
Saat mereka sudah berada di depan pintu masuk mall, Angel berniat melepaskan gandengan tangannya tetapi Lucas justru semakin menggenggam erat.
Ia hanya menatap Lucas bertanya-tanya namun akhirnya Angel tidak berniat melepaskan genggaman tangan tersebut.
"Mau kemana?"
Lucas melihat kanan dan kiri
memikirkan tempat yang tepat.
"Ehm.. Main aja dulu yuk. Kalau nanti laper baru cari makanan."
"Oke."
Tempat bermain ada di lantai tiga, mereka berdua menaiki tangga eskalator seperti selayaknya sepasang kekasih. Tak heran ada beberapa orang melirik ke arah mereka berdua sambil tersenyum.
Angel hanya menundukkan kepala merasa malu dan takut tertangkap basah wajahnya merah merona.
"Kamu kenapa gak enak badan?" Lucas menundukkan kepalanya untuk melihat muka Angel yang tertutupi rambut karena terlalu menundukkan.
Segera Angel mengangkat kepala dan membuang muka agar matanya tidak saling bertemu.
"Enggak papa kok."
"Serius gak papa, wajah kamu merah gitu. Kamu demam?" Lucas memegang kening dan pipi Angel memeriksa suhu badannya.
"Eh.. mungkin tadi habis dari luar kan panas, apalagi pake hoodie begini." Jawabnya dengan sedikit terbata-bata.
"Yaudah mau beli minum dulu?"
"Boleh."
Setelah berada di lantai tiga mereka berjalan kearah lain untuk membeli minuman.
Angel dan Lucas memesan minuman Boba dan berlanjut berjalan menuju area bermain.
Saat ini mereka sudah tidak bergandengan tangan lagi sejak saat membeli minuman.
Angel merasa lega karena tidak merasa terbebani. Namun, tiba-tiba Lucas melingkar tangannya ke pundak Angel. Seketika pundaknya terasa kaku seakan membeku.
"Udah ayok pergi kok diem aja." Katanya sambil mempererat rangkulannya.
Entah mengapa ia tidak seperti biasanya yang langsung menolak karena merasa risih. Rasanya ia sudah pasrah sekaligus kesenangan walaupun wajahnya tidak seperti orang yang mudah ditebak isi hatinya.
"Loh Angel sama Lucas ya?" Suara seseorang dari belakang, seketika mereka langsung menoleh dalam keadaan Lucas yang masih merangkul Angel.
Salah satu teman sekolah mereka, kebetulan berada dan mengunjungi tempat yang sama, juga menyadari sekaligus mengenali mereka dari belakang.
"Cie..cie.. Kencan diem diem nih ceritanya." Katanya sambil tersenyum.
"Ah eng-"
__ADS_1
"Iya ceritanya kami lagi kencan berdua." Potong Lucas dengan santai.
"Oh my God. Selamat menikmati kencan berdua ya. Tenang aja aku gak bakalan cerita ini ke siapa-siapa kok. Kalian nikmati aja ya, aku pergi duluan. Bye!" Salah satu teman sekolah yang mengenali mereka langsung peka dan meninggalkan mereka berdua dengan berpamitan.
Angel dan Lucas membalas lambaian tangannya.
Tiba-tiba Angel melepas tangan Lucas dari pundaknya dan mengomel.
"Sembarangan banget bilang kencan kencan."
"Gak papa dong. Emang suasana ini tuh kayak kencan. Ini pun bukan kencan pertama kalinya, kita kan udah banyak ngelakuinnya banyak hal sama-sama."
"Ih sembarangan. Ogah banget kencan sama kamu."
"Ogah ogah mau juga kan kamu diajak sama aku."
"Ya.. yakan niatnya jalan-jalan bukan kencan."
"Iya-iya aku ngalah ini bukan kencan tapi jalan-jalan. Yaudah ayo jalan keburu sore nanti."
Mereka masuk ke area bermain, sebelumnya Lucas mengisi saldo kartu bermain. Dan lalu bermain bersama. Banyak permainan yang mereka mainkan saking asyiknya mereka sampai lupa waktu dan saldo kartu tidak tersisa.
"Ya ampun udah sore. Yuk pulang." Angel yang menyadari dari jendela mall di luar sudah mulai gelap.
"Gausah lah. Langsung pulang aja."
"Yaudah."
Langsung saja Angel dan Lucas berjalan keluar mall untuk pulang. Didalam mobil saat perjalanan pulang tidak ada suara, mereka berdua hanya diam. Karena sunyi Angel yang merasa capek ketiduran di mobil Lucas.
Lucas hanya melirik sesekali kearah Angel yang tertidur sambil tersenyum simpul.
Saat sudah sampai rumah pun Angel masih tertidur di mobilnya. Segera Lucas turun dari mobil bergegas membuka pintu seberang.
"Njel, bangun udah sampai rumah." Lucas membangunkan Angel dengan menggoyangkan lengan Angel lembut.
Angel langsung membuka mata dan melihat Lucas ada didekatnya yang sempat membangunkan.
“Udah sampe?” Mata Angel terlihat menatap sekeliling dengan mata sipit.
"Iya." Lucas membawakan tas sekolah Angel dan memberikan tas tersebut setelah Angel keluar dari mobil.
"Makasih ya, sorry tadi aku ketiduran." Ujarnya dengan suara yang sedikit serak karena baru bangun tidur.
"Gak papa kok." Tidak tau ada angin tornado dari mana, Lucas tiba-tiba memeluknya.
__ADS_1
"Eh.. ada apa, Cas?" Tanya bingung sambil membalas memeluk.
Lucas tidak menjawab mereka berpelukan dalam diam beberapa saat, setelah itu Lucas melepaskan pelukan terlebih dulu. Ia hanya tersenyum dan berjalan menuju mobil.
Sebelum mobilnya berangkat Lucas mengatakan, "See you next time."
Angel dengan nyawa yang masih belum terkumpul sepenuh bingung apa yang barusan terjadi. Dan masuk kedalam rumah setelah mobil Lucas meninggalkan halaman rumahnya.
****
Angel berbaring di kasurnya setelah selesai mandi. Tiba-tiba ia teringat pelukan dari Lucas di depan rumahnya tadi. Terasa hangat dan nyaman.
"Arghh!" Angel berteriak malu menutupi wajahnya dengan bantal. Namun, pada akhirnya ia tersenyum malu-malu.
"Oh My God, apa yang terjadi sama aku sih?" Gumamnya.
Keesokan harinya, diluar rumah basah karena hujan sedari dini hari malam tadi.
"Masih hujan?" Angel menyantap sarapannya dan melihat kearah luar jendela yang terlihat rintik-rintik air.
"Iya masih hujan belum reda. Padahal dari malem." Sahut Bi Murni sambil menuangkan teh hangat ke cangkir Angel.
"Nona pake jaket nanti soalnya dingin diluar." Kata Bi Murni menasehati.
"Iya, Bi. Angel udah selesai makan nih. Angel berangkat dulu ya. Bye!"
"Hati-hati, nona."
"Siap!"
Sebelum berangkat Angel masuk kedalam kamarnya mengambil jaket untuk memenuhi nasihty Bi Murni tadi.
Saat ia masuk, yang terlihat pertama kali aja hoodie yang ia pake kemarin, Hoodie milik Lucas.
Segera ia mengambil hoodie itu dan memakainya, sekaligus mengembalikan kepada Lucas nanti di sekolah. Ia sangat nyaman mengenakan hoodie yang dipinjamkan Lucas kepadanya. Seakan ingin hoodie tersebut menjadi miliknya saja.
Aroma hoodie milik Lucas membuatnya teringat langsung kepada Lucas. OMG seharian itu Angel hanya teringat Lucas, Lucas dan Lucas. Bahkan dirinya bingung ada apa dengan otak dan hatinya saat ini.
"Kenapa sih nona kok senyum-senyum sendiri?" Tanya Pak Sam meliriknya dari kaca spion belakangan.
Angel terperanjat dan langsung membuat wajah datar.
"Enggak kok. Pak Sam aja kali yang salah liat. Dari tadi Angel diem aja tuh."
"Iya mungkin Pak Sam salah liat." Katanya dengan nada mengejek.
Dalam hati Angel ia sangat malu kepergok senyum-senyum sendiri. Ia menyalahkan Lucas yang sudah mondar-mandir dipikirkan sehingga ia sedikit hilang kewarasan.
Mobilnya sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah, ia segera turun. Dan saat memasuki area sekolah ia melihat Lucas yang baru keluar dari mobilnya. Angel berniat memanggil seketika mengurungkan niatnya setelah melihat Om Hendery baru turun dari mobil bersama dengan Lucas.
"Kok bareng om Hendery?"
__ADS_1