I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 36 Emosi lagi


__ADS_3

Angel duduk di kursi belajar dan mengeluarkan handphone-nya dari tas. Ia langsung mengetik nama Mark di pencarian kontak.


Ia langsung menekan tombol panggil untuk menelepon Mark.


Namun, panggilan teleponnya tidak diangkat. Karena sudah dua kali Angel menelepon Mark akhirnya ia mengetik pesan dan mengirimnya lewat aplikasi chat.


'Mark gue lagi stress nongkrong lah.'


Setelah itu ia meletakkan handphone-nya dan langsung berniat mandi.


Setelah selesai mandi, ternyata ada satu panggilan yang tidak terjawab dan itu berasal dari Mark. Ditambah notifikasi buble balasan pesan chat yang dikirim Angel.


'Yaudah ayok kapan? Sekarang?'


Setelah membaca pesan chat tersebut Angel kembali menelepon Mark. Setelah menunggu akhirnya panggilan itu diangkat.


"Halo!"


"Halo Mark. Sekarang gimana?"


"Yaudah gue jemput. Kayaknya gak bisa nongkrong sama yang lain deh. Soalnya mereka lagi ikut acara perpisahan ekskul."


"Yaudah gue sih gak masalah."


"Oke gue otw sekarang."


Angel bergegas memakai baju rapi setelah mandi dan berias ala kadarnya. Tak butuh waktu lama Mark sudah berada di depan rumahnya. Angel langsung menghampiri Mark setelah berpamitan dengan Bi Murni walaupun lewat teriakan.


"Mau kemana?" Tanya Mark saat Angel sudah masuk dan memasang sabuk pengaman.


"Kemana aja dah."


"Ke kafe gimana?"


"Okelah." Katanya singkat.


Mark menyetir mobil sedangkan Angel hanya diam saja memerhatikan didepannya.


"Ada apa lagi sih Lo? Belum puas tadi Lo marahin gue juga."


"Baperan Lo. Gue tadi ketemu om Hendery dirumah tadi."


"Papanya Lucas kan. Ada apa emangnya?"

__ADS_1


"Ceritanya nanti aja di kafe."


Mark hanya diam saja dan tidak berusaha mengajaknya berbicara lagi. Karena ia tau ending-nya hanya akan dijawab singkat bahkan sampai di *cuekin*.


Ternyata kafe tidak terlalu jauh dan hanya memakan waktu singkat. Angel dan Mark turun dan masuk bersamaan.


Kafe yang mereka kunjungi juga tidak terlalu ramai sehingga dapat leluasa bercerita. Mereka duduk di meja kosong. Dan langsung memesan minuman.


Angel memilih meminum lemon ice sedangkan Mark ice americano.


Mark hanya diam dan menatap Angel menunggu dirinya membuka mulut untuk bercerita. Karena terbebani dengan tatap Mark yang menunggu. Angel akhirnya membuka mulut dan bercerita.


"Gue tadi debat sama om Hendery tentang Lucas, sedikit."


"Serius sedikit? Dari muka Lo gak yakin gue Lo cuma debat dikit doang. Terus kalian debatin apa?"


"Yang tadi lah tentang Lucas yabg tiba-tiba pindah dan gak ngasih tau ke kita bahkan sampe gak pamitan."


"Gue kesel banget dia juga ngebatalin perjodohan kita sepihak dan eh papa gue juga ikutan setuju. Kesel banget, pendidikan udah tinggi tapi pikirannya masih ketinggalan jaman primitif. Gak papa gue, gak om Hendery *oh my god* kayak gak ngerti kehidupan remaja gue sama Lucas gitu." Lanjut Angel.


"Lo kesel sama mereka yang tiba-tiba jodohin terus tiba-tiba juga ngebatalin gitu?"


"Ya lebih kurang gitulah."


Mark hanya tersenyum tidak memberi solusi dari dirinya sendiri. Minuman yang mereka pesan akhirnya datang diantar oleh pelayan kafe.


Angel berkali-kali berdecak sambil membuang muka.


"Kita juga cuma bisa maklumin orang tua sendiri. Mau gimana lagi lah, Njel. Lucas juga udah di Malaysia. Mungkin aja dia di sana gak dikasih fasilitas alat komunikasi karena masih dihukum." Jawab Mark dengan jawaban pasrah.


"Gak tau deh."


Pintu kafe berbunyi seperti bel, karena ada pengunjung yang masuk.


"Hah." Angel tertunduk lesu dan tau-tau ada orang yang mendatangi mereka berdua dan menyiram lemon ice tepat di mukanya.


Angel yang tadinya menunduk lesu, memejamkan matanya karena kaget tiba-tiba di siram air dingin miliknya.


"Kyra! Kamu ngapain tiba-tiba nyiram kayak gitu?" Teriak Mark yang kaget dan mendadak berdiri karena kedatangan pacarnya yang menyiram Angel.


"Kamu yang ngapain sama perempuan murahan ini, hah? Kamu selingkuh di belakang aku!" Bentak kekasih Mark menuduhnya berselingkuh.


"Enggak dia itu cuman temen aku doang, Ky." Bantah Mark.

__ADS_1


Angel menjadi terabaikan karena mereka berdua bertengkar di depannya.


"Haish! Belum juga gue minum." Gumam Angel sambil mengusap mukanya yang sempat sakit karena tiba-tiba disiram air dingin dan menyeka air masih ada mukanya dan membuat kulitnya lengket.


Karena suasana hati yang sedang berantakan dan dituduh sebagai 'perempuan murahan'. Angel bangkit dari kursi dan memegang pipi kekasih Mark yang bernama Kyra secara paksa.


"Njel, jangan emosi dulu." Henti Mark yang panik melihat Angel yang kasar dengan Kyra.


Ia tidak mempedulikan Mark dan beralih mengambil ice americano yang ada di meja. Angel memasukan paksa air tersebut ke mulutnya.


"Angel! Udah jangan kasar sama Kyra. Dia gak sengaja." Mark berusaha menghentikan Angel yang terus memaksa Kyra meminum ice americano miliknya. Tetapi bukannya berhenti Angel menatap tajam Mark agar berhenti menghentikannya dan berteriak.


Walaupun sempat meronta, tetap kekuatan Kyra kalah jauh dari Angel. Ketika Kyra tidak dapat menerima minuman itu lagi, Angel langsung menuangkan sisa ice americano ke baju putihnya.


Melihat hal itu, Mark saja tidak mampu menghentikan kelakuan Angel.


Setelah gelas kosong Angel menaruhnya kembali ke meja dengan kasar.


"Untung bukan yang panas yang gue sodorin ke mulut lo, kalau iya mungkin wajah sama bibir Lo yang cantik ini bisa melepuh!" Ucap Angel, menggoyangkan tangannya yang masih memegang pipi Kyra.


"Dan untuk Lo Mark tolong ajarin pacar Lo ini attitude yang baik okey. Jangan asal nuduh orang sembarangan!" Angel beralih menatap tajam Mark tadi karena kelakuan pacarnya yang membuatnya kesel setengah mati.


Angel melepaskan tangannya dari pipi Mia kasar, dan berjalan pergi.


"Angel! Gue aja yang anterin Lo!"


Mark berusaha mengejar Angel yang keluar dari kafe, tetapi Angel tidak peduli dan langsung masuk ke dalam taxi.


Mark memegang kepalanya dengan muka tidak percaya membuat Angel marah.


Sedangkan Kyra speechless karena perilaku Angel kepadanya yang lumayan brutal.


Akhirnya Mark kembali masuk ke kafe membayar minuman mereka tadi dan mengantar Kyra pulang.


"Tadi itu siapa?"


"Itu Angel. Pacarnya Lucas temen aku."


"Jadi aku salah sangka tadi. Oh my Gosh." Kyra menutup matanya dengan tangan kanannya menyadari kesalahannya.


"Iya. Harusnya kamu kurangin sifat posesif kamu ke aku. Ya udahlah usah kejadian. Apa perlu aku beli baju buat kamu dulu, baju kamu kelihatan ada noda kopinya."


"Gak perlu lah langsung pulang aja. Maafin aku Mark gimana dong kalau kamu dimusuhin Angel."

__ADS_1


"Udah gak papa. Gak usah khawatirin aku, Angel gak bakalan musuhin


aku kok." Ujar Mark menenangkan kekasihnya yang masih sedikit syok. Walaupun ia tidak tau nasibnya besok di sekolah.


__ADS_2