
Ken datang memberitahu Jimy sudah berada di Indonesia. Semalam Jimy sudah di sekap olehnya, akan tetapi karena mereka sibuk jadi di urungkan niat untuk mengerjai Jimy.
Darren pun pergi meninggalkan rumah, membawa sesal kepada Jimy karena telah merusak masa depan temannya.
"Ken maafkan aku, karena telah menyuruhmu menikahi Lusi yang sudah berbadan dua," mohon Darren menatap ke depan sesekali melirik ke arah Ken. Rasanya ia telah menjerumuskan sahabat, teman juga sodara laki-lakinya itu untuk menerima Lusiana.
"Tuan tidak perlu meminta maaf, aku sudah melamarnya. Aku akan membawa Lusiana ke jalan yang benar, semua manusia punya kesalahan. Jadi untuk Lusi aku bisa memakluminya," sahut Ken.
"Tapi Lusiana sudah tida virgin lagi untukmu," ucap Darren kembali.
"Tidak masalah, bagiku Tuan, asalkan dia menghormatiku setelah menjadi suaminya," timpal Ken tenang.
Darren kagum kepada Ken, tidak banyak orang seperti Ken yang telah menerima wanita sedang berbadan dua mengandung anak orang lain. Darren berjanji akan membalas semua ketulusan dan kebaikan Ken untuknya. Selama ini, sebagai hadiahnya ia akan memberikan saham untuk Ken, jadi setelah menikah Ken akan Darren pensiunkan menjadi asistennya. Memberikan kantor untuk Ken dan menyuruhnya mengembangkan perusahaan itu untuk anak juga Istrinya.
"Aku sudah memikirkan honeymoon kita Ken," celetuk Darren tanpa sadar.
"Hah, honeymoon kita! Aku masih waras Tuan, aku punya calon. Tuan juga punya Istri, kenapa mengajakku untuk honeymoon bersamaku," seru Ken menolak.
Darren terkekeh melihat raut wajah Ken yang panik mendengar penuturan katanya. Ken hanya salah paham kecil padanya.
"Kenapa aku harus honeymoon denganmu! Maksudku, aku mengajakmu honeymoon bareng setelah kau menikahi Lusi. Kita pergi ke negara J," seru Darren. Mendengar itu, Ken menjadi tegang, di dalam hidupnya ia tidak pernah menyentuh wanita, apalagi untuk honeymoon.
"Ta-pi."
__ADS_1
"Tidak ada penolakan Ken," timpal Darren memotong kalimat.
Sesampainya di tempat Sekap Darren segera menggebrak pintu hingga Jimy yang sudah terikat kaget. Sorot mata tajam ke arah Jimy, tidak dapat di bayangkan bahwa Darren lah yang tengah menculiknya.
Bugh.
Pukulan bertubi-tubi melayang ke wajah Jimy. Tidak bisa melawan amukan Darren. Jimy terhuyung jatuh ke lantai. Dar*h segar keluar dari mulut juga hidungnya.
"Berani sekali kau merenggut kesucian temanku," sarkas Darren mencengkram kuat kerah baju Jimy.
"Apa yang kamu katakan?" Tanya Jimy.
"Kau menghamili Lusi, setelah tahu Lusi hamil kau pergi meninggalkannya dan berniat menikahi wanita lain, ingat! Kau telah merebut Nancy dariku kala itu sekarang kau merebut kesucian temanku juga," Darren melemparkan Jimy ke lantai lagi.
"Ingat, hidupmu akan hancur," pekik Darren meninggalkan Jimy yang tengah terkapar lemah.
Satu jam telah berlaku. Amira gelisah karena tahu Darren akan membuat Jimy pelajaran membuatnya khawatir.
Darren datang membawa wajah kacaunya, ia segera masuk ke dalam kamar mandi. Amira menghembuskan nafas berat, karena tahu Suaminya sedang bergejolak amarah. Amira membiarkan suaminya meredam semua emosi di kamar mandi.
Lima belas menit kemudian.
Darren keluar mengenakan lilitan handuk kecil di lingkar pinggangnya. Amira hanya bisa diam duduk di sofa setelah ia menyiapkan baju untuk suaminya.
__ADS_1
Darren segera mendekati Amira, tetesan air membasahi wajah Darren menjadi terkesan seksi. Badan kekar, wajah tampan itu membuat Amira tidak berkutik, jantungnya kembali membuncah begitu juga Darren.
"Kau mau apa?" Tanya Amira terbata. Sekujur tubuhnya meremang ketika wajah Darren sudah menempel di hidung miliknya.
Kebiasaanya Darren ia segera mel*mat bibir seksi Amira dengan lembut membawa Amira melayang ke atas awan. Tangannya mulai menjalar menyusuri setiap inci tubuh Amira. Tidak mau munafik Amira menyukai permainan Darren.
"Apa kau siap?" Tanya Darren.
"Hmm." Amira mengangguk tanda setuju.
Akhirnya mereka melakukan kewajiban suami istri. Darren segera menggendong Amira ke dalam dekapannya menuju tempat tidur. Untuk pertama kali, Amira merasakan sakit amat di bagian bawahnya. Darren melakukanya dengan lembut untuk membawa Amira kembali melayang.
"Aku akan melakukannya pelan saja," bisik Darren membuat buku kuduk Amira meremang kembali. Amira mengangguk tanda setuju membuat Darren bersemangat.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
__ADS_1
RANTING.