Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Lusiana


__ADS_3

Amira mendapat tlp dari Lusi sahabatnya. Mendengar dirinya sedang patah hati, Amira bersiap untuk pergi ke rumahnya. Darren menyetujui Amira pergi dengan di dampingi ketiga bodyguardnya membuat Amira kesal.


Amira menghampiri Aida, ia terlihat sudah baikan membuat Amira lega.


"Apa kamu sudah baikan?" Tanya Amira.


"Sudah Mah," sahut Aida.


"Kalau begitu, Mamah pergi dulu sebentar," ujar Amira yang di angguki Aida tanda setuju. Setelah itu ia pamit pergi keluar rumah. Aida tersenyum manis, ia berpikir untuk pergi jalan-jalan santai di taman rumah yang ada di belakang.


Aida menuruni anak tangga, terlihat Foster besar berada di tembok anak tangga. Foster pernikahan Amira juga Darren terpang-pang besar. Sengaja Darren menaruh-nya di sana supaya setiap ia menuruni atau menaiki anak tangga selalu melihat momen indah pernikahan mereka.


"Dia sangat cantik, wanita baik hati sepertimu pantas mendapatkan Papahku," seru Aida mengusap lembut Foster pernikahan Darren dan Amira.


Amira sudah berada di dalam mobil, menuju rumah Lusi, hatinya sangat was-was mengingat Lusi begitu terpuruk saat ia menghubunginya.


"Iishh, cuma ke rumah Lusi doang harus pake bodyguard segala, ini sangat berlebihan," gerutu Amira di dalam mobil.


Di rumah sakit.


Darren tertawa lepas melihat Aldo panik melihat photo kedua orangtuanya sudah Darren sekap. Kedua orangtua Aldo berada di luar negri dengan cekatan Darren segera menyuruh anak buahnya untuk menyekap orangtua Aldo untuk senjata mengancam-nya.


"Kau breng*k, lepaskan mereka aku tidak mau kau melibatkan mereka berdua," pekik Aldo.


"Tidak semudah itu, kau juga harus melepaskan bayangan Istriku dari pikiranmu," seru Darren.


"Aku yang lebih dulu mengenalnya, dia wanita malam yang selalu menjual barang kepemilikannya. Juga dia sudah aku b*king, jadi Amira harus segera menuntaskan hutangnya padaku," ujar Aldo.


Hantaman kuat dari tangan kekar Darren mendarat begitu sempurna di wajah milik Aldo. Darah segar mengalir dari hidung Aldo, membuat kedua pengawal melerai mereka. Ken pun segera memisahkan pertikaian antara Aldo juga Darren.


"Jangan pernah berani berurusan denganku," ujar Darren memincingkan wajahnya.


"Oke, aku akan melupakan Amira, kau puas hah," pekik Aldo kesal.


"Dasar Darren bodoh, aku tidak semudah itu melepaskan wanitaku untukmu," batin Aldo.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu orangtuamu aku bebaskan," seru Darren. Aldo tidak tahu rencana apa yang di buat Darren untuknya. Darren mengetahui bahwa ucapan Aldo tidak dapat di percaya. Maka dari itu, ia mengikuti Saran dari Surya dan semua itu berhasil.


Kekesalan Darren pada Aldo begitu besar karena telah berani melec*hkan Amira yang tidak lain Istrinya sendiri. Perawat datang, matanya membulat lebar melihat Aldo berdarah di area hidungnya membuat ia panik.


"Kalian apakan dia?" Pekik perawat.


Darren dan juga Ken beserta dua pengawal itu segera meninggalkan Aldo di ruangan.


Di luar ruangan, Darren segera menyuruh Ken untuk pergi ke rumah, menyuruhnya menemani Aida yang kini berada di rumah.


"Ken kau pergilah temani Aida, dia pasti membutuhkan sesorang untuk mengajaknya berbincang," titah Darren. Ken segera mengangguk dan berlalu pergi dari rumah sakit.


Di rumah Lusi.


Amira sudah sampai di depan rumahnya, terlihat sunyi sepi. Rumah sederhana itu yang di huni oleh Lusiana, tidak banyak yang tahu, Lusiana anak orang kaya raya. Namun, Lusi lebih memilih tempat dan rumah biasa, dari kecil hidupnya sederhana seperti Amira walaupun ia orang kaya.


terdengar suara Isak tangis dari luar, Amira tahu itu suara sahabatnya yang sedang menangis pilu. Pintu Amira ia ketuk, terdengar suara Lusi yang berat juga serak untuk mempersilahkan Amira masuk.


"Masuk Mir," ujar Lusi dari dalam.


"Lusi," pekik Amira menghambur pelukan kepada sahabatnya.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Amira.


"Lihatlah keadaanku, aku patah hati berat setelah tahu pacarku menikahi wanita lain. Membuatku sakit hati, Pria itu telah membohongiku selama dua tahun terakhir. Dia sudah menikah juga punya seorang anak, akan tetapi ia malah menjadikan aku selingkuhan nafsunya saja. Setelah aku ia janjikan akan di lamar olehnya aku sangat bahagia. Setelah tahu dia mau menikahi wanita lain membuatku hancur. Kau tahu, Pria itu bejad sekali Istrinya yang sedang sakit ia campakan dan belum juga menceraikannya," ucap panjang lebar Lusiana.


Amira memeluk kembali Lusi, ia pun menenangkan hati sahabatnya. Hampir saja Lusi bunuh diri, tapi hal itu tidak terjadi setelah Amira menasehatinya di dalam sambungan ponsel.


"Dengar Lus, Tuhan masih menyayangimu, sehingga kamu tidak di jodohkan dengannya. Jodoh, rejeki, maut. Semuanya sudah Tuhan mengaturnya, jadi dia bukanlah jodoh terbaik untukmu. Kamu cantik, baik, masih banyak Pria yang mau denganmu, tetap semangat dan optimis, kebahagiaanmu menantimu di depan sana. Bayangkan Lus, andai kamu jadi menikah dengannya, apakah kehidupanmu akan bahagia setelah menjadi Istrinya?" Ujar Amira menasihati.


Lusiana mencerna setiap ucapan yang terlontar dari mulut Amira. Ia segera mengusap air matanya yang mengalir, luka di hatinya akan segera ia kubur dalam-dalam.


"Terima kasih, kamu memang terbaik," seru Lusiana mem*luk dengan erat.


"Siapa Pria itu?" Tanya Amira.

__ADS_1


"Namanya Jimy, Pria br*ngsek yang pernah aku kenal di dunia ini. Dia lebih memilih wanita itu yang lebih seksi dariku," sungut Lusiana membuat Amira tertawa kecil.


"Sudah, lebih baik kamu menata hidup yang baru, ayo semangat," seru Amira keduanya pun tertawa kembali menghilangkan beban pikiran masing-masing.


Selang beberapa menit, Lusiana mual muntah juga merasa pusing membuat Amira khawatir.


"Kamu tidak apa-apa kan Lus?" Tanya Amira khawatir.


Selama menikah dengan Nancy, Jimy berselingkuh dengan Lusi juga Selly. Setiap pulang ke Indonesia, Jimy bermain dengan Lusiana. Akan tetapi bila ia kembali ke luar negri Selly yang menjadi incarannya. Mereka berduaJimy jadikan pemuasnya saja, dan juga ia lebih memerlukan harta dari kedua wanita itu. Setelah tahu Selly lebih seksi juga kaya darinya Lusiana, Jimy pun lebih memilih Selly.


Di rumah.


Ken sudah sampai di halaman rumah Darren, ia segera mencari sosok Aida. Ken menanyakan keberadaan Aida setelah ia mengecek ke kamarnya. Namun, Aida tidak ada, setelah tahu Aida ada di taman belakang, Ken segera mengahampirinya.


"Rupanya kau di sana gadis muda," seru Ken membuat Aida menoleh ke arah belakang.



Lusiana.



Selly.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING.

__ADS_1


__ADS_2