ku yang tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. dengan lenggak lenggok ia berjalan bak model makin mendekat ke arah ku. aku terdiam, ingin rasanya keluar dari kamar hotel ini. tapi aku tak tau di mana pakaian ku sekarang.
heni lansung meraup rakus bibirku. aku mendorongnya, tapi demi dewa tenaganya sangat kuat. ia terus menerus menyarangku dengan rakusnya. bibir dan lidahnya menggerayagi seluruh tubuh ku. hebatnya ketika dia memainkan kejantanan ku dengan mulutnya di situ lah aku terbuai dan melupakan tentang kia. kami sama- sama memacu tubuh kami dan merengkuh kenikmatan hingga berkali- kali.
~flash back off~
setelah hari itu aku tak berani menghubungi kia. rasanya aku terlalu kotor untuk gadis seperti dia. seteah itu aku juga tak pernah betemu heni lagi. karena hari itu juga ia kembali ke kota tempat ia kuliah. ia kembali ke kota ini tak tinggal di rumah orang tuanya melain kan ke hotel tempat kami melakukan hubungan laknat ketika itu.
rasanya aku kacau. ku kira heni akan bersikap baik setelah membuat ku melepas keperjakaan ku dengannya. tapi nyatanya ia sama sekali tak menghubungi ku. aku takut ia hamil, tapi kalau melihat sikapnya saat ini sudah di pastikan ia sudah sering melakukannya. mungkin aku adalah laki- laki yang kesekian buatnya. ahhh bodohnya aku yang mau saja mengikuti nafsu ku. seharusnya aku bisa menahan diri. tapi buktinya aku malah hanyut dalam permainan ranjang heni.
bayangan wajah kia begitu menyiksa ku. senyumnya, canda dan suara lembutnya seperti membawaku dalam rasa tersiksa oleh perbuatan ku sendiri. ku uka galery pada hp ku, tanpa sadar aku tersenyum melihat foto kia yang masih mengenakan seragam sekolah tatkala ia sedang memasukkan potongan buah semangka ke mulutnya.
"hmmmm seksinya bibir mu kiiaaaa" ucap ku lirih sambil membayangkan bibir itu tengah ku sesap.
'astagfirullah... kenapa aku semesum ini' pekik batin ku tak percaya dengan bayangan ku sendiri.
ku cari nomor kia dan segera menelfonnya. tapi belum sempat ia menerima telfon ku, jari ini mengakhiri telfon itu. aku tak boleh egois. akutak pantas untuk wanita baik- baik sepertinya.
namun tak berapa lama kia balik menelfon ku. di sini lah aku di hantam dilema. di sisi lain aku ingin kia tetap jadi pacar ku dan menikah dengan ku kelak. namun di satu sisi aku takut ia tau kalau aku pernah berhubungan intim bersama heni. pasti hatinya akn terasa lebih sakit dari pada sekarang.
__ADS_1
panggilan telfon kia pun masih saja datang.. akhirnya ku usap juga tombol hijau pada layar hp.
"yaaaaa" sapa ku sekenanya. aku tak ingin kia harus berhubungan dengan laki- laki kotor seperti ku.
"a-apa kabar gus ??" ucap kia di seberang sana.
" baikk" jawab ku lagi masih dengan sekenanya. mungkin ia bingung harus bagai mana lagi hingga beberapa saat kami terdiam.
"ya sudah. mungkin aku mengganggu mu. ku pikir aku masih berarti untuk mu. tapi nyatanya aku salah. ternyata aku yang ke geeran selama 3 tahun belakanga ini. maaffff !!!!". kia mengakhiri panggilannya. di situ aku harus membuatnya semakin membenci ku. gegas aku mengetik pesan dan secepatnya aku kirim padanya.
[aku tak pantas untuk mu]~ aku
[terserah lah. aku capek !!]~ kia
[jelas kamu merasa capek mengahadapi aku yang bodoh ini]~ aku
[sudah lah jangan berkelit. aku tak cukup pintar untuk memahaminya. apa mau mu ??]~ kia
[aku tak mau apa- apa]~ aku
[ya sudah.. bye !!!]~ kia
kia tak lagi bisa kuhubungi. tapi entah mengapa hati ku terasa sakit dan waktu yang ku lalui sangat hambar. untuk sekarang aku hanya mengikuti keegoisan ku. aku sangat mencintai kia. aku tak bisa yerus begini. hingga pada malam harinya aku putuskan untuk menemuinya.
aku akan merebut maaf darinya. masalah heni. aku akan hadapi ia kelak jika ia main- main dengan ku.
------
akhirnya kia memaaf kan ku kami pun melanjutkan hubungan ini. walau ia masih bersikukuh ingin kuliah di luar kota ini. aku terima, sebab itu jauh lebih baik baginya. mungkin jika ia melanjutkan kuliah di kota ini. aku akan merusaknya. walau bagai mana pun aku laki- laki yang sudah pernah meneguk menikmatan tubuh wanita. aku takut jika nanti ia di kota ini aku tak akan bisa menahan hasrat ku.
tapi kini pikiran ku sangat tak tenang berjauhan darinya. apalagi di sana ada heni. aku takut perempuan bedebah itu akan menyakiti kia ku. terbukti sekarang ia menyakiti hati kia dengan tak mengakui kia pada temannya. sama hal nya kia. aku pun sangat sakit mendengarnya. pikiran ku jauh menerawang. memikirkan bagai mana caranya aku akan tetap bisa melindungi kia dwngan jarak ribuan kilo meter ini.
"kak!!"
__ADS_1
gedebuk !!....
"awwwww sakit!!!"