I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 17 Ulang Tahun 2


__ADS_3

Setelah sarapan Angel pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi sambil memakan camilan ringan. Karena hari Sabtu libur sekolah, beginilah kegiatan Angel ketika libur.


Ponselnya berdering.


Tertera nama pada layar ponsel yaitu Papa.


Melihat nama itu pada ponselnya Angel tersenyum dan segera mengangkat panggilan masuk itu.


"Papa."


"Halo, Sayang. Selamat Ulang tahun. Maaf Papa gak bisa di sisi kamu pas kamu ulang tahun."


"Gak papa kok, Pa. Asalkan Papa inget Angel."


"Ya pastilah. Gimana kabarnya?"


"Baik, Pa. Kalau Papa gimana?"


"Ya gitulah kerjaan numpuk. Angel Papa gak bisa lama-lama sebentar lagi jadwal Papa meeting. Maaf ya, Sayang. Nanti malem papa pulang kok."


"Oh ya. Yaudah kalau gitu. Jaga kesehatan ya, Pa."


"Iya. Bye, Nak."


"Byeee."


Telepon terputus. Angel menatap layar ponselnya sejenak sambil tersenyum. Ia merasa senang walaupun Papa berada di luar kota dan sibuk masih mengingat ulang tahunnya. Apa lagi papa besok sudah pulang ke Jakarta.


Angel melempar ponselnya ke sofa yang ada disampingnya dan melanjutkan menonton acara di televisinya itu.


Notifikasi pesan masuk berbunyi.


Angel segera mengambil ponselnya dan melihat pesan masuk itu. Dan ternyata dari Lucas.


Nanti sore aku datang kerumah kamu. Tungguin aku ya😅


"Ini apa lagi. Siapa juga yang mau nungguin nih orang." Angel segera melempar ponselnya kesal.


****


Angel yang sedang rebahan di sofa ruang keluar sambil memainkan ponselnya mendengar bel rumahnya berbunyi.


Angel berhenti memainkan ponselnya dan segera menuju pintu rumahnya.


Klek!


"Happy Birthday, Angel." Lucas mengejutkan Angel dan memperlihatkan kado besar di depan mukanya sehingga muka Lucas tidak terlihat.


Angel tersenyum sendirinya melihat tingkah kocak Lucas.


"Nih. Kado dari aku." Lucas memberikan kado itu kepada Angel.


Angel menatap kado itu sesaat.


"Serius?"


"Iya. Yaudah kalau gak mau." Lucas membalikan badannya sedikit, tetapi Angel sudah merebut kado itu dari tangan Lucas.

__ADS_1


"Langsung masuk aja oke."


Angel masuk ke dalam rumahnya mendahului Lucas dengan tangan yang memegang kado itu. Lucas sudah duduk di sofa sedangkan Angel masih berdiri meneliti kado misteriusnya itu.


"Apaan sih ini. Berat juga." Angel menggoncang-goncang isi kado itu.


Lucas terlihat panik dan segera berdiri menghentikan Angel. "Eh jangan digoncang gituuu."


"Emang isinya apa sih?"


"Kalau mau tau buka send-"


"Meow!"


Angel terkaget.


"Ini kucing?"


Dengan cepat Angel duduk dilantai dan membuka bungkus kado yang membaluti seluruh kandang kucing itu.


"Oh my God. Kamu gila ya? Bungkus kandang kucing rapet banget. Gak bisa napas lah dia." Omel Angel sambil mengeluarkan kucing berwarna krem gelap.


Angel terlihat khawatir karena kandang kucing itu sempat ia goncang-goncang. Namun, ia bisa bernapas lega setelah keadaan kucing munchkin atau kucing berkaki pemdek krem gelap itu baik-baik saja bahkan langsung mendekatinya dan jinak.


Angel tertawa senang dengan senyuman lebar di bibirnya, ia mengangkat kucingnya itu dipanhkuannya.


"Gimana suka kan?"


"Sukaaa. Cuman aku gak suka kalau kucing aku bakalan stress gara-gara kertas kado yang rapet itu." Kata Angel geram sambil memukul kaki Lucas dengan kepalan tangannya.


"Ahh sakit. Suka banget sih pake kekerasan. Kemaren aku tanyak Om Jeffrey seminggu yang lalu. Kata Om Jeff kamu suka sama kucing."


"Aku kesini mau ngerayain ulang tahun kamu. Aku mau keluar dulu beli cake. Kamu suka cake apa?"


Angel menoleh ke arah Lucas


"Hah? Aku gak suka cake ulang tahun gitu. Kebetulan kemaren aku bikin roll cake. Kita rayainnya pake itu aja gak papa kan."


"Terserah kamu sih. Kan kamu yang ulang tahun. Yaudah ambil kuenya dong. Masa aku tamu gak disuguhin apa-apa."


Angel mendengus melirik Lucas.


"Iya-iya. Kamu kalau makan cuci tangan dulu sana." Angel berjalan menuju dapur untuk mengambil roll cake yang ia buat, beberapa makanan ringan dan minuman.


Saat Lucas kembali, di meja sudah tersusun rapi berbagai makanan ringan dan 3 roll cake berbeda rasa.


"Wow, ternyata kamu bisa masak."


"Jelas lah."


"Sebelum makan wish ya dulu dong kan kamu ulang tahun sekarang." Kata Lucas antusias.


"Oke. Aku berharap di ulang tahun ini selalu sehat, selalu bahagia dan bisa ketemu mama. Amiin."


Lucas menatap Angel serius.


"Kenapa?" Tanya Angel setelah melihat Lucas yang menatapnya lekat.

__ADS_1


"Gak papa, kok."


Mereka terdiam sesaat hanya saling memandang tanpa suara.


Angel tiba-tiba tertawa.


"Yaudah ayo di makan kok cuma diem doang."


"Iya-iya."


Lucas melihat makanan yang ada di meja dan terlihat bingung apa yang perlu dimakan terlebih dahulu.


"Ini nih cobain cheese roll cake. Kamu kan suka keju."


Angel menyuguhkan sepotong roll cake keju buatannya kepada Lucas.


Lucas memakannya dengan gigitan penuh dan tertawa puas.


"Wah enak banget."


"Udah tau aku itu enak gak perlu dibilang." Ujar Angel cuek.


Terlihat Lucas sudah cukup tegar dengan cueknya Angel dan melanjutkan suapan demi suapan ke dalam mulutnya.


Setelah menyelesaikan suapan terakhirnya. Ponsel Lucas berdering. Setelah mengangkat telepon ia terlihat buru-buru.


"Njel, aku pulang ya. Papa tadi telepon suruh aku pulang." Pamit Lucas dan berdiri dari sofa.


"Oh yaudah. Tapi tunggu bentar."


Angel berjalan cepat menuju dapur dan membawa kantong plastik berisi kotak makanan untuk diberikan kepada Lucas.


Angel menyodorkan kantong plastik itu kepada Lucas.


"Apa ini?"


"Udah bawa aja. Itu kue tadi. Kamu cuma makan sedikit jadi ini makan dirumah."


"Makasih. Yaudah aku pulang ya. Bye." Lucas berjalan menuju keluar dan ditemani oleh Angel. Lucas meninggalkan rumahnya dengan mobil hitamnya itu.


"Meow!" Kucing yang baru saja ia kenal datang menghampirinya menggesekkan badannya di kaki Angel.


Angel terkekeh kecil melihat tingkah laku kucing kecilnya itu. Ia segera duduk agar bisa lebih dekat dengan hewan peliharaannya.


"Nama kamu Lan Cio aja deh. Dipanggilnya Cio. Gimana imut kan?" Ia berbicara kepada kucingnya itu sambil mengangkat agar sejajar dengan kepalanya.


Lan Cio? Lucas Angel Cio.


Halu...


Pukul 7 malam Angel pergi ke bandara untuk menjemput papa dari luar kota.


Ia menunggu pesawat yang di tumpangi papa landing di terminal kedatangan sambil meminum segelas minuman Starbucks yang dibeli di sekitar bandara.


Terlihat banyak orang keluar dari bandara dengan barang bawaan, mata Angel mencari papa dari kerumunan orang.


Melihat papa yang keluar dengan koper di tangannya Angel pun menghampiri papa memeluknya.

__ADS_1


"Angel sayang." Papa melingkarkan tangannya di pundak Angel sambil mencium pucuk kepalanya.


Setelah berpelukan beberapa saat, Angel membawakan koper milik papa ke mobil. Mereka berdua pun pulang dengan mobil yang di bawa Pak Sam.


__ADS_2