I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 28 Rencana


__ADS_3

Lucas terdiam sejenak dan masih memejamkan mata. Di mukanya sudah tercetak bentuk tangan sempurna, dengan perlahan ia membuka mata.


"Fuuhhh!"


Angel malah meniupkan tepung kembali dan membuat Lucas memejamkan mata kembali karena kelilipan butiran halus tepung.


"Ahhh Angeeeelllll! Ahhhh mata aku sakittt woyyy! Ahhh perihhh!" Lucas bergerak-gerak tidak karuan dengan tangan sambil memegang kedua matanya.


Seketika Angel panik, ia menghentikan pekerjaannya sejenak dan mencuci tangannya yang kotor karena tepung.


"Ahhhh! Kok mata aku makin panas. Aduhh Njel tolong. Makin perih!"


"Tangan kamu kan habis motong cabe sama bawang ya panas lah. Udah lepas tangan kamu dari mata kamu."


"Ahhh gimana dong. Njel bantuinn!" Lucas berjalan dengan mata tertutup sambil mengibas-ngibas tangannya. Dan alhasil ia jatuh tersungkur karena tersandung kaki meja.


"Aduhh! Ahhh!" Lucas berteriak mengeluh kesakitan.


Keadaan dapur semakin kacau, segera Angel membantu Lucas yang terjatuh dan mencari kain bersih untuk menghilangkan perih di matanya. Kain bersih itu ia basahkan dengan air kran.


Angel membantu Lucas yang masih mengeluhkan perih dimatanya.


"Udah diem. Sini aku bantuin." Angel mengusapkan kain bersih basah pada mata Lucas dengan lembut dan memegang wajahnya.


Perlahan-lahan mata lucas bisa terbuka, walaupun sedikit terasa perih. Lucas kaget melihat jarak antara wajahnya dengan Angel begitu sangat dekat dan Angel masih mengusap kain ke wajah Lucas yang kotor.


"Gimana? Masih perih?" Tanya Angel dengan tatapan hangat setelah membersihkan wajah Lucas yang kotor.


Lucas tersenyum dan membalas tatapan Angel yang begitu menenangkan. Lucas menggelengkan kepala, ia menyentuh tangan Angel yang masih berada di wajahnya saat masih membersihkan tadi.


Angel tidak menyadari bahwa tangannya masih memegang wajah Lucas. Angel menarik tangannya tetapi Lucas memegang tangan Angel dengan erat.


"Tunggu bentar. Aku cuma pengen tangan kamu bentar kok. Oke?"


Angel membiarkan tangannya digenggam oleh Lucas, selama Lucas menggenggam erat tangan Angel mereka berdua hanya menatap satu sama lain. Tanpa ia sadari pipinya merona segera menarik tangannya dan berdiri kembali melanjutkan memasak.


"Udah lah enak banget ambil kesempatan. Aku mau lanjut masak, kamu mendingan gak ikutan deh. Liat dapur jadi berantakan." Angel kembali sibuk dan mulai menghidupkan kompor untuk melanjutkan memasak.


"Yaudah gitukan bagus." Lucas berjalan pergi dari dapur menuju ruang tv.


"Karena kamu gak bantuin masak kamu beresin dapur. Enak aja santai-santai." Omel Angel menghentikan langkah Lucas.


Lucas menghela napas kesal dan akhirnya berbalik lagi menuju dapur tanpa banyak berkata-kata karena telinganya terasa panas mendengarkan ocehan dari Angel.


Lucas membersikan dapur sedangkan Angel memasak makan siang. Lucas yang belum selesai membereskan dapur, namun Angel sudah siap memasak dan waktunya makanan disajikan.


"Wahhh, keliatan enak nih. Perut dah laper." Sahut Lucas sambil memandangi makanan yang ada di meja.


"Itu aja belum selesai. Selesai dulu kerjaannya." Angel berjalan menuju meja makan sambil membawa piring makanan di tangannya.


"Nanti aja lah lanjutinya makan dulu ya?" Kata Lucas memelas dan menunjukkan pesonanya.


"Enggak!" Angel tidak tergoda sama sekali dengan lagak sok imut itu.

__ADS_1


"Ish."


Angel meletakkan semua makan di atas meja makan dan duduk untuk makan. Sedangkan Lucas masih membersihkan dapur yang kotor.


Lucas menekuk mukanya karena kesal harus membersihkan dapur sendiri. Melihat mukanya tersebut Angel menghentikan makannya untuk membantu Lucas.


"Dasar gak ikhlas." Angel ikut membersihkan lantai dapur yang kotor dengan mengepel.


"Cuma bersihin tepung dilantai masa gak selesai-selesai. Pemales!" Omelnya lagi.


"Yaudah kalau gak ikhlas bantuin juga, ngapain sok-sok ikutan. Udah biar aku aja yang bersiin semua."


"Alah bersiin ini gak bakalan siap-siap muka dari tadi di tekuk gitu, udah lelet gak ikhlas lagi."


"Siapa yang bilang aku lelet."


"Aku ngapa. Emang nyatanya gitu."


"Sorry ya aku gak lelet. Tuh buktinya lantai udah gak ada tepung lagi."


"Iya udah gak ada, orang kamu pungutin satu-satu tuh tepung. Setengah jam cuma pungutin tepung."


"Ya mau gimana lagi. Emang tepungnya banyak."


"Yaaa di sapulah. Itu sapukan ada, vacuum cleaner juga ada. Kamu emang pemales apa bodoh sih. Dipikir dong."


"Aku gak pemales dan aku gak bodoh."


Blablabla...


Mereka berdua tampak kelelahan karena harus bekerja membersihkan dapur dan juga berdebat yang tidak ada faedahnya sama sekali.


Setelah membersihkan tangan mereka berdua makan bersama.


Selesai makan terlihat dari jendela apartemen langit sudah gelap.


"Mau pulang sekarang?" Tanya Lucas.


"Masih jam tujuh. Keluar jalan-jalan dulu yuk." Angel berinisiatif mengajak Lucas berjalan-jalan sebelum pulang ke rumah.


"Mau kemana?"


"Kemana aja."


Mereka berdua langsung keluar dari apartemen, menuju area parkiran.


Saat di mobil Angel tidak banyak bicara.


"Kalau gak mau pulang, kamu bisa tinggal di apartemen kok."


"Enggak perlu."


"Besok kamu sekolah?"

__ADS_1


"Sekolahlah. Mau ngapain gak sekolah sebentar lagi juga mau ujian."


Mobil berhenti di depan kafe. Lucas memutuskan untuk nongkrong di cafe sebelum mengantarkan Angel pulang.


"Saya pesen jus stroberi, latte ice sama desert cheesecake cokelatnya dua."


Angel menatap Lucas yang memesan jus stroberi.


"Kenapa?" Lucas menatap balik Angel saat ia diam-diam memperhatikan.


"Jus stroberi punya siapa?"


"Punya akulah. Geer ya kamu, pasti kamu kira aku pesen itu buat kamu kan." Ejek Lucas cekikikan.


"Idih, gila lo. Aku tuh gak suka stroberi. Ngapain geer. Ish nyebelin banget." Angel melayangkan tangan seakan ingin memukul.


"Udah tau kamu gak suka stroberi cuma ngetes aja."


"Ih." Angel mencubit lengan Lucas geram.


"Ahh. Sakit, Njel. Suka banget sih pake kekerasan."


"Cepet tua ntar." Ejek Lucas dengan suara pelan.


"Apa!"


"Enggak itu pesenannya udah dateng." Jawabnya lagi mengalihkan perhatian.


Pelayan cake membawa pesanan mereka ke meja.


Lucas langsung mengambil pesanannya dan langsung minum


"Nih, coba dulu enak loh." Lucas iseng menyodorkan jus stroberi kepada Angel.


Angel menatap tajam Lucas.


"Jangan cari masalah ya. Awas aja nanti tuh jus aku siram ke wajah kamu." Peringatnya serius.


"Oke-oke ampun nona. Gak lagi."


"Eh, Njel kamu mau balas dendam gak." Kata Lucas sambil menyuapkan desert kemulutnya.


"Bales dendam?"


"Iya. Kejadian hari ini kamu pasti tau dalangnya kan. Gak ada niatan gitu."


"Gak tau deh, gak kepikiran." Gantian Angel memakan desert miliknya.


"Hajar aja dianya semau kamu tenang aja ada aku dibelakang."


"Maunya sih gitu. Susah terlalu banyak orang."


"Tenang aja aku ada ide."

__ADS_1


"Apa?"


__ADS_2