I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 21 Suasana Hangat


__ADS_3

"Mamaaa! Jangan ngelantur. Iniii tolongin dulu." Lucas menjadi bingung mendengar mamanya berbicara yang aneh-aneh.


"Mama gak mau!" Tolaknya mentah.


"Ya ampun, mama. Ini tuh Angel anaknya Om Jeff temennya papa." Geram Lucas.


"Hah? Masa iya?"


"Aduh mama jangan bengong dong bantuin duluuu."


"Oh iya tunggu bentar." Mama Lucas segera menuju dapur dan kembali tergopoh-gopoh membawa sebaskom air hangat dan kain bersih.


Lucas segera membawa selimut baru, minyak kayu putih dan penghangat ruangan untuk Angel.


"Kok belum sadar sadar sih ma?" Tanya Lucas cemas.


"Tolong bantuin mama. Bawain Angel ke kamar. Biar mama yang urus." Kata mama Lucas memerintah.


Lucas mengiyakan dan menggendong Angel ke kamar. Mama masuk ke kamar tempat Angel dibaringkan.


"Kamu mendingan kabarin Om Jeff dulu takutnya dia khawatir. Tapi jangan bilang kalau Angel pingsan."


"Iya, ma."


Baru saja mamanyq menyuruh Lucas untuk menelepon Papa Angel. Ponsel Lucas berdering dan benar yang menelepon adalah Papa Angel.


"Lucas! Angel sama kamu ya?"


"Iya, om. Angel ada di apartemen Lucas."


"Hah? Apartemen? Kamu ngapain anak om?"


"Tunggu om jangan salah paham dulu. Di apartemen ada mama kok Angel aman di sini."


"Oh gitu. Om boleh ngomong sama Angel gak?"


"Eh-maaf om. Angel katanya gak mau di ganggu dulu."


"Yaudah udahlah. Tolong jagain Angel ya Lucas. Om tutup dulu."


"Iya, om."


Panggilan telepon itupun berakhir.


Mama Lucas keluar dari kamar tamu.


"Gimana Angel, ma?"


"Panasnya udah turun. Biarin dia istirahat dulu. Kamu tidur di sofa dulu ya. Kamarnya kan lagi dipake Angel."


"Iya iya."


Lucas sedang menonton televisi, namun karena acaranya membosankan ia sampai ketiduran dengan kondisi meringkuk kedinginan.

__ADS_1


Angel mengerjapkan matanya yang terasa panas karena demannya tadi. Mata melihat lurus ke plafon apartemen Lucas. Awalnya ia bingung karena tidak mengenali tempat tersebut, namun ia ingat terakhir kali ia berada di mobil Lucas.


Kerongkongan terasa kering. Angel memutuskan untuk pergi ke dapur untuk meminum air. Saat Angel membuka pintu kamar suara bising dari televisi sangat terdengar. Ia berhenti sebentar melihat ke arah ruang televisi. Tidak ada siapa-siapa. Karena merasa terganggu dengan volume televisi yang kencang dan pemborosan energi, Angel berencana mematika televisi tersebut.


"Ah!" Angel teriak kaget setelah melihat seseorang yang tidur di sofa dengan posisi membelakanginya. Segera Angel menutup mulutnya karena kebisingan yang ia buat.


Karena bising orang yang tidur tersebut membalikan badannya secara tidak sadar. Dan Angel melihat muka orang tersebut.


Ternyata Lucas


Angel berlalu menuju dapur. Setelah selesai minum Angel kembali ke kamar untuk tidur.


Namun, ia kembali mengunjungi sofa Lucas untuk melihat keadaannya. Ia tidur dengan posisi meringkuk sambil memeluk tangan.


Kedinginan?


Udah tau hujan masa oake AC.


Angel melihat ke AC yang menyala dengan suhu derajat rendah. Angel mengambil remote control untuk mematikan AC.


Setelah ia sudah mematikan AC Angel kembali memperhatikan Lucas dan masih terlihat kedinginan.


Segera Angel kembali ke kamarnya untuk mengambilkan selimut lain. Setelah mendapat selimut itu, Angel berjalan keluar kamar. Entah dari mana pikiran nakal Angel muncul untuk menjaili Lucas, ia pun mengambil tasnya dan mencari lipstik yang selalu ia pakai dan membawa selimut serta lipstik ke sofa tempat Lucas tidur.


Angel menyelimuti Lucas dengan selimut yang ia bawa dan mulai melancarkan aksinya dengan mencoret-coret muka Lucas dengan lipstiknya itu.


"Pfftttt..." Ia menutup mulutnya menahan tawa. Hasil karya seninya menempel di muka Lucas.


Angel terbangun dari tidurnya, ternyata hari sudah pagi. Angel turun dari ranjang menuju ke luar kamar. Demannya memang sudah turun tetapi kepala masih terasa berat.


Terlihat Tante Mila, Mama Lucas baru keluar dari kamarnya sambil mengikat rambut dan bersiap menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi, tante." Sapa Angel setelah menutup pintu kamar.


"Pagi, Angel. Gimana udah baikan?"


"Udah lumayan, tante. Makasih udah rawat Angel."


Tante Mila tersenyum mengangguk.


"Angel bantu siapin sarapannya bolehkan tante?"


"Boleh dong ayo sini."


Angel membantu Tante Mila memasak untuk sarapan. Mereka terlihat akrab walaupun baru pertama kali bertemu. Angel begitu merasakan kehangatan dari seorang ibu. Dan Angel tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


Angel duduk di kursi makan setelah semua makanan sudah disajikan di atas meja. Tante Mila berjalan menuju ke sofa untuk membangunkan Lucas.


"Lucas bangun."


"Nanti ma. Masih pagi. Hari ini libur juga."


"Ck. Anak ini. Bangun males banget kamu ini." Tante Mila menarik bantal dari kepala Lucas yang membuat kepalanya membentur gagang sofa yang agak keras.

__ADS_1


"Ih, mama." Lucas merenggangkan badannya dan kembali tidur.


"Ya ampun, Lucas." Tante Mila memukul Lucas dengan bantal untuk membangunkan Lucas.


Angel hanya memperhatikan serta menikmati drama anak dan ibu di pagi itu.


"Aduh, mama. Iya Lucas bangun nih." Lucas mendudukkan dirinya dengan kasar, namun dengan mata masih tertutup.


"Lucas muka kamu kenapa? Kamu habis makeup-pan hah. Muka kaya orang ikut opera."


"Hm?" Lucas bertanya dengan mata tertutup.


"Udah sana ke kamar mandi cuci muka habis itu sarapan." Tante Mila menarik Lucas kesal untuk segera bangun.


Lucas bangun dan menuju ke kamar mandi dengan badan terhuyung-huyung.


"Maaaa! Kok muka Lucas kaya gini?" Teriak Lucas dari kamar mandi.


"Mana mama tau."


"Argh. Ma, kok gak bisa ilang?"


"Cucinya pake sabun cuci muka lah, kalau pake air mana bisa."


Angel mengalihkan padangannya dan melipat mulutnya rapat-rapat agar tawanya tidak pecah karena aksi jailnya semalam.


Akhirnya Lucas bergabung untuk sarapan dengan wajah kesal sambil menatap Angel tajam. Ia pura-pura tidak tau dan tidak peduli dengan Lucas yang ada dihadapannya.


"Udah ayo kita sarapan."


"Tumben mama buat sarapan. Mama kan gak bisa masak." Kata Lucas polos berterus-terang.


Tante Mila terlihat kaget apa yang dikatakan Lucas memberikan kode agar tidak melanjutkan kata-katanya.


Angel melirik keduanya dengan mata polos.


"Hehe. Harap maklum ya, Njel. Tante setiap hari kan harus kerja bantuin Om Hendry ngurus perusahaan. Jadi, gak ada waktu di dapur." Tante Mila terlihat menyengir salah tingkah dihadapan Angel.


Angel hanya tertawa ringan memaklumi.


"Itu Angel yang masak. Mama cuma bantuin doang." Lanjut Tante Mila menjelaskan pada anaknya tersebut.


"Makanannya enak, ma. Memang pantes kalau ini masakannya Angel."


"Jadi, mama gak pantes gitu." Tanya Tante Mila menatap Lucas.


"Gak gitu, ma." Sangkal Lucas sambil menyuap makanan ke mulutnya.


"Ih anak ini. Suka banget ngejekin mamanya." Tante Mila memukul kepala Lucas dengan sendok.


"Aduh. Mama sakitttt."


"Heh rasain. Maaf ya, Njel. Kayak gini suasana tante sama Lucas. Kelai terus." Tante Mila terlihat malu dengan tingkahnya sendiri dan Lucas di hadapan orang lain

__ADS_1


__ADS_2