
pov. heni
kring..
kring..
kring..
aku melihat layar hape ku di sana ada nama alman yang sedang menelpon ku. aku beranjak keluar dari kamar kost kia untuk menerima telepon alman.
"halooo..." aku menyapa alman dengan suara setengah berbisik.
"haloooo heni sayang... kamu lagi di mana ? kenapa suara kamu begitu ?."
"aku sedang di kost kia, aku takut dia mendengarkan semua yang sudah kita rencanakan.."
"bagussssss.... mulai lah mendekat kan diri padanya sayang.. agar dia tidak lagi waspada akan bahaya yang datang dari mu.. sesekali kamu harus pandai bermain cantik.." alman terdengar dengan semangat mengguruiku.
"tentu dong sayang.. misi kita kali ini harus sempurna keberhasilannya. kamu lagi di mana nih ?"
__ADS_1
"aku sedang di rumah mu sayang.."
"heh begok !!!. kalau sedang di rumah ku jangan menyinggung tentang rencana kita. di sana banyak orang. nanti tujuan mu datang ke sana terbongkar !!" aku sangat kesal dengan kebodohan alman..
"ssttttt.. jangan ngegas gitu dong.. aku lagi istirahat di kamar tamu sendirian. jadi sangat aman lah untuk membahas misi kita" kilah alman yang membuat hati ku sedikit lega..
tak berapa lama aku mengakhiri pembicaraan ku dengan alman. masih dengan suara setengah berbisik, aku takut kia mendengar pembicaraan kami. saat aku menoleh ke arah pintu kamar kia yang tadi terletak di belakang ku, alangkah terkejutnya aku karena mendapati kia berdiri di sana.
"su-sudah lama kamu berdiri di situ dek ??" aku mencoba mengatasi rasa gugup yang berkecamuk dalam diri ku.
"nggak kok kak, baru aja. cari makan yok kak.. aku lapar.."
selang setengah jam pesanan kami pun datang.
"besok pulang kampung yok dek.. entah mengapa rasanya aku sangat rindu sama emak.."
"tapi gi mana kuliah ku kak ??. kan masa liburan ku udah habis."
"besok kan sabtu.. habis jam kuliah kita berangkat dan minggu sore kita balik kemari lagi.. kan aman kuliahnya"
__ADS_1
"hmmm boleh.. tapi kenapa tiba- tuba kakak pengen pulang ? selama di sini kakak nggak pernah pulang loh.."
"justru itu.. rasanya aku sudah sangat rindu dengan suasana rumah.."
setelah itu tak ada lagi pembicaraan anatara kami.
ke esokan harinya tepat pukul 14.20 aku sudah tiba di bandara. tapi kia belum juga datang. setengah jam lagi pesawat yang kami tumpangi akan berangkat. ku harap dia tak sedang mengerjai aku. bisa saja dia tengah bersandiwara pura- pura tak mendengar obrolan ku dengan alman demi untuk mengerjai aku.
sepuluh menit lagi pesawatnya sudah akan berangkat..tak henti- hentinya aku melirik jam yang bertengger di pergelangan tangan ku..
"kemana sih si cecunguk itu !!" rutuk batin ku yang mulai gelisah menunggunya..
"kak.. maaf ya aku tadi ada jam kuliah tambahan" akhirnya kia datang juga tepat dua menit sebelum jam keberangkatan.
"huufftttt.. kamu tu ya.. harusnya ngasih kabar biar aku nggak khawatir dek" sebenarnya aku bukan mengkhawatirkan dia kenapa- napa atau bertujuan baik padanya. aku lebih khawatir jika dia tak jadi ikut dengan ku, aku dan alman tak bisa menjalan misi kami.
---------------
sesampainya di rumah aku dan kia di sambut hangat oleh anggota keluarga yang lain. mereka semua percaya jika aku telah berubah dan kini juga menyayangi kia. tapi.. ada yang aneh dengan alman..
__ADS_1