
Berselang satu hari Tiffanny pindah dari sekolah, Angel tidak kaget kepindahan Tiffanny setelah kejadian itu. Justru ia merasa bersyukur tidak melihat muka Tiffanny selama 6 bulan terakhir masa SMA.
Bahkan orang-orang yang ada di sekolah tahu penyebab Tiffanny pindah dari sekolah karena Angel. Setelah cerita dari mulut ke mulut menyebar karena Angel membully Tiffanny habis-habisan.
Padahal mereka tidak tahu asal mula kejadian tersebut bagaimana, tapi untung saja Tiffanny tidak menceritakan hal yang berhubungan dengannya, Tiffanny dan Chan.
Semakin lama Angel semakin dipandang mengerikan oleh warga sekolah apalagi ia sering berkumpul dengan genk-genk Lucas yang dominan adalah laki-laki. Dan berarti Angel semakin dilindungi oleh para lelaki yang berteman dengannya.
Walaupun Angel bisa menjaga dirinya sendiri, tetapi tetap saja ada Lucas yang super posesif.
Disekolah Angel dan Lucas sering bertemu bahkan sekarang tidak canggung lagi untuk bercanda bersama. Mereka berdua juga tak jarang pulang bersama.
"Lucas 12 IPS 6 segera menuju ke kantor!" Terdengar suara dari luar kelas terdengar hingga penjuru seluruh kelas.
Suara dari pengeras suara yang terhubung dari kantor hingga terdengar ke seluruh kelas.
Angel saat itu tengah membereskan buku-buku yang ada dimeja berhenti sebentar, ia memikirkan mengapa Lucas sampai dipanggil ke ruang guru dengan pengeras suara. Biasanya siswa yang dipanggil menggunakan pengeras suara adalah siswa yang melakukan kesalahan yang cukup fatal. Bertujuan untuk mempermalukan murid yang melakukan kesalahan.
Selama beberapa hari terakhir ia selalu bersama Lucas dan Lucas sama sekali tidak bertingkah. Angel tetap berpikir positif.
Karena Lucas sedang dipanggil oleh guru, ia memutuskan untuk tetap berada di kelas. Lucas biasa selalu datang kekelasnya dan mengajak ke kantin bersama.
"Njel, ngapain diem aja. Yuk ke kantin." Lucas muncul dari kelas
"Enggak. Udah selesai? Ada apa kok di panggil? Kamu kena sangsi apa?" Angel yang duduk di kursinya langsung berdiri dan berjalan menghampiri Lucas dengan mengajukan berbagai pertanyaan.
"Waduh banyak banget pertanyaannya. Ciee khawatir nih."
"Ih serius nanyak."
"Gak ada apa-apa tapi cuma dipanggil suruh bersiin kamar mandi nanti. Soalnya tadi terlambat." Lucas menyengir seakan tidak terjadi apa-apa.
Angel menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti lagi dengan sikap Lucas.
"Yaudah yuk ke kantin. Pasti udah rame nih. Yang lain juga udah ke kantin duluan." Ajak Lucas
"Iya-iya."
Saat berjalan menuju kantin tiba-tiba Lucas merangkul pundak Angel, dengan cepat Angel memukul dan keluar dari rangkulannya.
"Ih gausah ganjen deh. Ngerangkul-rangkul lagi lo." Angel menjauh dari Lucas dan memukul lengan tangannya sebal dengan tingkahnya.
"Apaan sih marah-marah sayang. Kita kan udah jodoh. Muah." Luacas memoyongkan bibirnya kepada Angel.
"Jijik!" Angel melirik geli dan berjalan cepat meninggalkan Lucas.
"Sayang tunggu aku."
__ADS_1
"Diem gak lo. Ih sana pergi gak usah deket-deket!" Teriaknya dengan mendorong badan Lucas menjauh.
"Hahaha!" Lucas tertawa melihat Angel yang kesal.
Mereka berjalan menuju kantin sambil bercanda, terlihat dari kejauhan Mark melambaikan tangan memberi tahu keberadaan mereka. Salah satu meja kantin sudah mereka jaga agar tidak diduduki murid lain.
"Ada apa tadi Lo, Cas?" Tanya salah satu temannya.
"Biasalah masalah kecil yang biasanya cowok lakuin." Jawabnya santai dan duduk di kursi yang kosong.
"Yoooo! Belagu amat gitu aja bangga!" Sorak teman-temannya.
"Udah woy! Sana kalian pesen makanan bentar lagi jam masuk." Kata Mark memperingatkan
"Iya. Mau pesen apa?"
"Ehmm...Ambilin roti aja deh. Gak selera makan." Sahut Angel yang hanya duduk diam.
Lucas mengangguk dan berjalan memesan makanan. Saat ia kembali Lucas hanya membawa tiga roti berselai dan dua botol minum dingin.
"Lo gak makan?" Tanya Mark.
"Gak gue gak selera makan juga. Roti juga makanannya simpel. Nih." Ia memberikan roti dan minuman untuk Angel.
"Satu mana cukup. Walaupun gak selera juga perlu makan sampe kenyang."
"Iyain."
Dan tidak lama kemudian suara bel masuk berbunyi, mereka bergegas meninggalkan kantin yang mulai ditinggalkan siswa-siswi.
"Kenapa sih Lo dari tadi diem aja?" Tanya Angel sambil berjalan.
"Mana ada sih aku diem aja. Tadi kan aku ada ngomong sama yang lain."
"Iya tau. Cuma kamu gak kayak biasanya tau gak. Biasanya pecicilan gak jelas. Tadi kok cuman diem itu pun kalau jawab kalau itu perlu." Jelas Angel.
"Perasaan kamu aja itu. Aku gak ada berubah. Aku juga ngerasa kayak biasanya tuh."
Angel menatap Lucas tidak yakin, tapi karena pertanyaannya dijawab begitu oleh Lucas ia mau tak mau hanya mengangguk mengerti.
"Udah kita pisah disini aja. Gak perlu nganterin aku. Aku bisa jalan sendiri." Mereka berdua berhenti di depan tangga menuju kelas Angel.
"Yaudah kalau itu mau kamu. Hati-hati ya. Dadah." Lucas melambaikan tangan.
"Kayak mau kemana aja pake di bilangin hati-hati segala di dadahin."
__ADS_1
"Gak papa juga kali. Pulang nanti bareng aku ya. Aku tunggu di parkiran. Gak boleh nolak pokoknya." Ujarnya dan berjalan pergi sebelum Angel menjawab, seakan tidak ingin mendengar penolakan.
"Heh?"
"Dih gak guna aku khawatirin dia tadi. Masih sengklek gitu." Gumamnya melihat kearah Lucas berjalan pergi.
Ia pun menggeleng kepala dan kembali berjalan menuju kelasnya.
****
Angel berjalan keluar kelas setelah jam pelajaran sudah habis dan bel pulang berbunyi. Saat ia berjalan turun ternyata ada Lucas yang menunggunya berdirinya di dekat tangga.
"Katanya nunggu di parkiran?"
"Ya gak papa sekalian aja, cuma nunggu bentar doang."
"Yaudah." Angel dan Lucas berjalan bersama menuju parkiran sekolah.
Biasanya Lucas yang berisik dan selalu mengajaknya mengobrol tiba-tiba saja diam, sama seperti di kantin tadi.
"Jalan-jalan dulu yuk sebelum pulang." Lucas baru berbicara padanya saat sudah berada di depan mobil.
Angel yang di samping mobil tidak menjawab pertanyaan itu dulu tetapi tunggu ia membuka pintu mobil dan masuk.
"Tapikan masih pake baju sekolah, habis pulang aja lah." Jawabnya sambil membetulkan posisi duduknya.
"Sekalian biar gak bolak-balik. Kamu pake Hoodie aku aja." Lucas keluar dari mobil dan mengambil Hoodie yang berada di mobil bagian belakang.
Setelah itu ia memberikan kepada Angel Hoodie berwarna biru tua. Angel menerima dan langsung memakai Hoodie tersebut.
"Kita ke mall dulu jalan-jalan oke." Ia menghidupkan mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.
"Iya terserah kamu, aku ikut aja."
Tetapi sebelum pergi ke mall, mobil Lucas berhenti di salah satu restoran untuk makan siang. Selesai makan mereka berdua, berjalan menuju mall yang tidak jauh dari restoran.
Lucas yang mengenakan Hoodie yang sama dengan Angel hanya saja warnanya berbeda, milik Lucas berwarna abu-abu sedangkan hoodie yang dikenakan Angel berwarna biru tua.
Lucas menawarkan tangannya kepada Angel.
"Ada apa?" Angel melihat tangan yang ada dihadapannya beralih menatap Lucas.
"Pegang tangan aku."
"Apaan sih." Angel kembali berjalan mendahului.
Tetapi Lucas menarik tangan Angel dan memaksa agar dapat bergandengan tangan.
"Sekali aja, Njel. Aku juga gak pernah aneh-aneh sama kamu. Aku cuma pengen kek gini aja bentar masa gak boleh." Katanya sambil berjalan menggandeng tangan Angel.
__ADS_1
Angel hanya diam berjalan mengikuti Lucas dengan tangan yang saling bergandengan. Ia tidak menolak sama sekali. Bahkan ia merasa senang di dalam hatinya bisa bergandengan tangan diantara hiruk pikuk orang yang berada di sekitar mereka.