Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Kebenaran


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit, Ken pun datang membawa amplop coklat yang di minta oleh Darren. Dengan hati was-wasnya Ken menyodorkan amplop coklat itu, berharap Darren tidak terkejut setelah mengetahui siapa anaknya yang selama ini dia cari.


"Ini Tuan, saya harap Tuan bisa menerima semuanya," ujar Ken. Darren hanya bisa mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti apa yang telah di ucapkan Ken.


Darren segera membuka amplop coklat itu. Namun, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan menunda amplop coklat yang dia pegang untuk di buka.


"Hallo! Baiklah, terima kasih Pah sudah membantu Darren mengatasi semuanya. Maafkan Darren karena terlambat datang ke perusahaan di sana," ujar Darren menerima tlp dari Papah Farrel.


"Tidak masalah, tadinya Papah mau ke Indonesia hari ini. Tetapi mendengar perusahaanmu harus ada meeting yang sangat penting, Papah segera datang ke perusaanmu mewakili kamu yang telat sampai di sini," balas Papah Farrel. Tidak lama sambungan tlp mereka berakhir. Darren mengehembuskan nafasnya lega, Karena perusahaannya berhasil di selamatkan dari omongan para pejabat tinggi.


"Aku tidak jadi ke negara A, kalian bubarlah aku akan pulang," ujar Darren menyuruh pilot dan co pilot bubar juga para pengawal di sana kembali ke tempat bekerja semula.


"Ken kau uruslah perusahaan untuk beberapa hari. Aku akan mengambil cuti libur untuk satu Minggu," perintah Darren kepada Ken.


"Baik Tuan, Anda tidak perlu khawatir tentang perusahaan akan saya jalankan dengan sangat baik," sahut Ken membungkukkan badannya.


"Pergilah," titah Darren. Ken pun berlalu pergi meninggalkan Darren yang sedang memegang amplop coklat.


"Semoga Tuan Darren segera membuka amplop coklat itu, biar dia bisa membalaskan apa yang telah Nona Aida alami selama hidupnya," batin Ken.


Darren membuka pintu mobil, dirinya sangat pensaran dengan isi amplop coklat yang belum dia buka beberapa hari ini. Darren segera membuka Amplop itu, dirinya tercengang melihat apa isi dari amplop coklat yang dia pegang.


"Aida," lirih Darren menteskan air matanya.


Darren juga membaca info mengenai Aida dari kecil hingga dewasa. Tangannya mengepal geram setelah apa yang dia tahu mengenai anak aslinya. Nayra adalah anak dari Jimy yang selalu dia puja-puja dan juga selalu Darren sayangi. Ternyata anak asli yang selama ini di sembunyikan Nancy mengalami kekerasan dalam hidupnya. Aida yang malang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.


"Jahat sekali kamu Nancy, dia melampiaskan semua kekesalannya kepada anakku sendiri. Kurang ajar akan aku kasih dia pelajaran yang amat sakit untuknya," pekik Darren di dalam mobil.


Mobilnya melaju kencang menuju apartemen yang kini ada Surya dan juga Clara yang berkunjung ke sana. Sungguh Darren tidak menyangka bahwa anak yang pernah dia tolong dari kejaran orang tidak di kenal itu adalah anak kandungnya sendiri.


"Maafkan Papah sayang, tolong jangan pernah membenci Papahmu ini," lirih Darren menangis sembari mengendari Mobil.


Beberapa menit kemudian Daren sudah sampai di apartemen, pintu apartemen Darren buka sangat lebar. Namun, tidak ada siapa-siapa di sana, Darren kalap tidak tahu harus apa, setelah dia berdiam diri di ambang pintu. Darren segera menghubungi Surya karena tahu Surya ada di apartemennya sejak pagi.


"Hallo, kalian di mana!" Tanya Darren dengan hati-hati.


"Kami ada di rumahmu, sekarang kau cepat kemari atau kau akan menyesal atas apa yang terjadi," ujar Surya dengan nada dinginnya.

__ADS_1


Darren segera berlari menuju rumahnya, entah apa yang terjadi kepada Aida. Darren takut anaknya di bawa oleh orang yang selama ini mengawasinya.


"Tidak, aku tidak mau kehilangan darah dagingku lagi," pekik Darren di dalam mobil.


Sementara di rumah Darren, semua orang sedang berkumpul termasuk semua supir juga pelayan.


Surya juga sudah menyebar semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Amira yang tiba-tiba hilang di depan apartemen.


"Sial, semua ini sudah di rencanakan oleh para penjahat itu. Semua cctv mereka rusak dan kita tidak tahu Amira di bawa ke mana oleh para pria bertopeng itu," pekik Surya.


Aida menangis dan juga Clara mencoba menenangkan Aida yang kini sedang meraung. Mengingat Amira membuka pintu dan di suruh ke lantai bawah, alasan ada yang mau bertemu dengannya. Tanpa Surya dan Clara curigai, Amira sudah mereka culik dan entah tidak tahu mereka membawa ke mana Amira.


Darren sudah tiba di rumah miliknya, terlihat Surya sedang berbicara kepada seseorang di sambungan ponselnya. Aida menangis lagi di peluk oleh Clara. Darren masih belum mengerti apa yang telah terjadi.


"Ada apa ini?" Ujar Darren melangkah menuju Surya.


"Lihatlah kedua bodyguardmu! Mereka pingsan di pukul oleh orang yang tidak di kenal, juga Amira berhasil di culik," ujar Surya menjelaskan.


Darren tercengang entah apa yang terjadi, dirinya melihat Aida menangis. Segeralah dia menghambur memelu Aida di hadapan Clara, membuat Clara kaget atas apa yang telah dia lihat.


"Sayang maafkan Papah," ujar Darren memeluk erat dan mencium kening Aida.


"Nanti Papah jelaskan semuanya," ujar Darren menangis. Clara tercengang mendengar penuturan Darren yang menyebut dirinya Papah.


"Papah?" Tanya Clara kaget.


"Kakak akan jelaskan semuanya, Amira di mana dia?" Ujar Darren kembali bangkit menghampiri Surya.


"Dia di culik dan juga semua cctv yang ada di apartemen lokasi kejadian mereka telah merusaknya. Tapi kamu tenang saja pemilik apartemen itu sudah aku kasih pelajaran supaya dia mengatakan apa yang telah terjadi," ujar Surya santai.


"Di culik! Tidak siapa yang telah menculik Amira," ujar Darren mengepal geram. Dirinya segera menghubungi semua anak buahnya untuk mencari Amira.


"Kalian tenang saja, aku sudah memasangkan cif pelacak di dalam cin-cin yang aku pakaikan dulu," ujar Darren.


"Apa yang kamu katakan?" Tanya Surya.


"Aku telah memasang Cin-cin pernikahan itu dengan menempelkan cif di dalamnya," ujar Darren.

__ADS_1


"Untunglah kamu pintar," timpal Surya.


Darren tidak mengerti, siapa orang yang telah menculik Istrinya itu. Dengan cekatan Darren segera masuk ke dalam ruang kerjanya untuk mencari tahu keberadaan Amira.


"Kita harus pergi ke lokasi itu," ujar Surya.


Mereka pun menghubungi semua anak buahnya masing-masing untuk menuju ke tempat penyekapan Amira.


"Kalian mau ke mana?" Tanya Clara.


"Sayang, kamu tunggulah di sini bersama Aida. ada Robby juga Izal yang akan menjaga kalian di rumah ini. Dan mengenai Darren tadi kita akan menjelaskan setelah masalah Amira selesai," ujar Surya mengecup kening Clara dengan lembut.


"Baiklah, kalian hati-hati," ucap Clara, Darren dan juga Surya segera melangkah pergi menuju lokasi di mana Amira berada.


"Aida, kamu istirahat saja dulu," titah Clara dengan lembut mengusap kepalanya.


"Tante, kenapa Kak Darren bilang kalau dia adalah Papahku?" Tanya Aida.


"Setelah nanti mereka pulang, kita akan mendengar semua penjelasan dari Kak Darren," sahut Clara tersenyum.


Di dalam mobil, Darren mengepal geram setelah tahu siapa orang yang telah menculik Amira.


"Brengs*k," pekik Darren di dalam mobil.



Clara.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH

__ADS_1


RANTING 5


__ADS_2