Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Lolos


__ADS_3

Amira begitu lembut juga baik hati. Memaafkan orang yang sudah membuatnya terluka, ia tidak akan pernah egois untuk hidupnya sendiri. Jika tuhan selalu memaafkan umatnya kenapa tidak dengan Amira.


"Aku begitu kagum padamu, memaafkan aku juga Nancy yang telah menyakitimu," ucap Darren di mobil.


"Aku tidak mau egois, hidupku ingin damai dan tenang. Memaafkan orang itu tidak membuat rugi diri kita, tuhan saja maha pemaaf, kenapa tidak denganku hanya manusia biasa," terang Amira.


Darren terasa tertampar, dulu ia tidak memaafkan Mamahnya hingga akhirnya ia menyesal karena telah membenci orangtuanya sendiri.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Darren mencium tangan Amira.


***


Acara lamaran sederhana Ken sudah selesai bersama Lusi. Pak Baskoro tidak menyangka Lusian telah di lamar orang seperti Ken. Pernikahan anak berlangsung beberapa hari lagi membuat Ken gugup menghadapi acaranya.


Di sekolah.


Aida berhasil lolos dari kejaran Adrian yang akan menci*mnya di hadapan semua orang. Adrian tidak tahu bahwa Aida orang yang pernah dia kata-katain culun di sebuah mall ternama kala itu.


"Sialan, awas saja kau tidak akan aku lepaskan lagi. Suatu saat nanti kau yang akan menjual kepemikanmu padaku," geram Adrian.


Flashback.


Aida tidak sengaja melihat adegan panas Adrian di toilet wanita. Rok yang di kenakan wanita itu terangkat lumayan tinggi. Aida kaget melihatnya membuat Aida melewati mereka berdua dengan polosnya. Tidak terima Aida melewatinya Adrian geram dan menyuruh wanita itu pergi.


"Berani sekali wanita itu tanpa dosa melewatiku yang sedang adegan panas. Sial! Wanita itu harus membayar semuanya karena taruhanku jadi kalah," geram Adrian.


Adrian bertaruh siapa yang bisa mendapatkan ci*man wakil OSIS yaitu suci dia akan mendapatkan mobil lamorgini, semua temannya dari kalangan orang raya. Dapat di pastikan taruhan itu sudah sejak lama Adrian tekuni. Jika Adrian ketahuan tengah beradegan panas, maka taruhan itu gagal alias batal. Dan Aida lah yang tengah menggalakan taruhan Adrian. Semua itu membuat Adrian kalah mendapatkan hadiah mobil mewah itu.

__ADS_1


Aida keluar dengan raut terkejut melihat Adrian sudah berdiri tegap kedua tangannya memel*k dad*nya dengan angkuh di ambang pintu toilet.


"Mau apa kamu?" Tanya Aida ketus. Tidak dapat di pungkiri Aida yang terlihat anggun itu bisa galak kepada orang seperti Adrian.


"Kau harus bertanggung jawab," sarkas Adrian menatap tajam.


"Untuk apa?" Tanya balik Aida ketus.


"Karena kau, lamorginiku jadi hilang," timpal Adrian. Tidak mau berdebat obrolan gaje-nya Aida berlalu pergi menerobos Adrian.


Lengan Aida berhasil Adrian pegang, tubuh Aida di benturkan ke din-ding tembok dengan kasar.


"Pria macam apa kamu, lepaskan aku," sarkas Aida kesal yang tengah di kekung oleh Adrian.


"Aku akan melepaskanmu, tapi! Besok kau akan aku cium kau hadapan semua orang di depan sekolah ini. Itu hukuman untukmu karena telah merusak permainanku," ujar Adrian mencekal kuat tangan Aida.


Tidak lama, Tama datang melihat Adrian bersama Aida. Setelah itu Adrian pergi karena Tama adalah ketua OSIS.


"Kau kenapa?" Tanya Tama pada Aida yang ngos-ngosan seperti di kejar hantu.


"Maaf, aku masuk ke ruanganmu," ucap Aida kikuk. Karena telah berani memasuki ruang ketua OSIS siswa SMA.


"Kau orang baru itu kan, perkenalkan aku Tama, ketua OSIS. Kau masih SMP? Kelas mana yang kamu tempati?" Tanya Tama bertubi-tubi.


"Iya, aku anak baru di sekolah sini, Aku Aida kelas tujuh A," uluran tangan Aida di sambut hangat oleh Tama.


Di rumah.

__ADS_1


Darren segera mengunci kamar, melihat tingkah laku suaminya Amira menaruh curiga padanya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Amira menyelidik.


"Sayang, hari ini aku libur dulu. Aku mau kita menghabiskan waktu bersama," seru Darren mendekati Amira yang sedang duduk di tepi tempat tidur.


Segeralah Darren menghampiri Istrinya itu, ia segera menempelkan bib*rnya. Amira terkejut, ia pun terbuai dalam suasana panas itu. Tidak lama pintu di ketuk oleh Asistennya.


Tok tok tok.


"Ahh, sial," pekik Darren melepaskan pungutan panasnya.


Amira tertawa kecil setelah itu ia pergi untuk membuka pintu. Asistennya membungkuk tanda hormat kepada Amira, memberitahukan Ken datang ke untuk menemui Darren. Darren berdecak kesal karena Ken selalu mengganggu momen romantisnnya.


"Ken kau selalu mengangguku," kesal Darren beranjak meninggalkan kamar. Amira tertawa kecil, akhirnya ia bisa bernafas lega.



Tama.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


HADIAH


RANTING 5


__ADS_2