Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
bagian 18


__ADS_3

pov. kia


tring..


terdengar ada suara notifikasi dari aplikasi biru di hp ku. ku geser layar untuk membuka kunci. ku lihat ada nama akun meri antika mengirimkan pesan pada ku.


[hai.. aku meri, boleh kita lebih kenal lagi?] ~meri


aku diam sejenak untuk menimbang sikap ku. akhirnya aku memikih untuk menanggapinya.


[ya. kaau boleh tau meri mana ya ??] ~aku


[kakak belum kenal aku ya ? tapi aku sudah tau banyak loh tentang kakak] ~meri


aku mengernyitkan alis, aku heran bagai mana bisa ia tau banyak tentang ku sementara aku tak mengenalnya.


[oh ya ?? tau dari mana ?] ~aku


[kak gusti] ~meri


byurrrr.. wajah ku seperti di siram air hingga aku kaget.


'sedekat itu kah gusti dengannya' batin ku


[kamu siapanya gusti ?]~ aku


[adik angkatnya, aku anak pemilik kost yang kini di tempati kak gusti]~ meri


sesaat aku hanya terdiam. memikirkan sudah sejauh mana hubungan mereka. apa mungkin gusti telah selingkuh dengannya ??

__ADS_1


ahhh astagfirullah.. aku kembali menepis pikiran negatif yang tadi sempat melintas di otak ku. ku ukir senyuman di bibir ku. sambil jari- jari jempol ku menari di layar hp.


[ohhh haiii.. salam kenal ya. kalau bisa anggap juga aku kakak mu seperti kamu menggap gusti sebagai kakakmu]~ aku


[ok kak]~ meri.


aku tak lagi membalas pesan meri. tak lama aku sapai ada tujuan ku. secepat mungkin aku membeli semua yang aku butuhkan. karena aku ingin sekali tidur nyenyak malam ini. entah mengapa tubuh ini rasanya sangat lelah. aku harus banyak istirahat untuk mengembalikan keseimbangan tubuh ku.


 


hari ini hari pertama aku masuk kuliah. aku mulai berbaur dwngan ribuan orang- orang yag tak aku kenal. walau aku berasal dari luar daerah, tapi aku bersyukur teman- teman ku tak pilih- pilih dalam berteman. mereka sangat welcome terhadap ku. yaaaa walau bahasa yng mereka pakai sangat kasar di dengar oleh kuping ku yang berasal dari luar daerah, tapi kini aku paham. memang ciri khas dan pembawaan penduduk kota ini dari zaman nenek moyang dulu sudah kasar dan volume suaranya juga mengalahkan toa pada mesjid.


hari ini mata kuliah ku full. pada saat makan siang aku merogoh hp dari dalam tas dan ku lihat ada beberapa panggilan tak terjawab dan juga beberapa pesan dari gusti.


"hallo yank. ke mana aja kok nggak ada ngabari ??" saat teleponku tersambung gusti lansung menerimanya dan menggelontor kan kekhawatirannya.


"walaikumsalam.. aku kuliah yank"


"justru itu. entah kenapa kamu sekarang seolah udah melupakan ajaran agama yank. ya iya lah, emang mau ngapain lagi ?? emangnya kamu nggak kuliah hari ini yank ?? jangan lalai kuliahnya yank, apa lagi waktu mu habis buat main- main bersama adik angkat mu itu!!" aku sedikit emosi saat mendengar suara meri yang menanyai gusti saat masih telfonan dengan ku. entah mengapa kekhawatiran gusti akhir- akhir ini ku rasakan untuk menutupi sesuatu.


"kok gitu sih ngomongnya yank ?? aku kuliah kok, tapi tadi cuma pengenalan aja. aku khawatir sama kamu yank. aku takut kamu kepincut cowok ganteng di sana"


"ga usah ngadi deh yank. kita bukan anak- anak lagi. aku juga bukan perempuan gampangan yang nyosor tiap kali lihat cowok ganteng"


entah mengapa rasanya aku kesal berbicara dengan gusti. hari- hari ku kini di selimuti kecurigaannya. entah ia takut aku melakukan hal- hal seperti yang di fikirannya atau ia lebih memandang rendah aku yang kini berada jauh darinya. rasanya hubungan ini semakin hambar saat melihat tingkahnya yang sekarang.


kami sama- sama terdiam. setelah beberapa saat tak ada obrolan. aku memutuskan sambungan telepon sepihak.


setelah selesai makan aku bergegas pulang. sesampainya di kamar kost ku aku lansung merebahkan diri di ranjang ku. rasa lelah mengantar kan ku pada peraduan yang begitu pulas.

__ADS_1


ketika aku terbangun aku baru mengingat hp yang dari tadi masih berada di dalam tas. ku lihat hp ku sudah mati sebab kehabisan naterai. setelah ku sambungkan ke charger aku lansung ke kamar mandi untuk membersih kan diri. 10 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi. tujuan utama ku ialah mengaktifkan hp ku lagi. aku tau, gusti akan makin menaruh curiga terhadap ku apabila aku tak bisa di hubungi. rasanya hubungan jarak jauh begini membat sifatnya semakin kekanakan.


begitu hp ku aktifkan benar saja ada beberapa pesan dari gusti.


[yank lagi apa ??]


karena aku tak kunjung membalas pesannya ia mengirim pesan lagi.


[yank...]


[yankkkkk kamu sibuk ya ??]


[yankkkkkkkk !! jawab aku !!]


[oooooo.. rupanya nomor mu tak aktif ya ?? bagusssss... baru saja tinggal di kota besar tapi sudah bertingkah serperti *****!!]


astagfirullah.. ku usap dada ku saat membaca pesan terakhirnya. tak berfikir kah dia mengatakan itu pada ku ?? ku urungkan niatku untuk menelfonnya. ku biarkan saja ia berpendapat apapun tentang ku.


tak lama hp ku kembali berdering, tanpa ku lihat layar hp aku sudah tau itu nada dering jika gusti yang menelfon. seketika rasa malas menjalar di urat nadi ku. bukanmya senang, malah risih yang ku rasakan kala gusti menghubungi ku. entah berapa kali telfonnya yang tak aku terima. hingga terdengar notif di aplikasi hijau di hp ku. itu pasti gusti yang mengirim pesan.


[yank.. maaf kan aku.. tolong bicara lah..]


aku membacanya dengan suasana hati malas.


tring.. lagi notif aplikasi hijau berdering.. entah apalagi yang kini ia ungkapkan melalui chat pesan. aku abaikan telepon dan pesan darinya. aku mencoba membuka akun sosial media ku. kini ada nama akun meri antika yang meminta pertemanan dengan ku. sebelum memutuskan untuk menerima permintaannyaaku lebih memilih untuk melihat foto yang ia gunakan untuk profilnya..


'gadis dengan wajah yang manis' batin ku. setelahnya aku menerima permintaan pertemanannya. ia kini juga jadi teman ku. aku memberanikan diri untuk melihat apa- apa saja yang ia posting. semakin aku scrol ke bawah semakin aku terperangah.


'ya allah.. ternyata mereka sedekat itu ??' jerit batin ku. aku membekap mulut ku tatkala melihat foto yang di unggah meri beberapa hari yang lalu dengan caption 'pacar baru.. ter ter tersayang'

__ADS_1


seketika dada ku rasanya sesak. ada yang menyayat ulu hati ku. ini pedih.. ini sangat sakit.. air mata ku pun ikut menyirami luka hati ku hingga rasany semakin pedih.


[benar dugaan ku gus.. kamu ada sesuatu dengannya] secepat kilat aku mengirim pesan ke pada gusti.


__ADS_2