Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
2. sedarah tapi musuhan


__ADS_3

hingga saat ini jam sudah menunjukkan pukul 03.00 subuh. heni juga masih teriak- teriak memaki kakak laki- laki ku dan juga aku. mendengar suara yang semakin gaduh.. membuat ibu, ayah dan juga 2 orang adik ku juga ikut keluar dari kamar masing- masing.


"ada apa sih. kok di hajar gitu ampe lebam- lebam tu muka kak heni ??" pekik si nume arah kami..


"tuh tanya sama kakak mu yang buruk rupa. dia yang me***te tapi malah ngaduin aku yang me***te sama abang mu.. dasar an**ng !!" pekik si heni tak kalah nyaringnya..


"ooo.. kau hidung besar !! biang rusuh di rumah ini !!" nume dengan enteng menunjuk muka ku lengap dengan hinaannya..


"biar lah aku hidung besar.. toh gini- gini ga berkurang kan kecantikan kalian karena hidung ku besar ??" akhirnya aku juga tersulut emosi..

__ADS_1


"satu lagi. catat lah dan lihat lah dengan mata mu wahai mahkluk allah yang sempurna. setiap yang memiliki hidung besar pasti hidupnya berkecukupan bahkan kaya raya. karena dengan hidung besar ku ini aku bisa mengurangi jatah oksigen kalian dan juga aku bisa menghemat air dan listrik. karena jika hujan hidung ku bisa k gunakan untuk menampung air dan tak perlu lagi menghidupkan mesin air" aku balas dengan kata- kata yang penuh ejekan untuk heni dan nume.. mendengar ucapan ku sontak ayah, ibu dan kakak laki- laki ku tertawa.. tapi tidak dengan heni dan kedua orang adik ku nume dan rizal. mereka seperti larut dalam pikirannya masing- masing.. kuabaikan mereka, aku beranjak ke dapur untuk memasak mie instan untuk bekal sahur..


ketika jam menunjukkan pukul 03. 56 semua sudah berkumpul di meja makan untuk bersantap sahur..


"loh.. kia, kau ga makan nasi ?? ini emak kan masak ayam bakar. kok malah makan mie aja!!" ucap emak melihat aku datang dengan semangkok besar mie instan di tangan ku.


"lagi pengen makan mie akunya mak. kan ayamnya bisa aku makan pakai mie ini mak" ucap sambil memilih duduk di sisi kakak laki- laki ku..


"apa abang ga jijik makan masakan kù ?? hidung ku kan besar.. bisa saja waktu masak tadi ada kotorannya yang jatuh ke dalam wajannya" ucap ku sambil mencebikkan bibir ke arah 3 mahkluk allah yang sangat mmbenci ku..

__ADS_1


"udah.. makin enak itu. malah asinnya makin pas itu karena tambahan kotoran hidung" aku tertawa lepas mendengar sambutan kakak laki- laki ku bersama emak, ayah dan kakak laki- laki ku.. sengaja ku puas- puaskan membalik kan kata- kata hinaan yang mereka tujukan pada ku tadi.. karena ini bulan ramadhan. sebelum memasuki waktu imsak rasanya ingin aku guna kan waktu yang tersisa untuk mengejek mereka bertiga..


********


sepanjng hari aku menahan sabar mendengar sindiran mereka. karena kondisi ku yng tengah berpuasa aku tak mau jika usaha ku yang menahan lapar dan haus hanya sia- sia karena menanggapi sindiran mereka. biar lah aku yang mereka katai lo**e, buruk rupa dan bla bla bla sebagainya. yang penting tak mengurangi keteguhan ku untuk beribadah di bulam ramadhan ini..


****


tiba waktu berbuka seperti biasa mereka bertiga juga sudah menyiapkan diri berkumpul di meja makan..

__ADS_1


mendengar suara bedug mereka serentak mengucapkan "alhamdulillah"..


__ADS_2