Hinaan Dari Keluargaku

Hinaan Dari Keluargaku
5. bak langit dan bumi


__ADS_3

lebaran yang di nanti- nanti setelah melewati bulan ramadhan pun tiba. tentunya semua umat muslim berlomba-lomba memakai baju terbaiknya. namun aku tak begitu ingin bermewah-mewahan. terbiasa hidup dengan seadanya tetap tak mengubah ku ketika kini roda perekonomian kami berada di atas. walau orang tua ku tak pernah pelit memberikan uang. tapi aku tetap tak pernah berlebihan. aku lebih banyak menabung di bandingkan memfoya-foyakan uang yang sudah di berikan orang tua padaku. aku juga tak pernah iri bila orang tuaku lebih besar memberikan uang nya pada sodara- saudara ku di banding kan aku. aku juga tak pernah menaruh dendam pada mereka.


rumah ini begitu ramai karena sanak saudara semuanya berkumpul di sini. ayah ku adalah satu- satunya yang tersisa dari 9 orang mereka bersaudara. jadi ia kini yang di kunjungi oleh anak cucu dari almarhum dan almarhumah saudara-saudaranya..


"assalamualaikum.." terdengar suara yang membuat bulu kuduk ku meremang mengucapkan salam. semua orang yang mendengarnya dengan serentak menjawan salam itu.. suara itu milik hanan..

__ADS_1


ia tersenyum sumbringah menyalami semua orang di rumah ini juga tak luput dengan sanak famili yang masih betah berlama-lama di sini.


ketika ia berjalan ke arah ku, aku beranjak pergi ke dalam kamar ku. aku tak ingin ia menyentuh ku lagi walau hanya sekedar bersalaman. cukup rasa trauma yang ia berikan pada ku. aku juga tak ingin heni berfikiran buruk tentang ku, jauh dalam lubuk hatiku. aku sangat menyayangi heni walaupun ia tak pernah memperlakukan dan menganggap ku sebagai saudarinya.


aku menyibukkan diri dengan membuat rajutan di kamar ku. entah sudah berapĂ  lama aku berdiam diri di kamar hinggaaku bisa menyelesaikan satu sapu tangan hasil rajutan ku.. perut ini rasanya keroncongan dan sepertinya harus segera aku isi.

__ADS_1


"haiii.." ucapnya sambil menyender kan tubuhnya pada kusen pintu kamar mandi..


deg..


mengapa ia masih di sini ?? aku dengan cepat menaruh piring ke tempat piring kotor. dengan berlari aku meninggalkannya yang masih berdiri di tempatnya tadi. kembali aku ingin masuk ke kamar ku. ketika akan masuk ke kamar aku melihat heni sedang duduk di sofa di depan kamar ku. ia menatap ku dengan tatapan menghunus. aku abaikan lagi ia yang dengan terang- terangan memancing keributan dengan ku.

__ADS_1


"hahhh setia banget dia menunggu kekasihnya yang seperti kucing lapar itu.." aku bergumam sendiri ketika merebahkan diri di tempat tidur ku. akan tetapi ketika aku ingin memejam kan mata tubuh ku terasa ada yang menindih. aku ternganga melihat siapa yang menindih ku..


"kauuuu !! enyah lah dari ku"


__ADS_2