I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 33 i'm not okay, Lucas!


__ADS_3

Lucas memasuki halaman rumah dan memarkirkan mobilnya. Ia menghela napas sambil berjalan memasuki rumah. Di dalam rumah ada papa dan mama yang duduk di sofa ruang tamu.



Papa yang menatap tajam dan Lucas langsung peka menghampiri kedua orang tuanya.



"Jelasin yang tadi?"



"Aku mukul temen."



"Cuma itu aja? Kamu mukul temen sampe masuk rumah sakit dan luka-luka gitu, alesannya apa?"



"Cuma kesel salah satu temenku kelai sama dia?"



"Papa gak percaya. Gak mungkin cuma kesel aja, kalau kamu kesel paling cuma muka yang lebam gak sampe tangan juga diperban. Jangan bohong Lucas!"



Mamanya hanya diam melihat Papa memarahinya.



"Yaudah aku jujur, aku kelai alasannya Angel. Dia dijebak sama Chan dan aku langsung emosi marah sama dia tanpa pikir panjang."



Papa yang mendengar hal itu tiba-tiba berdiri kaget dan seketika memijat pelipisnya.



"Papa jodohin kamu sama Angel biar kalian deket untuk masa-masa sekarang. Tapi kamu bisa-bisa ngelakuin itu bahkan bisa aja nyawa dka melayang karena kamu gak bisa jaga emosi kamu. Kamu juga berusaha nutupi kasus ini sampe kamu ancem Chan kan."



Papa menghela napas berat.


"Sebagai hukukan kartu, mobil dan apartemen kamu gak boleh kamu gunain sebelum kamu lulus." Kata papa dan duduk kembali. Lucas yang berdiri dihadapan papanya hanya diam tidak mencela ataupun membantah.



Papa yang melihat reaksi Lucas yang terlihat seperti tidak seperti menyeselin seutuhnya, berniat berdiri dan berjalan meninggalkan Lucas dan mama.



Belum setengah jalan, Papa tiba-tiba berhenti.


"Bukan itu aja, kamu gak boleh ketemu sama Angel dan harus pindah sekolah ke Kuala Lumpur tinggal sama mama."



Mendengar hal itu Lucas spontan menyela.


"Tapi, pa apa semua ini masih kurang kenapa aku harus sampe pindah sekolah ke Kuala Lumpur?"



"Yaa itu hukuman buat kamu yang sudah kelas 12 tetapi tidak banyak berpikir dalam bertindak."


__ADS_1


"Kenapa Lucas harus pindah sih, Pa. Kasian dia bentar lagi juga mau lulus. Nanggung harus pindah ke Kuala Lumpur." Mama yang tadinya diam saja pun ikut bicara.



"Sudahlah, ma. Ini pelajaran untuk dia juga. Mungkin papa juga salah harus jodohin Lucas saat itu. Akibatnya ia terlalu mementingkan ego dan perasaan saja. Mungkin kita batalkan saja perjodohannya."



"Enggak, pa! Papa silahkan sita barang dan fasilitas yang papa kasih buat aku tapi aku bakalan nentang papa batalin perjodohan ini."



"Yaudah tinggal kamu buktiin apa kamu emang cocok jadi jodoh Angel dimasa depan."


*****


Angel langsung mengambil jalan lain untuk ke kelasnya, karena tidak mau berpapasan dengan om Hendery dan Lucas. Sebetulnya ia ingin menyapa om Hendery dan Lucas tetapi hatinya menolak dan ia mengikuti kata hatinya tersebut.



Ia berjalan menunduk menuju kelas dengan kepala yang ditutupi tudung dan tangan dimasukkan ke saku hoodie.



Bahkan ia tidak menyadari, orang-orang yang berkerumun di depannya.



Angel langsung menyingkirkan penutup kepala dan melihat kearah depan.



Ia mendadak menghentikan langkahnya dan terkejut orang yang ada di depannya adalah Chan yang menggunakan satu tongkat bantu jalan dan beberapa anggota badan yang diperban sekaligus wajah yang terlihat masih lebam dan berplester.



Angel buru-buru menutupi kepalanya lagi dengan tudung jaket waktu Chan yang tidak terlalu memperhatikannya.



"Angel!" Panggil seseorang dengan suara yang ia kenali, yaitu Chan.



Angel berhenti berjalan tanpa menoleh.


"Bentar lagi pembalasan gue. Tunggu aja." Sergahnya dengan sombong.



Angel yang mendengar itu sedikit tersentak dan melanjutkan langkahnya menuju kelas. Didalam perjalanan ia memikirkan kemungkinan apa yang Chan balaskan padanya.



"Angel! Lo lambat tau gak!" Seru Mark yang berada di depan kelasnya bersama dengan genk rombongannya.


"Emang ada apa sih pagi-pagi begini udah ribut?"


Angel membuka tudung hoodienya menatap mereka yang terlihat cemas.


"Lo kan liat si Chan udah masuk sekolah tadi dan Lo harusnya tau kalau dia masuk itu pasti bales dendam. Dan yang kena getahnya itu Lucas!" Jelas Mark dihadapannya.



"Apa! Serius Lo? Loh kok Lucas sih, bukannya harusnya gue? Sekarang Lucas dimana?" Angel kaget mendengar kabar itu seakan tidak percaya.



"Ya jelaslah Lucas ada di kantor sama papanya." Jawab Mark sedikit kesal.

__ADS_1



Angel meletakkan tas yang ia gendong ke lantai dan berjalan cepat menuju kantor.



"Lo jangan bikin masalah lagi deh. Lucas bilang Lo jangan ke kantor nyusul dia." Tangannya ditarik oleh salah satu teman Mark agar menghentikan langkahnya menuju kantor.



"Jelas-jelas kalian tuh nyalahin gue sama kejadian kemaren kan? Gak perlu deh nahan gue. Gue juga tau kalau gue itu salah. Gak usah munafik, kalian pengennya gue tukar posisi kareba gue nya harusnya hari ini yang di kantor." Bentak Angel marah dan menghempaskan tangannya agar tidak dipegang.



"Iya emang kita kesel sama Lo! Emang seharusnya Lo yang ada dikantor bukan Lucas! Lucas yang gak ngelakuin apa-apa bahkan yang nolong Lo, malah harus nanggung hukuman yang harusnya itu Lo sendiri yang nanggung!" Salah satu teman Lucas menjawab lantang.



"Udahlah jangan ribut." Mark berusaha menenangkan mereka, tetatpi ada saja yang tidak mendengarkannya.



"Dan saking baiknya, Lucas sama sekali gak marah dan mau nanggung itu semua. Bahkan Lucas bilang Lo gak perlu ngaku kalau Lo yang buat Chan kek gitu. Sebenernya kita maunya Lo ngaku sama kepala sekolah tapi Lucas yang bilang gak perlu." Lanjut salah satu teman Mark lainnya.



Angel yang sudah terbawa emosi, akhirnya sadar bahwa ia terlalu mementingkan egonya sendiri. Ia hanya diam dan merasa bersalah.



Tak berselang lama, terlihat dari ujung koridor Lucas dan Om Hendery berjalan. Om Hendery langsung melewati mereka sedangkan Lucas berhenti.



Angel hanya diam menatap Lucas dengan mata yang berkaca-kaca. Ia ingin menangis tetapi sengaja ia tahan.



"Udah gak usah sedih gitu." Lucas tersenyum sambil mengelus kepala Angel dengan lembut.



"Aku gak mau, kamu harus nanggung ini. Kenapa kamu gak bilang sama aku. Kenapa? Harusnya aku yang nanggung ini semua bukan kamu." Kata Angel dengan suara yang pelan merasa bersalah.



"Karena aku tau kamu gak bakal biarin ini terjadi dan nanggung sendiri. Udah gak perlu sedih gitu. Aku cuma pindah sekolah aja kok gak sampe dikeluarin."



"Pindah?" Tanya genknya serentak kaget.


"Iya gue pindah sekolah, papa juga udah ngurus surat suratnya sekalian bayar uang kompensasi. Lo pada juga lebay deh. Gua cuman pindah gak usah lebay."


Angel menundukkan kepalanya dan tiba-tiba di pipinya mengalir air mata.



"Oh My God, Angel. Kamu nangis?" Lucas mengangkat dagu Angel dan melihatnya menangis.



Segera Lucas memeluk Angel yang menangis menenangkannya dengan lembut.



"Kok Angel sekarang makin cengeng sih. Udah gak usah nangis lagi aku gak papa kok." Katanya menenangkan dan mengusap punggung Angel lembut.


__ADS_1


"Harusnya aku ngaku aja tadi!"


__ADS_2