Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )

Hot Widower ( Terjerat Cinta Sang Duda )
Tidak percaya


__ADS_3

Darren hanya bisa terkekeh melihat Amira kesal kepadanya. Mungkin saat ini Darren hanya bisa menc*um Amira demi kebaikannya, karena belum ada hasil pemeriksaan dari Dokter Wiliam.


Clek.


Pintu kamar Amira buka dan terlihat asisten mereka menundukan wajahnya. memberi hormat kepada Amira sebagai Nyonya besar di rumah besar Darren.


"Maaf Nyonya, Tuan Ken sudah pergi ke rumah sakit di karenakan menerima tlp," ucap asisten.


"Terima kasih infonya," ucap Amira. Asistennya pun berlalu pergi dan permisi.


Darren mendengar Ken sudah pulang membuatnya bernafas lega. Setelah itu dia menghampiri Amira yang tengah berjalan ke arahnya. Momen romantis mereka di ganggu asistennya membuat Darren kesal, tapi baginya tidak masalah momen itu akan di buatnya lagi.


"Sayang, sini duduk," seru Darren melambaikan tangannya menepuk-nepuk tempat tidur.


"Kenapa belum memakai baju?" Tanya Amira.


"Aku ingin kau yang memakaikan baju di tubuhku," goda Darren.


"Ishh, tidak ak-u, tidak bisa," seru Amira menundukan wajahnya.


Darren terkekeh geli melihat Amira yang masih malu-malu padanya. Tangannya pun mengangkat dagu manis Amira, segeralah Darren melahap habis bib*r Amira. Tidak ada penolakan karena Amira di ajarkan untuk tidak menolak kemauan suami. Akan tetapi perintah yang di buat Darren memakaikan baju untuknya sengaja Amira tolak karena tahu itu hanya lelucon.


Pungutan itu mereka lepas satu sama lain, junior yang ada di balik handuk pinggangnya itu meminta lebih, akan tetapi Darren tahan dan segara dia lari ke kamar mandi untuk menuntaskan semua hasratnya.

__ADS_1


Amira hanya heran melihat suaminya lari terbirit-birit ke kamar mandi. Ia mengusap bekas pungutan liar yang Darren torehkan di bib*r manisnya.


"Kau selalu membuatku tidak karuan, dasar duda genit. Eh sekarang dia sudah punya Istri yaitu aku," ujar Amira terkekeh sendiri mengingat ucapannya sendiri.


Di rumah sakit.


Keadaan Nancy sudah membaik setelah Dokter kembali memeriksanya. Tidak ada yang tahu kesehatan Nancy saat ini, hanya Ken juga yang selalu ada di rumah sakit menemani Aldo dan Nancy. Ken datang bersama kedua anak buahnya untuk melihat keadaan Aldo, pintu ruangan Aldo di buka dan terdapat Aldo sudah membaik dari sebelumnya. Senyuman licik tersungging di bibir Aldo melihat Ken asisten pribadi Darren.


"Sudah puas kalian membuatku hancur," seru Aldo memincingkan wajahnya. Ken hanya terkekeh mendengar penuturan Aldo kepadanya.


"Santai, kau tahu, apa yang telah kau perbuat. Sebaiknya kau lupakan Istri Tuanku dan kau bisa hidup dengan nyaman," ujar Ken duduk di sofa dengan tampilan cool-nya.


"Dia milikku, kalau aku tahu dia menikahi wanita yang aku cari selama ini. Aku pastikan Amira akan menjadi milikku dan meninggalkan Darren Cassanova murahan," ujar Aldo menghina dengan entengnya.


Aldo hanya terkekeh, dirinya akan terus mengejar Amira sampai ia mendapatkan apa yang dia mau. Termasuk merebut Amira dari sahabatnya Darren.


"Kalian tidak tahu, bahwa Amira adalah wanita panggilan. Dan dia masih berhutang padaku," ujar Aldo.


Suara dingin dari balik pintu terdengar nyaring, Darren sudah sampai setelah mendapat info dari Dokter Wiliam hasil pemeriksaanya sudah beres. Saat itu juga dirinya segera berangkat pergi, akan tetapi langkahnya terhenti sebelum ia ke ruangan Dokter Wiliam, Darren menuju ruangan Aldo terlebih dahulu untuk melihat keadaanya.


"Apa yang kamu katakan Aldo, tidak sepantasnya kau menghina Istriku," seru Darren menghampiri Aldo yang masih berbaring.


"Kau telah di tipu oleh wanita itu, dia wanita panggilan. Jadi kau lepaskanlah dia karena dia b*kinganku hahaha," seru Aldo.

__ADS_1


Pukulan hangat melayang di pipi kirinya, Ken segera meninju Aldo karena telah berani menghina Amira.


"Ken, jangan sampai dia lolos, aku akan memberikan dia pelajaran. Aku kembali sebentar lagi," ujar Darren dingin menatap tajam Aldo dan berlalu pergi.


Darren keluar memikirkan ucapan Aldo yang menghina Amira. Sungguh ini sudah sangat keterlaluan, akan tetapi Darren tidak percaya karena dirinya tahu bahwa Amira wanita baik-baik bahkan dia teman dari Lusiana.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu Aldo," seru Darren. Lalu, ia kembali keruangan di mana Aldo di rawat. Tangannya mengepal geram, ia membuka pintu ruangan, setelah itu Darren melangkah santai ke arah sambil tersenyum sinis.


"Lihatlah, apa kau bisa membebaskan dia?" Seru Darren menunjukan sebuah photo di ponselnya ke arah Aldo.


"Sialan," seru Aldo marah besar.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTUNG 5

__ADS_1


__ADS_2