
"Aldo," pekik Darren segera menghantam badan Aldo yang lagi mencengkram Amira di balik tembok. Terlihat Amira dengan wajah kacaunya membuat Darren emosi meluap.
"Darren," ucap Aldo.
Bugg.
Hantaman untuk kedua kalinya dari tangan Darren mengenai wajah tampan Aldo yang kini sudah terkapar di lantai. Aldo tidak menyangka kenapa Darren bisa ada di lokasi penculikan, juga apa hubungannya dengan Amira.
"Kau sudah melecehkan juga melukai Istriku," pekik Darren kembali menghantam Aldo.
"Kau suami Amira?" Tanya Aldo. Namun, bukannya balasan ucapan yang di berikan Darren melainkam hantam kuat dari tangannya membuat Aldo kembali tersungkur.
"Menjijikan, aku sudah menganggapmu sebagai sahabat juga sebagai sodaraku sendiri. Tapi rupanya kau lebih dari baj*ngan yang aku ketahui. Bisa-bisanya kamu menculik Istriku," Darren menghantam kembali, sehingga Aldo kehilangan tenaganya untuk membalas hantaman Darren kepadanya.
Darren melihat Amira di pojok merangkul badannya sendiri dan menangis. Terlihat luka di bagian bibir berdarah akibat pukulan keras dari Aldo juga pipinya memerah akibat cengkraman kuat Aldo.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Tanya Darren memeluk Amira dengan erat membuat Amira tercengang atas apa yang di ucapkan Darren kepadanya. Amira hanya bisa menangis melihat sendu ke arah Darren.
"Kau terluka, kita pulang dan langsung ke rumah sakit," ucap Darren. Melihat baju robek di bagian gunung kembar milik Amira membuatnya emosi Darren meluap. Untung saja dirinya tepat waktu sebelum Aldo melakukan sesuatu Amira.
"Amira milikku," ujar Aldo tersenyum semeriwik.
"Apa yang kamu katakan? Dia Istriku, kau dan Nancy sama saja orang jahat seperti kalian tidak akan aku maafkan," seru Darren bangkit membantu Amira. Tidak lama, Darren segera menggendong Amira dalam dekapannya. Amira hanya bisa diam jantungnya kembali membuncah seperti ingin keluar. Wajah tampan saat rahangnya mengeras membuat Amira jatuh hati kepada Darren di tambah Darren bilang sayang di saat menolong dirinya tadi.
"Kenapa dia tampan sekali, apakah yang dia katakan itu benar aku Istri yang di akuinya," batin Amira memandang lekat wajah tampan Darren.
__ADS_1
"Awas," pekik Surya.
Dor.
Suara tembakan tepat di belakang Darren dan juga Amira. Mereka tercengang melihat Surya sudah ada di ambang pintu menyodorkan pistol dari saku celananya. Terlambat sedikit saja, Aldo berhasil melukai Darren, Surya tepat waktu berada di ambang pintu setelah menyelesaikan tugasnya untuk menangani Nancy. Dirinya melihat Aldo membawa pistol. mengarahkannya ke arah belakang tubuh Darren.
Aldo tergeletak di lantai membuat Amira tercengang setelah apa yang di saksikannya. Aldo meringis kesakitan karena kaki kirinya berhasil Surya lumpuhkan dengan pistol timah panas.
"Cepat kalian pergi! Biar aku yang urus Pria brengsek seperti dia," seru Surya.
Darren yang masih melihat ke arah Aldo segera meninggalkan mereka berdua di ruangan penyekatan.
"Maafkan aku tidak bisa melindungimu," ucap Darren sembari berjalan ke arah mobil mereka.
"Kau terluka, duduklah, biar aku obati luka pada wajah dan bibirmu," ucap Darren memandang lekat wajah Amira.
Darren mengambil kotak obat yang ada di mobilnya, mengoleskan obat ke area bibir juga pipi Amira. Sungguh Darren tidak menyangka Aldo akan berbuat sekeji ini kepada Istrinya. Tidak ada kata ampun untuk Aldo bagi Darren karena telah berani mel*cehkan juga melukai Istrinya.
"Aww," seru Amira.
"Tahan, aku akan membersihkan darahmu ini, kau pakailah jasku supaya baju robekmu tidak terlihat oleh siapapun," ujar Darren melingkupkan jas-nya ke tubuh Amira.
"Terima kasih, aku minta maaf karena merepotkanmu," ujar Amira memandang lekat wajah Darren. Pandangan mereka beradu pandang sehingga membuat keduanya salah tingkah.
Amira kembali menangis mengingat apa yang di lakukan Aldo kepadanya. Ingatan itu akan terbayang di pikiran Amira, sungguh kejadian ini membuat Amira tidak habis pikir apa yang telah di lakukan Aldo kepadanya.
__ADS_1
"Jangan menangis, aku akan selalu ada di sisimu," ucap Darren memeluk Amira sangat lembut.
"Dia mencoba memerk*saku," isak tangis Amira.
"Tapi, kenapa kalian bisa kenal satu sama lain?" Tanya Darren kepada Amira yang tengah menangis.
Amira
Darren.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
HADIAH
VOTE
RANTING 5
__ADS_1