Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Berhasil di tangkap


__ADS_3

"Kau tunggulah di sini, setelah aku menikmati Amira di dalam sana kau akan aku berikan uang juga apartemen untukmu," ujar Aldo membawa senyum liciknya dan berlalu pergi meninggalkan Nancy yang tercengang.


"Tidak masalah Aldo bersama Amira, yang penting aku akan mendapatkan uang banyak juga apartemen mewah. Satu lagi Darren akan kembali lagi ke pelukanku," seru Nancy tertawa.


Di dalam kamar.


Amira masih pingsan, t*buhnya berbaring di tempat tidur. Wajahnya yang cantik membuat Aldo semakin terpikat, aroma tubuh Amira membuat Aldo semakin ingin memiliki Amira seutuhnya. Amira mengerjap-ngerjapkan matanya, melihat Aldo yang sudah melepaskan bajunya yang melekat di tubuh kekarnya membuat Amira terkejut.


"Kau miliku malam ini sayang," Aldo menyeringai. Amira segera bangun dan mundur karena Aldo semakin mendekatinya.


"Tolong lepaskan aku, aku sudah punya suami yang mencintaiku," lirih Amira ketakutan, padahal Amira tidak tahu apakah Darren sudah mencintainya atau malah membencinya, Amira hanya asal bicara supaya Aldo mau melepaskan dirinya. Tubuhnya bergetar hebat melihat Aldo yang sudah dekat dengannya. Melihat tubuh kekar Aldo Amira menutup kedua matanya dengan tangannya yang bergetar.


"Kau masih punya hutang padaku, kalau pun kau sudah punya suami itu bagus biar suamimu menceraikanmu dalam waktu dekat ini karena kita sudah melakukannya," seru Aldo menyeringai.


Amira menangis, dirinya segera beranjak dari tempat tidur. Akan tetapi tangannya berhasil Aldo raih sehingga Amira terpental ke pelukannya. Dirinya sungguh takut melihat Aldo yang begitu menyeramkan bagi Amira, dirinya terus berdoa berharap bantuan datang kepadanya.


Amira melawan sebisa mungkin. Namun, bukannya Aldo marah kepada Amira. Akan tetapi amukan Amira malah membuat Aldo semakin nafs* ingin segera menuntaskan hasr*tnya. Amira berteriak meminta tolong, akan tetapi semuanya sia-sia.


"Aku tidak sudi di sentuh olehmu," geram Amira segera mencakar wajah milik Aldo hingga meninggalkan bekas luka cakaran di area wajahnya yang tampan. Tidak terima Aldo di perlakukan demikian oleh Amira, Aldo semakin marah karena cakaran yang di berikan Amira begitu sakit.


Dengan tergesa-gesa, Aldo merobek baju bagian gunung kembar milik Amira hingga terlihat kulit putih mulus oleh Aldo. Membuatnya semakin ingin segera menghujami Amira yang sangat menggoda di depannya itu.

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku," mohon Amira.


Akan tetapi, permohonan Amira tidak di gubris oleh Aldo sedikit pun olehnya. Rencana malam ini Amira harus segera Aldo miliki, tidak ada yang bisa mengganggu rencananya saat ini.


Di luar kamar.


Darren yang mengetahui Aldo di balik penculikan ini bersama Nancy membuatnya murka. Nancy terkejut melihat Darren sudah berada di lokasi penculikan membuatnya gugup dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Darren, kenapa kamu ada di sini?" Tanya Nancy pura-pura tidak tahu.


"Wanita murahan sepertimu harus di beri pelajaran," seru Darren segera menghampiri Nancy.


Plaakk plaakk


Darren tidak habis pikir, Aldo bisa senekat ini kepada Amira. Entah apa yang akan di lakukan Darren kepada Nancy dan juga Aldo setelah mengetahui kebusukan mereka berdua.


"Aku tidak akan memaafkanmu, setelah kamu melakukan hal ini kepada Istriku juga anakku," pekik Darren mencengkram erat tangan Nancy hingga Nancy meringis kesakitan.


"Apa yang kamu katakan? Sungguh aku tidak mengerti, kau tega telah menamparku begini," lirih Nancy pura-pura tidak berdaya. Berharap Darren kasihan kepadanya.


"Surya, kira harus apakan wanita jal*Ng ini," ucap Darren tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Kau masukan dia ke dalam mobil pengawal kita. Bersiaplah kau akan menerima hukuman yang akan kita berikan kepadamu," seru Surya membuat Nancy ketakutan.


"Tolong, aku bisa menjelaskan semua ini padamu. Untuk anak kita Nayra," ujar Nancy bergetar. Namun, ucapannya Darren potong ketika dirinya menyebut nama Nayra yang bukan anak kandungannya sendiri.


"Stop! Nayra bukan anak kandungku," pekik Darren semakin marah kepada Nancy.


"Surya bawa dia pergi dari hadapanku, muak sekali aku kepadanya. Aku akan mendobrak pintu sialan ini," titah Darren. Surya pun menyuruh anak buahnya untuk segera meringkus Nancy dan memasukannya ke dalam mobil.


"Darren aku bisa jelaskan, Nayra anak kita," teriak Nancy yang sudah di bawa oleh kedua pengawal Darren dan Surya.


Braaakk.


Pintu kamar sekapan berhasil Darren dobrak, dirinya terkejut atas apa yang di lihatnya dalam kamar itu, membuatnya emosi tingkat tinggi.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


HADIAH


RANTING 5.


__ADS_2