
Di kamar mandi Darren terus memikirkan wanita yang pernah dulu dia tolong. Bagaimana mungkin wanita itu sudah di temukan di saat Darren mencintai Amira. Dirinya sudah berjanji akan menikahi wanita itu jika dia sudah di temukan. Tapi di saat Darren mulai menghapus dan tidak mau tahu lagi tentang wanita itu, sekarang dia muncul membuatnya kesal, karena sekarang sudah ada Amira di hati Darren.
"Kenapa aku bodoh sekali, sekarang wanita itu sudah Ken temukan," pekik Darren masih memandang lekat dirinya di hadapan cermin kamar mandi.
Andai Darren tahu bahwa wanita itu tidak lain adalah Istrinya sendiri. Membuat ia tidak bisa hidup dengan tenang, tidak mungkin Darren menduakan hatinya lagi untuk Amira.
"Tidak, aku harus menyuruh Ken untuk tidak menemui wanita itu. Ini tidak benar, aku sangat ceroboh kenapa dulu aku punya pikiran untuk menikahi wanita yang aku tolong. Ide konyol yang akan menghancurkan rumah tanggaku," geram Darren memukul tembok sambil berdecak kesal.
Amira masih menunggu Darren keluar dari kamar mandi. Sudah hampir satu jam Darren masih di dalam kamar mandi tapi, belum ada tanda-tanda dirinya keluar.
"Apa yang dia lakukan di dalam kamar mandi," ujar Amira menaruh baju yang sudah dia pilih untuk di pakai oleh Darren.
Pintu kamar di ketuk oleh asisten rumah tangga mereka.
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu begitu nyaring di telinga Amira. Ia segera membuka pintu kamarnya dan terdapat Asisten memberikan kabar kepada Amira.
"Nyonya, ada Tuan Ken datang kemari," ucap sang Asisten.
"Suruh dia duduk dan menunggu," sahut Amira ramah.
__ADS_1
"Baiklah Nyonya, dia ingin bertemu Tuan Darren Saya permisi dulu," ujar Asisten itu dan berlalu pergi.
Amira menutup kembali pintu kamarnya dan terdapat Darren keluar kamar mandi hanya mengenakan lilitan handuk kecil yang melingkar di pinggangnya. Amira menunduk malu melihat tampilan sang suami yang begitu seksi, dada bidang milik Darren terlihat kekar juga roti sobeknya terlihat jelas oleh mata Amira.
"Kenapa kamu menundukan pandanganmu," ucap Darren menghampiri Amira yang sedang duduk di sofa sambil terus melihat ke bawah.
"Tidak, segera pakai bajumu," seru Amira.
Darren hanya bisa terkekeh geli mendengar celotehan Amira yang tidak lain Istrinya sendiri.
"Tidak usah malu-malu melihatku memakai handuk mini, nanti kau akan melihatku t*lanjang bulat," goda Darren. Dirinya mendekati Amira sengaja untuk membuat Amira semakin tidak karuan.
"Kenapa kamu mesum sekali, cepat sana pakai bajumu yang sudah aku siapkan. Di bawah sudah ada Ken yang menunggumu," ujar Amira mengalihkan pandangannya.
"Sudah berapa lama dia menungguku?" Tanya Darren.
"Tidak lama kau keluar dari kamar mandi," sahut Amira.
Darren semakin gemas melihat tingkah laku Amira yang masih malu-malu melihat penampilan dirinya. Ia sengaja mendekati Amira untuk menggodanya juga memperlambat untuk menemui Ken yang tengah menunggunya.
"Mau apa mendekatiku," seru Amira.
__ADS_1
Darren terkekeh, melihat gunung kembar milik Amira yang begitu seksi saat mengenakan kaos oblong yang juga mencetak gunung itu membuat junior Darren yang ada di sangkarnya terbangun.
"Ayolah jangan sekarang kau meminta jatah, ini tidak benar. Hasil pemeriksaanku belum aku dapatkan," gerutu Darren.
Darren segera menempelkan bib*rnya dengan sempurna mendarat di bib*r Amira. Ken yang sudah menunggunya tidak dia hiraukan, dirinya asyik menikmati setiap pautan demi pautan di antara mereka semakin dalam. Tangan nakalnya itu berhasil mendapatkan gunung kembar, di saat mereka sedang di mabuk asmara pintu kamar kembali di ketuk oleh sang asisten rumah.
Tok tok tok.
Suara itu membuyarkan keduanya yang tengah bercumb*. Namun, tidak di hiraukan oleh Darren malah semakin menjadi permainan mereka. Amira melepaskan pung*tannya karena mendengar suara ketukan pintu.
"Aku akan membuka pintu dulu, cepat pakai bajumu," titah Amira. Darren berdecak kesal karena adegan mereka di ganggu oleh suara ketukan pintu.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
HADIAH
VOTE
__ADS_1
RANTING 5.