
Amira hanya diam belum bisa menjawab ucapan Darren karena mendengar nama Aldo saja membuat Amira kesal. Di dalam mobil hanya ada keheningan malam yang membuat mereka merasa kikuk sendiri. Setelah beberapa menit mereka tidak mengeluarkan suara satu sama lain. Suara mobil di ketuk oleh Surya membuat keduanya terkejut.
"Kalian pergi saja, aku akan pergi memakai mobil yang satunya," ucap Surya membuat Darren tersenyum.
"Baiklah, aku pergi duluan. Apa kau sudah mengurus Nancy?" Tanya Darren.
"Sudah, semua sudah aku lakukan seperti apa maumu," seru Surya.
Mereka pun berpisah, karena Surya tidak mau mengganggu Amira juga Darren. Keduanya merasa canggung sendiri setelah Surya pergi meninggalkan mereka dan menyuruhnya pergi bersama.
"Amira, aku!" Ucapan Darren gugup.
"Kenapa aku gugup sekali di hadapannya," batin Darren.
Tidak lama, Darren menatap intens ke arah Amira. Wajah cantik Amira membuat Darren ingin terus memandangnya. Tapi ada sesuatu hal yang Darren mengganjal dari Amira. Sosok sekarang mengingatkan dirinya menolong wanita yang saat ini sedang di cari olehnya. Amira menundukan wajah dengan rambutnya terurai membuat Darren mengingat wanita malam yang dia selamatkan dulu.
"Amira," ucap Darren membuat Amira heran.
"Ada apa?" Tanya Amira lembut. Jantung keduanya kembali membuncah tidak dapat di kendalikan oleh mereka.
__ADS_1
Darren mendekatkan dirinya kepada Amira membuat kedua nafas mereka beradu. Darren segera menempelkan bibirnya ke bibir Amira membuat Amira tercengang atas apa yang di lakukan Darren kepadanya.
"Aku mencintaimu Amira," seru Darren di dalam pung*tannya. Amira hanya diam tidak menjawab ucapan yang Darren lontarkan. Ci*man itu semakin dalam sehingga membuat Darren hilang kendali. Setelah selesai dengan kegiatan mereka, Darren meminta maaf juga segera melanjukan mobilnya dengan tenang walaupun deburan jantungnya sedang meloncat-loncat.
Amira hanya bisa diam setelah apa yang terjadi beberapa menit lalu. Dirinya masih memikirkan ucapan yang terlontar dari mulut Darren, Amira hanya bisa mencerna baik-baik belum bisa menjawabnya. Mungkin Darren tidak mau menunggu lama tentang perasaanya, sehingga dia mulai berani mengatakan kata itu walaupun belum di jawab oleh Amira.
Di tempat lain.
Darren menyuruh Surya memberikan obat perangsang sehingga membuat Nancy kehilangan kendali. Surya segera meninggalkan Nancy setelah memberi kan pelajaran kepada keduanya. Darren menyewa dua preman untuk melayani Nancy dia tidak peduli lagi dengan semuanya. Setelah mereka mengijinkan dua preman untuk memuaskan Nancy, Darren menyuruh mereka merekam kegiatannya setelah itu Darren akan dia mengirim vidio panas Nancy kepada Jimy.
Senjata untuk mengahurkan Nancy sudah Darren mulai. Dia tidak peduli lagi dengannya, Nancy akan kewalahan dengan apa yang akan di lakukan dua preman sewaannya.
"Rupanya dia sudah mulai bereaksi," ucap salah satu preman yang sudah tidak sabar ingin mencicipi Nancy.
"Kalian jangan mendekatiku. Aku tidak sudi di sentuh oleh kalian," seru Nancy. Namun, mereka hanya bisa tertawa setelah apa yang di ucapkan Nancy.
Obat itu sudah mulai beraksi, Nancy kepanasan. Bajunya dia buka semuanya dan tidak ada sehelai benang pun yang menutupi badannya. Dirinya meronta-ronta kepada dua preman yang ada di kamar itu untuk segera memuaskannya.
Nancy hilang kendali, dia segera menghambur dua preman itu untuk meminta kepuasan kepada mereka.
__ADS_1
Setelah dua preman itu, melucuti badannya masing-masing. Keduanya mengerjakan tugasnya untuk menghunjami Nancy, suara erangan dari kamar itu terdengar sangat merdu. Dua preman itu memberikan kepuasan kepada Nancy, tidak peduli Nancy sudah meringis kesakitan di bagian bawah karena kedua preman itu bermain dengan kasar. Nancy yang kalap dengan nafsunya menahan semuanya. Dirinya menangis setelah dua preman itu menikmatinya lalu, mereka meninggalkan Nancy yang terkapar lemah di lantai. Mereka berdua segera mengirim vidio aksinya kepada Darren.
"Kamu jahat Darren," Isak tangis Nancy menahan sakit di bagian bawahnya karena permainan kedua preman itu sangatlah kasar tidak ada lembut sedikit pun dari keduanya
Tubuh Nancy lunglai, setelah itu dia di jemput oleh orang suruhan Darren untuk meringkus Nancy kembali. Hukuman ini supaya dia kapok, juga Darren sudah menyiapkan lagi hukuman buat Nancy yang kini sedang menanti. Aldo yang terkapar lemah hanya bisa meringis kesakitan di dalam ruangan kosong juga gelap gulita. Tidak ada yang bisa menolongnya saat ini. Kakinya terluka akibat bekas tembakan timah panas membuatnya tidak bisa berjalan. Wajahnya babak belur akibat hantaman bekas Darren mengamuk.
"Tidak! Aku harus bisa lolos dari sekapan ini," seru Aldo menjerit menahan sakit.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
HADIAH
VOTE
RANTING 5.
__ADS_1