
Amira mengerjap-rejapkan matanya, merasakan ada yang aneh di dalam dirinya. Ia segera bangun. Terdapat tangan kekar melingkari perut ratanya, juga ia tidak mengenakan baju sehelai benang pun.
Amira melotot, ia segera menggulung dirinya dengan selimbut tebal. Badannya terasa remuk, Amira tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang sedang tidur nyenyak. Ia mengusap wajahnya, setelah itu Amira membenarkan lengan Suaminya.
Amira segera berjalan ke arah kamar mandi, ia berdiam diri di depan cermin. Melihat seluruh lehernya terdapat merah-merah bekas semalam. Amira tersenyum tersadar dirinya sudah membuka segel kesuciannya.
Segeralah Amira merendam hangat dirinya di dalam bathtub. Setelah beberapa menit ia keluar dari kamar mandi, Amira melilitkan handuk kecil di atas kepalanya juga kimono putih polos yang ia kenakan. Darren sudah duduk manis sambil memperhatikan Istrinya keluar dari kamar mandi.
"Kamu sudah bangun, cepat mandi akan aku siapkan dulu air hangat," ujar Amira membalikan badannya menghadap kamar mandi. Ia segera mengisi bathtub itu untuk mandi suaminya, tiba-tiba tangan kekar itu melilit kembali perut ratanya. Sontak saja Amira kaget.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Amira terbata.
Darren tampaknya senang melihat Istrinya mengenakan kimono juga handuk kecil di atas kepalanya kesan keseksian Amira begitu terpancar.
"Kita mandi bareng, aku mau kau memandikanku," bisik Darren. Lalu, menc*um leher jenjang Istrinya, ia meremang merasakan sensasi yang sama seperti semalam.
"Ak-u, sudah mandi. Aku juga harus menyiapkan sarapan untuk Aida juga kamu," seru Amira. Darren terkekeh geli, ia segera membalikan badan Istrinya supaya berhadapan.
__ADS_1
"Kau lupa, hari ini kita libur, Aida sudah di urus sama asisten kita untuk sekedar sarapan," bisik Darren menghirup aroma tubuh Istrinya.
Tidak dapat menolak, Amira tersenyum kikuk, ia tahu apa yang di inginkan Suaminya. Darren perlahan membuka kimono, menci*m leher jenjang Istrinya. Tangannya kemana-mana, cium*n itu menjadi panas, mereka melakukannya lagi di kamar mandi.
Erangan kecil dari kamar mandi menyelimuti kehangatan ruangan itu. Darren sepertinya akan menjadi candu, tub*h Amira yang sangat menggairahkan jiwanya. Darren meras tidak puas, ia segera membalik posisi tub*h Amira, Amira merasa sangat remuk. Tapi untuk menolak tidak bisa, tatapan mereka beradu pandangan. Permainan yang di mainkan Darren lembut penuh penghayatan tidak seperti saat bersama Nancy. Arogan juga penuh nafsu, tidak mau membuat luka Amira ia segera membuat ritme pelan.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Darren dengan mata terpejam.
Amira tidak bisa membalas semua apa yang di katakan oleh Suaminya itu. Ia masih menikmati sentuhan juga hentakan kecil untuknya.
"Aku lapar!" Bisik Amira. Darren terkekeh, setelah itu tidak menghiraukannya. Sampai pada puncaknya mereka terengah saling mencengkram kuat.
Amira hanya bisa tersenyum, keringat mereka membanjiri kedua tub*h polosnya. Darren memandikan tubuh mulus Istrinya, mereka saling menatap satu sama lain. Deburan jantungnya semakin cepat, Amira segera memalingkan wajahnya ke arah lain.
Beberapa menit kemudian, ia segera mengambil handuk dan membungkusnya dengan secara perlahan Darren menggendong Amira ke luar. Amira merasa nyaman, pengertian Darren membuatnya tidak karuan.
"Duduklah di sini, aku akan mengeringkan rambut basahmu," ujar Darren sambil menurunkan Amira di kursi rias.
__ADS_1
Darren masih mengenakan handuk kecil melilit dia tubuhnya. Amira sudah terbiasa melihat roti sobeknya suaminya. Darren pun mengeringkan rambut panjang Istrinya, mereka kini saling melengkapi satu sama lain. Perlakuan Darren membuat Amira semakin jatuh hati kepadanya.
Di ruang makan.
Aida duduk sendiri, ia segera mengambil roti dan mengoleskan selai choklat. Aida melamun seketika ia mengingat perkenalannya kemarin dengan Tama. Tama, Pria ketua OSIS yang sangat tampan itu berhasil membuat Aida tidak bisa tidur.
"Kak Tama, kenapa aku selalu memikirkannya. Ah sudahlah besok semoga aku bertemu dengannya lagi, dan tidak bertemu dengan si cunguk Adrian," gerutu Aida. Ia segera menghabiskan rotinya dan segera meminum sus* hangatnya.
HARI INI CUMA DUA EPISODE DULU YAH READERS. UP KEDUA JAM 15, SAYA MASIH SAKIT, DI TAMBAH MALAH MAGH KAMBUH SAMA SAKIT GIGI. SAYA HARAP KALIAN BISA MENGERTI, SETELAH SEMBUH NANTI UP 4X SEPERTI BIASA. SAYA NULIS JUGA BUAT KALIAN TAPI CUMA BISA 2 BAB, MOHON MAAF YAH UNTUK SEBELUMNYA!!
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH
RANTUNG 5.