
Flashback.
"Amira," ucap pelan Aldo.
Nancy terperajat saat mendengar Aldo menyebut nama Amira. Nancy segera membangunkan Aldo yang kini berada dalam pelukannya. Setelah melakukan adegan panas seharian ini, mereka berdua tertidur lelap.
"Apa yang dia bilang Amira wanita kampung itu? Ahh rasanya tidak mungkin wanita itu kenal Aldo," ujar Nancy masih dalam pikiran bingungnya.
"Amira," pekik Aldo. Yang membuat Nancy terkejut atas apa yang dia dengar.
"Apa yang kamu katakan! Amira?" Tanya Nancy berhati-hati.
Aldo segera bangun dari tempat tidur dan segera memungut bajunya yang sudah berserakan di lantai. Aldo pun berpikir untuk lepas dari genggaman Nancy dia harus bisa memanfaatkan Nancy untuk mencari di mana Amira berada dengan memberikan dia imbalan.
"Piuhh, kau segera bersihkan dirimu terlebih dahulu, aku ada satu pekerjaan untukmu," ujar Aldo duduk di tepi tempat tidur.
"Apa yang kamu katakan?" Tanya Nancy segera memakaikan bajunya.
"Aku mencari Amira, dia wanita yang sudah lama aku mencarinya. Kalau bisa kau cari dia sampai ketemu setelah kau dapatkan wanita itu aku kau kasih imbalan uang atau apartemen mewah untukmu," ujar Aldo menantang Nancy.
"Amira? Apa kau bisa melihat photo wanita tersebut?" Tanya Nancy kembali.
"Aku tidak punya photo wanita itu," balas Aldo.
__ADS_1
"Apa aku coba perlihatkan photo wanita kampung itu! Siapa tahu Amira yang Aldo maksud adalah dia orangnya. Walaupun ada rasa sedikit ragu kalau Aldo mengenal Amira," batin Nancy tersenyum licik.
"Aku punya photo wanita kampung yang telah merebut semua kebahagiaanku. Dia merebut suamiku dan juga kesenanganku, namanya Amira," ujar Nancy mendekati Aldo.
"Amira, kenapa namanya sama dengan Amira yang aku cari, perlihatkan photo wanita itu," pinta Aldo kepada Nancy.
Nancy pun segera meraih ponselnya yang ada di tas miliknya. Nancy segera memberikan photo Amira dulu yang masih bekerja di perusahaan Darren.
"Kenapa dia sama seperti Amira yang aku cari! Dia orangnya kau harus bawa dia kehadapanku sekarang juga!" Tegas Aldo membuat Nancy tercengang.
"Apa kau yakin Amira ini orang yang kamu cari?" Tanya Nancy meyakinkan.
"Iya benar, kalau kamu mendapatkan Amira secepatnya. Aku akan memberikanmu sejumlah uang juga apartemen mewah untukmu," seru Aldo tersenyum senang.
"Oke baiklah, aku akan mencari di mana dia sekarang," seru Nancy. Aldo pun tersenyum bahagia karena sebentar lagi dirinya akan bertemu lagi bersama Amira. Wanita yang pernah dia temui di malam saat Aldo memanggil wanita malam dan ternyata Amira yang dia boking saat itu.
"Sebentar lagi aku akan bertemu denganmu Amira," seru Aldo.
Flashback off.
"Kau sudah tahu siapa yang melakukan semua ini?" Tanya Surya kepada Darren.
"Dia adalah mantan Istriku aku tidak terima kalau Amira sampai terluka olehnya," seru Darren mengepal tangannya geram.
__ADS_1
Darren tidak percaya bahwa Nancy yang telah melakukan penculikan terhadap Amira.
Darren berjanji setelah Amira dia selamatkan, dirinya akan menghukum Nancy seberat-beratnya atas perlakuan Nancy terhadap anak dan Istrinya.
"Aku tahu Nancy sangat licik, seperti yang aku katakan. Tidak ada yang lebih baik dari Amira buat kamu, pilihan Clara selalu tepat bukan! Dia wanita yang baik buat kamu, dan semoga saja dia menerima Aida sebagai anak tiri kamu," ujar Surya.
"Kamu memang benar, banyak kesalahan yang aku perbuat pada Amira. Sekarang aku harus meyakinkan Amira bahwa aku sudah mempunyai anak dari Nancy," lirih Darren.
"Percayalah, Amira akan menerima kamu apa adanya," ucap Surya memberi semangat.
Setelah sampai di tempat tujuan, Darren melihat mobil yang terparkir adalah mobil Aldo yang tidak lain adalah temannya sendiri.
"Mobil Aldo kenapa ada di tempat penyekapan Amira?" ujar Darren bertanya-tanya dalam benaknya.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
__ADS_1
RANTING 5.