Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Jimy


__ADS_3

Di rumah sakit, Adrian yang melihat keadaan Kakaknya itu membuatnya sangat emosi. Ingin sekali dirinya mencabik dan membunuh sosok Darren yang dulunya di sebut sebagai teman sang Kakak. Aldo masih belum sadar membuat Adrian frustasi, dirinya segera keluar berinisiatip untuk pergi ke club.


"Aku berjanji akan membalaskan rasa sakitmu Kak atas semua yang telah Darren terolehkan kepadamu," pekik Adrian membuka dan menutup kembali pintu mobilnya dengan sangat kasar.


Di ruangan Aldo sedikit bergumam menyebut terus nama Amira. Tidak ada yang tahu bahwa Aldo sangat menginginkan sosok Amira saat ini untuk terus berada di sisinya.


Di ruangan Nancy.


Nancy terus merintih kesakitan di bagian pangkal bawahnya. D*rah itu keluar begitu banyak membuat Nancy histeris, padahal Dokter sudah memberikan obat penahan rasa sakit juga sudah memeriksanya dengan sangat baik agar keadaan Nancy kembali pulih. Akan tetapi itu tidak terjadi, pendarahan di bagian kepemilikan Nancy kembali mengalir banyak.


"Tolong aku," Isak tangis Nancy melihat perawat yang menjaganya sudah tiba di ruangan. Perawat itu pun segera memanggil Dokter untuk menangani pasiennya.


"Kenapa denganku, ini terasa sakit! Aku tidak mau begini terus aku harus bertemu Darren," ucap Nancy sambil menahan rasa sakit yang amat.


Darren telah tiba di rumah sakit yang sama di mana Nancy juga Aldo di rawat. Hatinya yang tidak karuan takut semua yang di pikirkan dirinya terjadi.


"Semoga hasilnya bagus dan aku bebas dari penyakit itu," ucap Darren membuka pintu knop ruangan Dokter William.


"Hai, Darren apa kabarmu," seru Dokter William berdiri menyambut kedatangan Darren yang tidak lain adalah temannya sendiri.


"Aku baik, aku mau bicara sama kamu. Apa kau sibuk hari ini?" Tanya Darren.


"Tidak, duduklah. Angin apa yang membuatmu datang kepadaku," ujar Dokter William.


"Sudahlah, kau segera priksa aku, apakah aku kena HIV atau tidak," ujar Darren to the poin.

__ADS_1


Dokter William pun tertawa mendengar penuturan dari Darren CEO sukses yang selalu mendapatkan penghargaan kedua dari Surya.


Kebetulan juga William berteman baik dengan Surya juga sehingga mereka bertiga selalu bertemu satu sama lain di saat waktu senggangnya.


***


Erangan kenikmatan yang di rasakan Jimy bersama wanita simpannya yang tidak di ketahui oleh Nancy itu membuatnya merasakan sensasi yang luar biasa.


Nafas mereka beradu di tengah-tengah gelapnya malam yang sunyi. Erangan itu terus berpacu membuat tubuh mereka di banjiri keringat satu sama lain. Sudah lama Jimy tidak melakukannya dengan Nancy setelah dia mengetahui bahwa Istrinya itu mengalami penyakit HIV membuat Jimy akan segera menceraikannya.


"Ahhh," seru Selly.


"Apa kau sudah keluar?" Tanya Jimmy.


"Terus Jim, aku suka sekali permainanmu," seru Selly masih menikmati permainan yang di berikan oleh Jimy. Tangan nakalnya menjalar ke area gunung kembar, membuat Selly kewalahan.


"Tiga kali aku menanam benih cinta kita berdua di dalam rahimmu," ujar Jimy dengan nafas terengah.


Selly sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dirinya di buat melayang oleh Jimy malam ini, malam panjang bagi keduanya. Setelah dua bulan mereka tidak bertemu di karenakan Jimy sibuk mengurus semua cabang perusahaannya yang ada di Indonesia juga di negara A.


Jimy akan segera menceraikan Nancy setelah itu dia akan menikahi Selly selingkuhannya. Tidak banyak yang tahu bahwa mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri di saat Jimy memerlukan tub*h Selly.


"Ahhh, sayang aku sudah tidak tahan," suara merdu Selly terdengar indah di telinga milik Jimy. Ritme yang di berikan Jimy semakin cepat agar dirinya menyusul Selly yang sudah keluar duluan.


Badan mereka tumbang di tempat tidur empuk yang mereka tempati. Rasa puas ada di dalam hati Jimy juga Selly yang sebentar lagi akan segera menikah.

__ADS_1


"Aku mencintaimu," seru Jimy memeluk tub*h seksi juga polos milik Selly.


"Apa kau tidak takut kena penyakit yang Istri kamu alami?" Tanya Selly dengan nada pelan.


"Aku tidak merasa takut, hanya denganmu saja aku sering melakukannya tapi tidak dengan setiap wanita. Berbeda dengan Istriku dia selalu berpindah mencari kepuasan sendiri hingga dia aku di campakan olehnya," seru Jimy. Selly yang mendengarnya pun hanya bisa terkekeh geli, setelah itu mereka pun tertidur dengan lelapnya setelah adegan panas yang mereka buat.


Hai readers saya punya jadwal untuk up novel ini yah. Kalau tidak tepat waktu atau telat maaf mungkin saya sibuk, tapi akan di usahakan tepat waktu di jam ini. Kalau misal telat mungkin review sedang berlangsung.


* Pagi jam: 07.00


* Siang jam: 11.00


* Sore jam: 15.00


* Malam jam: 19.00


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH

__ADS_1


RANTING.


__ADS_2