
Aldo berhasil di bawa ke rumah sakit oleh anak buah Darren karena mengalami pingsan. Darren yang mengetahui semuanya dari anak buahnya itu menyuruh Ken untuk tetap mengawasi Aldo. Dirinya takut Aldo kabur dan menculik Istrinya lagi, untuk nancy dia juga berada di rumah sakit yang sama karena merintih kesakitan di bagian kepemilikannya.
Malam ini, Clara menginap di rumah Darren mengingat dirinya sedang mengandung dan tidak di perbolehkan pulang larut malam. Aida sudah tertidur lelap di kamar miliknya, sekarang Aida tidak akan Darren biarkan tidur di apartemen lagi.
Ponselnya berdering melihat Jimy yang menghubunginya membuat Darren males mengangkat ponsel darinya.
"Kenapa kamu tidak menerima sambungan tlp mu itu," ucap Amira.
"Tidak penting, lebih baik kita tidur, ini sudah larut malam," ujar Darren memeluk Amira dengan begitu hangat.
"Nancy bagaimana kabarnya?" Tanya Amira.
"Dia ada di rumah sakit bersama Aldo, biarkan dia menerima semua hukumannya," singkat Darren.
Amira terdiam, walaupun Nancy pernah menyakitinya akan tetapi dia masih ada rasa kasihan kepadanya. Darren tidak tahu Nancy mengalami pendarahan hebat setelah kegiatan panasnya dengan dua preman. Sedangkan Aldo dia pingsan karena kelelehan dengan rasa sakit yang dia alami.
Adrian mengetahui semuanya membuat dia murka dan menyusul ke rumah sakit. Merasa tidak terima dirinya berinisiatip untuk membalaskan semua yang di derita oleh Aldo.
Darren masih penasaran dengan Amira yang mengenal Aldo. Dirinya ingin membicarakan hal itu dengan Amira, akan tetapi melihat Amira yang kelelahan membuat Darren mengurungkan niatnya.
"Amira kau memang wanita cantik juga baik hati, kamu seperti Clara yang mudah memaafkan. Tapi aku masih penasaran mengenai Aldo, semoga semua pikiran jelekku ini tidak benar," ujar Darren mengusap kepala Amira dengan lembut.
Di rumah sakit.
Nancy tersadar, dirinya sudah berada di ruangan di mana dirinya di rawat. Selang infus menancap di tangannya. Melihat bodyguard Surya ada di ruangannya membuat Nancy trauma melihat Pria yang sudah membuatnya ada di rumah sakit.
__ADS_1
"Kalian pergi, aku tidak mau melihat kalian ada di sini," pekik Nancy ketakutan.
"Aww, kenapa sakit sekali," ucap kembali Nancy.
Kedua bodygurad Izal juga Robby segera keluar dari ruangan. Nancy masih merasakan sakit yang amat di bagian kepemilikannya. Pendarahan yang di alaminya sekarang sudah reda. Dokter segera memanggil Ken untuk membahas penyakit Nancy juga Aldo.
"Tuan, segera ke ruangan Dokter," ujar salah satu perawat kepadanya.
"Baiklah, aku akan segera ke sana," ucap Ken sambil mengikuti perawat yang menuju ke ruangan di mana Dokter berada.
Ken sudah berada di hadapan Dokter yang menangani Aldo juga Nancy. Terlihat wajah sedih juga cemas dari Dokter untuk memberitahukan penyakit yang di alami Nancy saat ini.
"Tuan, Nyonya Nancy mengalami gejala HIV," ucap sang Dokter membuat Ken tercengang.
"Apa ini benar, kenapa bisa Dok," seru Ken tidak percaya.
"Dengan semua Pria Dok, tapi saya tidak pernah melakukannya Dok," celetuk Ken dengan polosnya.
Dokter pun terkekeh mendengar celetukan yang keluaran dari mulut Ken. Ken masih tidak mengerti dia menggaruk-garuk tekuknya yang tidak gatal sama sekali.
"Maksud saya, kemungkinan besar Nyonya Nancy sering melakukannya dengan beberapa Pria sehingga dia mengalami penyakit menular itu," seru Dokter menjelaskan.
"Apa dia akan sembuh Dok?" Tanya Ken.
"Ini masih gejala, kurasa dia bisa sembuh kalau dia obati dengan baik sebelum penyakitnya menjalar serius. Ini virus jadi dia harus di rawat dengan baik, aku tidak mau terjadi sesuatu kepadanya karena dia masih muda," ujar Dokter.
__ADS_1
"Untuk pasien satu lagi bagaiman Dok?" Tanya Ken kembali.
"Untuk Tuan Aldo, dia mengalami lumpuh biasa, untuk sementara waktu dia harus di rawat di sini untuk beberapa hari ke depan. Juga harus mengikuti terapi agar jalannya bisa normal kembali," ucap Dokter membuat Ken mengerti.
Setelah itu, Ken pun pamit ke luar untuk menghubungi Darren mengenai semua info yang di dapat.
"Hallo Tuan," ucap Ken dalam sambungan ponsel.
"Hmm, ada apa kamu malam-malam begini menghubungiku," sahut Darren.
"Begini Tuan, Nyonya Nancy memgalami gejala penyakit HIV, jadi dia harus di rawat dengan serius di sini. Untuk Tuan Aldo dia mengalami lumpuh sementara sehingga dia harus di rawat dan juga harus melakukan terapi di sini," terang Ken menjelaskan semuanya.
"Oke baiklah, terima kasih infonya Ken," sahut Darren menutup kembali ponselnya.
"Hah, Nancy mengalami penyakit HIV," ujar Darren.
"Ada apa dengan Nancy," Tanya Amira membuat Darren kaget.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH
RANTING 5