
Sore ini Darren segera pulang mengingat ada Amira yang akan menyambut kepulangannya dari kantor. Juga nanti Amira akan di gantikan oleh orang lain untuk menggantikan dirinya menjadi sekertaris. Darren tidak mau Amira bekerja lagi di kantor miliknya itu akan menjadi bumerang untuk perusahaan.
Darren sudah sampai di depan rumah, pikirannya melayang mengingat saat tadi dirinya di periksa oleh Dokter Wiliam, hasil pemeriksaannya akan keluar dalam tempo waktu yang tidak di tentukan. Itu tidak masalah bagi Darren karena Dokter Willian dua hari ini sibuk menangani pasien barunya.
Amira segera menuruni anak tangga setelah mengetahui Darren sudah tiba di depan rumahnya. Amira melihat dari jendela kamar mobil Darren sudah terparkir, hatinya mendadak berbunga akan menyambut kepulangan suaminya.
Knop pintu di buka oleh Amira melihat Darren sudah ada di hadapannya membuatnya menjadi gugup sendiri. Amira segera mengambil tas juga menyalami Suaminya, Darren begitu senang Amira menyambut juga menghormatinya sebagai suami.
"Terima kasih sayang, Aida mana?" Tanya Darren setelah mencium kening Istrinya.
"Dia sudah tidur setelah minum obat, kasian kesehatannya belum pulih betul," ujar Amira.
"Kau menjaga dia dengan sangat baik, terima kasih sayang," seru Darren.
Amira hanya bisa tersenyum setelah itu dirinya segera menaiki anak tangga bersama. Darren menggandeng tangan Amira membuat ia gugup, rasa itu yang selalu ada di dalam diri Amira.
Jantungnya kembali membuncah, setelah Darren membuka knop pintu kamar mereka. Amira juga sudah menyiapkan air hangat untuk mandi sore Suaminya. Juga teh manis hangat sudah tersedia di meja untuk menyambut tenggorokan Darren yang kering.
"Minumlah, aku sudah siapkan air hangat untukmu," ucap Amira. Baru kali ini Darren di perlakukan sebagai suami oleh Istrinya. Mengingat dulu Nancy tidak pernah memperlakukan dirinya sebaik ini seperti yang Amira lakukan untuknya.
Saat hendak Amira beranjak dari tempat duduknya, Darren segera menarik pergelangan tangannya sehingga kedua wajah mereka beradu pandang. Darren segera menempelkan bib*r miliknya sehingga mereka pun berpaut ci*m. Ci*man mereka semakin dalam, Amira hanya bisa menikmati dan membalas pungutan yang di lakukan oleh suaminya.
"Manis," seru Darren membuat Amira gelagapan juga pipi keduanya merah merona bagai kepiting rebus. Darren mengusap bib*r Amira dengan satu jempolnya dengan lembut membuat Amira tersipu malu, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Amira. Ia hanya bisa menunduk malu membuat Darren terkekeh.
"Apa, ada yang lucu?" Tanya Amira.
__ADS_1
"Tidak, kau sangat menggemaskan, melihat pipimu merah membuatku semakin gemas kepadamu. Dengarkan ini detak jantungku, cintaku padamu tidak akan pernah pudar Amira," seru Darren mengambil tangan mulus Amira dan meletakannya di dada bidang miliknya. Amira merasakan deburan jantung Darren begitu sangat cepat membuat Amira tersipu malu.
"Aku percaya padamu," ujar Amira.
Darren pun tersenyum, dan segera menghambur pelukan untuk Amira. Wanita cantik yang pernah Darren temui, impian untuk memiliki wanita yang seperti Clara kini sudah terkabul. Tidak pernah Darren duga kisah cinta yang dulu Darren mencoba menghapusnya untuk Amira sekarang perasaan itu semakin dalam juga ada rasa takut Amira meninggalkan dirinya setelah tahu kalau dirinya terkena penyakit seperti Nancy. Rasanya tidak sanggup untuk membayangkan bahwa dirinya terkena juga.
Ponsel miliknya berdering, terlihat nama Ken di layar ponselnya. Darren pun segera mengangkat sambungan tlp, dan itu pasti info penting dari Ken yang selalu Darren tunggu.
"Hallo," ujar Darren.
"Tuan, saya sudah menemukan wanita yang Tuan cari selama ini," seru Ken.
"Cepat katakan, siapa wanita itu," ujar Darren dengan nada dinginnya. Amira yang mendengar nama wanita dari mulut Darren membuatnya sedikit cemburu.
"Kenapa di saat aku sudah sangat mencintai Amira, wanita itu muncul, siapa dia," batin Darren.
"Sial, kenapa Ken mematikan sambungan ponselnya," sungut Darren.
"Ada apa?" Tanya Amira penasaran.
"Tidak, aku akan segera membersihkan badanku dulu," ujar Darren. Tidak lupa juga untuk mencium kening Amira terlebih dahulu.
Ken Asisten pribadi plus pengawal Darren.
__ADS_1
Adrian adik Aldo.
Jimy.
Dokter Wiliam.
Aldo.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
__ADS_1
RANTING.