Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Permintaan


__ADS_3

"Jimy?" Tanya Darren menjelaskan.


"Iya, Jimy yang menghamiliku, tolong aku!" Isak tangis Lusi kembali. Amira segera memeluk kembali sahabatnya itu, berharap ada keajaiban untuk dirinya.


"Bukannya dia mau menikah! Kau berhubungan dengannya tanpa aku tahu Lusi?" Tanya Darren emosi.


"Maafkan aku," ucap Lusi. Amira mengelus punggung Lusi dengan sangat lembut, memberikan kenyamanan agar hatinya tenang.


"Sudah berapa lama kau berhubungan dengannya?" Tanya Darren dingin.


"Dua tahun aku berpacaran sama Jimy Darren, maafkan aku," lirih Lusiana.


"Apa kamu mengenal Pria itu?" Tanya Amira pada Darren.


"Dia, Suami Nancy. Dulu aku mengenalkan Lusi padanya sebelum Jimy berselingkuh dengan Nancy. Aku tidak tahu kalau Jimy mengincarmu Lus, dan kalian berlanjut hubungannya sampai ke titik ini," ujar Darren mengusap wajahnya gesar.


"Aku tidak tahu kalau dia sudah menikah dan sudah punya seorang anak. Yang aku tahu dia single, juga baik padaku, akan tetapi kebaikan dan kepercayaanku selama ini hanya di remehkan saja," terang Lusi bangkit mengusap air matanya.


Amira masih tidak mengerti mengenai kasus Lusiana. Ia hanya bisa menyimak semuanya dengan baik, berharap Darren melakukan sesuatu untuk menolong sahabatnya.


Setelah Darren memikirkan dengan baik, ia segera menghubungi anak buahnya yang ada di luar negri untuk membawa Jimy ke Indonesia. Tiga hari lagi Jimy akan melangsungkan pernikahannya dengan Selly. Sebelum mereka menikah Darren akan memaksa Jimy untuk menikahi Lusi juga membatalkan pernikahannya dengan Selly.


"Kamu tenang saja, semua akan aku urus. Kamu segeralah bicara pada Papah juga Mamahmu untuk segera menikah dengan Jimy," ucap dingin Darren. Hanya ini salah satu cara untuk menolong kasus Lusi, kalau tidak segera menikah Lusiana juga keluarganya akan bernasib buruk. Mengingat orangtuanya berpengaruh besar di dunia bisnis.


"Ta-pi, bagaimana caranya aku bicara pada mereka. Sungguh ini mendadak bagi keluargaku," ucap Lusi.


"Orangtuamu pasti menyetujui hal itu, setelah kalian menikah dan bayi kalian lahir. Kalian bisa cerai kalau misal Jimy tidak berubah untukmu, dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat padamu," terang Darren.


"Aku tidak setuju, dia Pria tidak benar untuk Lusi! Bagaimana kalau dia memperlakukan Lusi tidak baik setelah menikah," seru Amira.

__ADS_1


"Dia harus bertanggung jawab sayang, bagaimana pun caranya dia harus menanggung perbuatanya. Kalau misal dia berbuat buruk padamu Lus, beritahu aku, aku akan buat dia bertekuk lutut padamu," ujar Darren memandang ke arah Amira.


"Tetap aku tidak setuju, Lusi orang baik. Dia tidak berhak menikahi Pria brengs*k seperti Jimy. Walaupun aku tidak tahu siapa dia, tapi aku tetap tidak setuju sama ide ini," timpal Amira.


Lusi jadi berpikir, mengingat Jimy sudah tidak peduli lagi padanya. Rasanya sakit dan juga trauma dengan ucapan Jimy padanya. Amira hanya ingin nasib sahabatnya baik untuk kedepannya.


"Ken," seru Darren.


Amira juga Lusi saling menatap satu sama lain atas apa yang di ucapan Darren pada mereka. Darren tersenyum semeriwik mengingat Ken Asisten terbaiknya, dia akan meminta bantuan padanya mengenai Lusi.


"Ada apa dengan Ken?" Tanya Amira.


"Dia yang akan menikahi Lusi, dalam tempo dekat ini," seru Darren tersenyum.


"Apa dia mau menikahiku yang sudah hamil anak orang?" Tanya Lusi.


"Kau tenang saja, aku akan membujuk dia," ujar kembali Darren.


Hanya itu jalan satu-satunya untuk menolong Lusi. Amira tidak protes karena Ken baik kepada wanita, mengingat Lusi juga menyukai Ken, jadi apa salahnya mereka di jodohkan dengan cara yang ini. Ken harus menikahi Lusi yang tengah hamil, Amira berjanji akan meminta maaf kepadanya kalau Ken akan menolak perjodohannya ini.


"Apa, dia mau membantu kita, maafkan aku Ken," ujar Darren. Ia segera menghubungi Ken segera.


"Hallo, Ken. Bisakah kau ke sini ke rumah Lusi?" Tanya Darren di sambungan ponselnya.


"Baik Tuan, saya segera ke sana," ujar Ken. Darren pun mengusap wajahnya gesar. Harus dari mana dia memulai meminta menikahi Lusi dengan cara salah. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, Darren akan berusaha membujuknya kalau pun Ken menolak, itu pilihannya. Darren dan Amira tidak akan memaksa untuk menikahi Lusi dalam tempo dua hari ini.


Lusi mengeratkan Tangannya, dirinya was-was untuk menanti jawaban dari Ken. Amira segera menenangkannya, untuk tetap sabar menghadapi ujian hidupnya.


"Kalian baik sekali padaku," isak tangis Lusi.

__ADS_1


"Jangan bicara seperti itu Lus, ini takdir. Aku akan ada di sini menemanimu," seru Amira memeluk Lusiana yang tengah menangis.


Jelang beberapa menit, Ken datang dan segera masuk ke dalam rumah Lusi. Terlihat Darren juga Amira. Ia melihat Lusiana yang sedang menangis di pel*kan Amira.


"Tuan, ada apa memanggilku kemari?" Tanya Ken. Dengan berat hati, Darren segera berdiri menghampiri Ken. Ia menghembuskan nafasnya berat dan menatap kembali wajah tampan Ken.


"Kau mau meminta bantuan padamu, apa kau menyanggupi permintaanku padamu?" Tanya Darren.


"Bantuan apa Tuan, saya akan membantu Anda," seru Ken.


"Apa kau bisa menikahi Lusiana lusa nanti?" Tanya Darren dengan nada beratnya.


"Apa kau becanda Tuan?" Tanya Ken tidak mengerti.


"Begini Ken, Lusiana tengah hamil. Untuk meminta bantuannya aku mau kau menikahinya, Kau sanggup?" Tanya Darren hati-hati.


JRENG.


Hayo apakah Ken akan marah, atau Ken akan menyanggupi permintaan Darren untuk menikahi Lusi yang tengah hamil anak orang???


JANGAN LUPA, DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH

__ADS_1


RANTUNG 5.


__ADS_2