Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
6. sumber masalah


__ADS_3

"kaaauuu !!, enyah lah dari ku" aku memekik saat melihat hanan menindih tubuh ku. kapan ia masuk ? kenapa aku tak mendengar suara pintu ketika di buka.. akkkkhh sial. aku lupa mengunci pintu kamar ku. karena memang aku tak pernah mengunci pintu kamar. itu sudah menjadi kebiasaan ku di rumah ini..


"sssstttttt.. jangan berisik sayang.. kita nikmati dulu kehangatan ini" hanan berbisik di kuping ku sambil menjilati lembut daun telinga ku.

__ADS_1


"tenang lah. ini tidak akan lama. heni keluar rumah membeli air galon, mungkin cuma butuh waktu 15 menit. jadi aku ingin menghabiskannya dengan mu.." aku meringis ngeri melihat wajah mesum hanan. bagai mana ini ?? aku harus bisa lepas dari kunciannya ini. batin ku sangat merutuk kesalahan ku yang tak mengunci pintu kamar ku. seketika aku berusaha membenturkan kepalaku pada kepala hanan. itu berhasil, saat ia mengaduh sambil memegangi kepalanya aku menendang perutnya dengan lutut ku. aku bangkit dengan sempoyongan karena kepalaku juga sangat sakit ketika aku membenturkannya tadi. aku lari secepatnyA dan tepat aku telah sampai ke halaman rumah tetangga ayah dan emak ku datang dengan mengendarai motor.


"mau ke kia ?? rumah nya sudah di bereskan belum ??" jerit emak ku dan aku pun membalikkan badan ke arah mereka.

__ADS_1


"sebentar mak, aku ma beli gorengan tempat bu inur" telunjukku mengarah pada warung yang menyediakan gorengan dan juga makanan yang lainnya. emak ku hanya menjawab dengan ber 'o' ria. belum juga aku sampai di warung bu inur kembali langkah ku terhenti karena teringat keberadaan hanan yang masih di kamar ku ketika aku tinggalkan tadi. aku menghirup nafas besar dan membuangnya dengan berat. mengapa aku slalu berda dalam keadaan yang sulit ? jika hanan masih di kamar ku dan di lihat oleh ayah atau emak ku maka mampus lah aku !!


ku seret langkah menuju rumah, aku sebenarnya malas untuk pulang karena hanan masih di sana. tapi karena tadi ayah dan emak sudah pulang. mau tak mau aku harus pulang. sebeb ibu ku sangat tegas pada ku. jika aku lelet atau tidak memberes kan pekerjaan rumah. maka ibu ku tak pernah segan memukuli ku mulai dengan gagang sapu, kayu bahkan juga dengan spatula yang terbuat dari bahan stenlish. akan tetapi emak tak pernah begitu dengan heni dan adik perempuan ku itu. sempat aku pernah berkecil hati. tapi ya sudah lah, mungkin cara emak menunjukkan kasih sayangnya pada ku sangat berbeda. mana mungkin ia tak menyayangiku, aku juga lahir dari rahimnya. semakin ke sini aku mAkin terbiasa dengan omelan dan pukulan- pukulan dari emak.

__ADS_1


aku masuk tanpa mengucapkan salam. pandangan pertama ku tertuju pada hanan dan heni yang sedang berciuman di sofa sudut ruang tamu rumah ini. karena melihat pemandangan yang tak sedap di pandang aku berjalan dengan menghentak- hentakkan kaki ku. sontak mereka melepas ciumannya karena mendengar hentakan kaki ku.. tapi bukannya kikuk atau merasa cangnggung. mereka malah bersikap seolah-olah aku tak melihat apa yang mereka lakukan tadi. bahkan hanan dengan muka temboknya melempar kan senyumnya pada ku..


"cantik.. !!" lirih hanan..

__ADS_1


__ADS_2