Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
TNI gadungan 2


__ADS_3

setibanya di rumah aku lansung masuk ke kamar, sesampainya di kamar aku mendapati keadaan kamar ku yang seperti kapal pecah.


"berani sekali dia mengacak-acak isi kamar ku" cicit ku karena kesal melihat keadaan kamar ku. tanpa harus menyelidiki aku sudah tau siapa pelakunya. ia pasti heni, siapa lagi. d rumah ini cuma dia dan kedua adik ku yang sangat membenci ku. kedua adik ku tengah berada di kampung emak ku yang tak jauh dari rumah ayah ini. sudah pasti bukan mereka pelakunya..


"tapi apa yang dia cari?" aku bermonolog sendiri. pandangan ku terus mengedar ke setiap sudut kamar sambil mulai merapikan barang-barang yang berserakan. tapi belum selesai aku merapikannya tenggorokan ku rasanya kering. aku gegas mengambil minum ke dapur. walau di atas nakas ku masih terisi air di botol minum ku, tapi aku tak ingin meminumnya. aku harus lebih hati-hati. terlebih heni kini punya pathner dalam aksi kejahatanya. lengah sedikit saja aku bisa berganti alam. aku tak akan membiarkan mereka menang atas tindakan buruknya.


"dek baru pulang ya ?" heni menyapa ku ketika aku berpapasan dengannya di lorong menuju dapur.


"ya kak. aku haus, pengen ambil minum.."


"loh, bukannya di kamar mu masih ada air minum ? jangan suka buang air bersih dek. di luar sana banyak orang yang kesusahan mencari air bersih" heni berujar menasehati ku. tanpa ia sadari kalau ia tengah membuka sedikit kecerobohannya di depan ku.


"dari mana kakak tau kalau di kamar ku masih ada air minum?" selidikku sambil menaikan satu alis ku.


"oohh itu.. emmm tadi aku masuk mengecek kamu udah pulang atau belum. soalnya udah hampir tengah malam juga, takut nanti keduluan bang candra yang mengetahui kamu belum pulang. bisa-bisa kamu di hajar lantaran pulang larut malam" ia lansung meninggalkan ku di lorong itu dan berlalu ke arah kamarnya. aku hanya tersenyum mendengar alasannya. benar dugaan ku, pasti ada apa-apa di air minum di kamar ku itu.


beberapa saat kemudian aku sudah siap merapikan kamar ku. rasanya lega, karena aku tak menyukai tempat yang berantakan apalagi kotor.


tok tok tok..


"hen.. hen.. heni.."


aku mendengar sayup-sayup ada yang tengah mengetuk pintu depan dan memanggil heni.


tok. tok tok..


"heniii" lagi suara ketukan dan orang memanggi nama heni tertangkap gendang pendengaran ku. karena tak ada yang berniat membukakan pintu, aku gegas keluar kamar menuju pintu utama untuk membukakan pintu.


"lohhh.. kamu kia ? kakak mu heni mana ?" alman heran melihat yang membukakan pintu untuknya bukan lah heni.


"nggak tau. mungkin dia sudah tidur" ucap ku sambil cepat berlalu masuk ke kamar dan tak lupa mengunci pintu kamar ku terlebih dahulu. takut peristiwa lalu terjadi lagi akibat kelalaian ku mengunci pintu.


"alman.. yaaa aku berarti tadi tak salah lihat. dia laki-laki yang menunggu gadis yang bertubrukan dengan ku tadi di parkiran cafe" aku bermolog sendiri. karena ingatan ku terus mengingat pemandangan di pintu cafe tadi saat aku di parkiran.

__ADS_1


"siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan alman ?" aku terus saja berujar sendiri.


"huffttt.. aku harus selidiki, harus.. aku harus singkirkan kamu alman." entah mengapa, tiba-tiba saja jiwa detektif ku sangat meronta-ronta.


keesokan harinya setelah sarapan aku lansung bergerak menyelidiki alman.


"kak.. kalau kakak mau balik hari ini kakak duluan aja. aku kayaknya beberapa hari ini belum bisa balik. aku izin dulu buat nggak kuliah" ucap ku sambil menyalakan mesin motor. heni dan alman yang ketika itu duduk bersantai di teras rumah hanya memandangi aku yang menjauh dari teras rumah.


sesampainya di kediaman kiki aku lansung bergegas masuk menjumpainya.


"kamu nggak salah lihat kan ?" ucap kiki meyakin kan ku.


"bener ki.. aku nggak salah lagi. itu alman. orang ketika dia pulang kan aku yang bukain pintu. baju dan perawakannya persis kok"


"hhmmmm.. tapi siapa wanita itu ya ?" kiki menaikan alis matanya.


"kemungkinan alman itu punya selingkuhan di sini ki. atau dia memang sudah beristri"


"udaaahhh.. yok brangkat.. udah cantik kok, nggak perlu dandan ganti baju lagi kok" ucap ku sambil mendorong tubuh kiki hingga ke ujung pintu.


tujuan kami saat ini adalah ke cafe langganan kami nongkrong. sesampainya di sana kiki lansung menemui pemilik cafe yang juga masih berteman dekat dengannya.


"ndri.. aku perlu lihat cctv parkiran cafe ini hingga di pintu masuknya" ucapnya dengan wajah serius.


"wajahnya biasa aja ki. kayak mau perang aja pakek wajah sangar gitu" celetuk andri.


"ini serius ndri. kami perlu secepatnya" andripun mengiyakan permintaan kiki. kami di bawa ke ruang khusus monitor untuk melihat semua cctv di seluruh penjuru cafe ini. di tengah sibuk menatap monitor dapat ku tangkap lirikan andri yang selalu mencuri pandang ke arah ku.


"selow tu mata. jangan sekarang untuk urusan kagum mengaguminya dri." ucap kiki sambil menepuk pundak andri.


"eehhh itu dia wanita itu, tu kan benar aku bilang.. dia menjumpai alman di cafe ini."


"aku sedit tau tentang wanita itu kia, kalau nggak salah dia masih sekolah di sekolah menengah atas di kota ini." ucap andri padaku .

__ADS_1


"gila ya.. urusan perempuan cantik aja kamu tau semua." kiki mulai menggoda andri.


"dia itu teman adik ku kiki meong"


"ndri.. bisa kamu yg telfon adik mu nggak. aku ingin bertemu dengan wanita itu."


"nggak usah di telfon. yuk aku antar ke sekolah mereka. nanti kita jumpai sama-sama"


"cieeeee.. pepet trus dri.. jangan kasih kendor !" jiwa usil kiki sepertinya sudah mulai on.


kami kesekolahan adiknya andri dengan menumpang mobil milik andri. tak lama kami pun sampai di depan gerbang sekolah yamg kami tuju. setelah petugas keamanan sekolah manggil adiknya andri. yang di tunggu-tunggu pun datang. benar adanya, wanita itu adalah yang bertabrakan dengan ku tadi malam.


"dek.. masih ingat aku ?" ucap ku menyapanya duluan.


"kakak kan yang nabrak aku tadi malam"


"syukurlah kalau kamu masih ingat dek."


"tapi aku sudah maafkan kakak. jadi kenapa sekarang masih mencari ku ?"


"kakak ke sini bukan karena masalah itu. tapi kakak ingin tau siapa pria yang menunggu mu di depan pintu cafe tadi malam ?" mendengar ucapan ku dia lansung berjingkat kaget.


"kok bengong dek ?"


"panggil aku zia saja kak. nama ku nurfauziah"


"ya zia.. kakak perlu jawabanmu."


"d-diaaa idrus kak."


"kamu kenal dia ?"


"tidak terlalu mengenali. tadi malam adalah kedua kalinya kami bertemu. tadi malam dia ingin menggunakan jasa ku. tapi karena dia tak punya uang yang cukup sesuai tarif ku, aku menolaknya" mata ku membeliak saat mendengar penuturannya. seketika dapat ku lihat andri pun lansung menarik tangan tian agar menjauh dari kami. entah mereka akan bicara apa sehingga harus menjauh dari kami.

__ADS_1


__ADS_2