Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Sambungan tlp


__ADS_3

Malam telah tiba, sore tadi Amira pulang membawa pertanyaan banyak di dalam pikirannya mengenai Lusiana. Seharian ini Aida di temani Ken, terlihat wajah bahagia dari Aida, hari ini Ken membuat Aida tertawa lepas berhasil menghilangkan beban pikirannya.


Darren sudah memindahkan sekolah Aida ke sekolah ternama yang ada di Jakarta. Sehingga Aida bisa sekolah di antar jemput oleh supir rumahnya pak Karim. Sekolah megah itu menyatu dengan sekolah SMA, jadi Aida tidak perlu repot mencari sekolah lagi dia akan langsung masuk sekolah SMA di sekolahan yang sama.


Darren membawa senyuman mengembang, Surat itu menyatakan bahwa Darren negatif dari penyakit apa pun. Itu artinya ia bebas dari penyakit HIV membuatnya lega, ia segera mengatur acara honey moon untuk Amira juga dirinya. Semua sudah Darren siapkan di bantu Ken, ia akan berlibur ke luar negri membawa Amira ke sana untuk pertama kalinya.


Amira sudah menyiapkan sajian nikmat untuk mereka makan malam. Ken juga belum pulang jadi ia bisa makan bersama di rumah Darren.


Darren datang, di sambut hangat oleh Amira, kec*pan di kening Amira mendarat begitu sempurna. Senyumannya menyeringai ingin sekali malam ini ia memakan Amira, tetapi Darren tahan untuk besok malam mereka akan segera berangkat honey moon.


"Aku akan membersihkan diri," ujar Darren. Sebelum melangkah ke atas, Darren di suguhi air putih oleh Amira.


"Terima kasih sayang, besok aku punya kejutan untukmu," seru Darren.


"Kejutan," gumam Amira melihat Darren sudah masuk ke kamar.


Amira berlari kecil menuju kamar untuk menyiapkan Darren baju ganti untuk suaminya Sampai di sini ia sudah tidak canggung lagi tidak seperti pertama kali, kini Amira semakin mencintainya.


Selang beberapa menit, Darren keluar kamar mandi. Seperti biasa ia melilitkan handuk kecil itu di pinggang miliknya, membuat Amira malu melihat pemandangan yang sangat indah.


"Sayang," rayu Darren.


"Aku tunggu di meja makan," ujar Amira menundukan wajahnya.


"Tidak," pekik Darren.

__ADS_1


"Ke-napa?" Tanya Amira mengerutkan keningnya.


"Aku membutuhkanmu," goda Darren menyeringai.


Amira tahu apa yang akan terjadi malam ini, Darren terus mendekati Amira yang tengah berdiri di dekat lemari pakaian sambil memegang baju ganti untuk suaminya.


Wajah Amira Darren tarik sehingga tub*h mereka begitu rapat. Darren segera meraih pungutan liarnya, Amira hanya bisa pasrah. Cium*n lembut Darren memberikan kesan indah untuk Amira.


"Terima kasih sayang," seru Darren melepaskan pungutan itu. Ia mengusap dengan jempolnya di bibir Amira.


"Aku tunggu kamu di meja makan, untuk makan malam bersama," ujar Amira membawa wajah memerahnya.


Darren tertawa kecil melihat Amira buru-buru keluar kamar. Bib*r seksi Amira membuat Darren menjadi candu baginya, sungguh ia menyukai-nya untuk pertama kali Darren menikmati semua itu dengan penuh cinta bukan karena nafsu semata saja.


"Aku akan membuatmu tidak bisa jalan, malam besok kau milikku seutuhnya. Tidak ada yang bisa memisahkan aku dan kamu sayang," ucap Darren tersenyum.


"Hallo," ~ Darren.


"Apa kabarmu?" ~ Jimy.


"Mau apa, aku tidak suka basa-basi denganmu!" ~ Jimy.


"Santai Bro, minggu besok aku akan menikah," ~ Jimy.


Tut Tut Tut

__ADS_1


Sambungan tlp-nya di putuskan oleh Darren secara sepihak, karena ia tidak mau berlama-lama berbincang sama Jimy, Darren menutup ponselnya dengan kasar. Bagi Darren sudah cukup dia membantu Jimy, sekarang ia akan melupakan orang-orang yang ada di masalalunya..


Setelah ia siap untuk turun ke bawah, ada notif pesan singkat dari Nancy.


Pesan teks dari Nancy.


"Sayang, aku merindukanmu bisakah kau kemari? Aku membutuhkanmu"


Darren menutup kembali layar ponselnya tanpa memperdulikan pesan dari Nancy.


Di luar negri.


Jimy berdecak kesal karena sambungan ponselnya di matikan oleh Darren secara tiba-tiba. Membuatnya jengkel.


"Sayang kenapa kamu lama sekali, ayo cepat aku sudah tidak sabar ingin bercint* denganmu lagi," bujuk Selly melilitkan tangannya di tub*h Jimy.


"Baiklah kita mulai sekarang," seru Jimy mengambil ciu*man Selly.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


HADIAH


RANTUNG 5


__ADS_2