I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 34 Kita Tunggu Aja


__ADS_3

"Harusnya aku ngaku aja tadi."


Lucas langsung melepaskan pelukan dan mengangkat wajah Angel agar menatapnya.


"Udah deh gak usah diungkit lagi. Aku cuma pindah sekolah aja. Aku juga gak mau kamu jadi punya catatan kesalahan. Aku tau kamu itu punya cita-cita, sedangkan aku toh nanti bakalan lanjutin perusahaan papa. Jadi gak masalah buat aku. Gak usah merasa bersalah."



Dengan enggan Angel mengangguk mengerti dengan mata terpejam dan sedikit menunduk.



"Dan makasih buat kalian yang udah jadi temen gue selama satu tahun ini. Kalian jangan nyalahin Angel lagi okey! Gue juga gak marah kok. Selama gue udah gak disekolah ini lagi tolong jagain Angel ya selama 6 bulan ini. Mau ya bro?"



Teman-teman Lucas yang berada di depannya hanya mengangguk saja.



"Jaga diri baik-baik ya. Sekarang aku harus pulang dulu. Papa udah nunggu dari tadi. Gak usah sedih-sedih lagi ya."



"Senyum gak?" Lucas memegang pipi Angel menyuruhnya tersenyum dan terpaksa Angel tersenyum atas perintah Lucas.



"Nah gitu dong. Aku pergi dulu ya. Gue pulang dulu bro. See you next time." Lucas saling berpelukan dengan teman-teman dan berpamitan pergi.



"Oh kamu pake Hoodie aku ya. Kamu simpen aja. Kamu harus inget pesen aku harus belajar yang rajin untuk 6 bulan terakhir dan jangan lupa makan oke. Selama aku gak ada kamu harus inget pesan itu. Awas aja kalau enggak." Ujarnya tersenyum sambil menggoda Angel.



Angel hanya mendengarkan saja. Hatinya masih merasa sakit. Karena tidak mendengar jawaban apapun. Lucas kembali memeluk Angel.



"Kamu kok gak dengar omongan aku sih. Kan aku bilang gak usah sedih lagi. Kita kan masih bisa ketemu."



"Udah ya aku harus pergi pulang dulu."



"Bye! Inget jangan sedih-sedih lagi." Teriak Lucas sambil berlari kecil melambaikan tangan ke mereka.



Angel dan teman-temannya yang lain membalas lambaian tangan tersebut dan menatap kepergian Lucas yang berlalu menuju parkiran. Dan yang lebih tepatnya hari ini adalah hari perpisahan mereka semua dengan Lucas.



Seharian ini Angel menjadi murung bahkan saat belajar pun sama sekali tidak ada niat. Jam istirahat pertama hanya dipakai untuk berdiam diri di kelas. Mark dan beberapa temannya mendatangi kelas Angel.

__ADS_1



"Ayo lah ke kantin." Ajak Mark.



"Enggak perlulah. Gue juga gak selera makan." Jawab Angel lemas.



"Gue udah yakin Lo bakalan kayak gini kalau di ajak ke kantin. Nih gue udah beliin roti sama minuman." Mark membeli roti dan minuman yang biasanya Lucas berikan padanya.



Angel hanya menatap makanan yang diberikan Mark di mejanya.



"Em.. Njel gue minta maaf ya yang agak bentak Lo tadi." Kata salah satu teman Mark yang sempat ribut dengannya.



Angel hanya mengangguk dan tersenyum. Mark duduk di kursi yang ada di dekatnya dan membuat pengakuan.



"Gue sebenernya juga mau minta maaf sempet kesel sama Lo dan nyalahin Lo. Lo gak perlu terlalu sedih. Masa Lo gak inget kata Lucas tadi. Tenang aja selama 6 bulan terakhir ini kita bakalan jadi teman Lo kayak kata Lucas tadi."



Angel hanya diam dan memberi respon mengangguk dan tersenyum menatap mereka yang sudah perhatian padanya.


Pelajaran selanjutnya Angel kembali membangun mood dan berusaha melupakan hal yang sudah berlalu. Bahkan Mark datang lagi ke kelas Angel untuk mengajaknya ke kantin atau kumpul bersama.



"Rasanya gue masih kesel banget sama Chan. Gila ya tuh orang udah dibayarin biaya rumah sakit di kasih ganti. Eh malah mulai lagi. Kesel banget sumpah." Salah satu teman mereka berjalan menuju meja tempat mereka nongkrong sambil membanting gelas berisi air es. Bahkan air dari gelas itu keluar mengenai muka yang lain.



"Eh ya selow jugalah, kena muka gua nih. Iya sih, gua denger denger nih ya dari anak-anak yang lain, Chan itu kerjasama sama orang tuanya buat meres Lucas sama papanya. Gak gila apa lagi coba?"



"Dih serius lu. Kalau bener palingan nanti gua liat di depan rumah gua nyokapnya si Chan pulang belanja foya-foya."



"Hahaha... Kayak penggosip gitu lu tau semua, Fan. Tapi kok lu gak ada kabarin kita kalau Chan itu udah pulang dari rumah sakit. Katanya rumah Chan ada didepan rumah lu." Sahut yang lainnya.



"Memang dua hari kemaren rumah dia tuh gelap. Ya mana gua tau kalau Chan bakalan ngadu ke ortunya apalagi sampe Lucas sasarannya."



Angel hanya diam mengamati dan mendengarkan mereka mengobrol. Ia menyimak sambil sesekali memakan cemilan yang ada ditangannya.

__ADS_1



"Gua tuh masih bener bener kesel banget sama Chan. Rasanya bener bener pengen gue.. Eh!" Wajah salah satu temannya memang tampak kesal sambil mengangkat tangan kanannya seakan ingin menonjok.



"Ayok lah guys, kita bales dendam. *Aing* pengen tuh Chan babak belur." Temannya yang awal tadi membuka pembicaraan tentang Chan mengajak Genknya berkelahi dengan Chan.



"Eh gila ya, Lo. Gak ada gak ada! Gue gak mau ya kalian kena masalah. Udahlah ditunda dulu bales dendamnya. Gak mikir bentar lagi tuh mau ujian!" Potong Angel sedikit *ngengas*.



"Kita juga gak akan biarin Lo tuh ikut. Gak perlu takutlah."



"Eh genks. Angel tuh bener bentar lagi mau ujian. Ditahan dulu. Emang kalian mau gak ikut ujian terus gak lulus karena bales dendam ini. Kalau mau bales dendam nanti aja." Bela Mark dengan santai.



"Terus kita cuma bakalan biarin dia gitu aja?"



"Iya untuk sekarang kita biarin aja dia dulu. Nanti baru kita hajar dia. Gimana, Njel Lo ikut gak nanti?" Lanjut Mark dan beralih bertanya pada Angel.



"Kalau selesai ujian mungkin gue bakalan ikut. Sebenernya gue juga gak sabar."



"Wah Angel sekarang jadi berandal. Tapi gitu-gitu si Chan kan juga mantan Lo." Seru temannya yang berada tepat disampingnya.



"Mantan? Dia mantan gue aja gak gue anggep. Gue merasa stress kenapa bisa-bisa gue pacaran sama dia dulu. Kembaran monyet gitu." Celetuknya sambil tertawa mengejek



"Yooooo! SAVAGE!" Sorak sorai teman-temannya disertai tawa di sekitar kantin. Suara mereka sengaja dikeraskan karena kebetulan Chan lewat di dekat mereka bersama genknya juga. Bahkan bisa dibilang saat Angel mencercanya, ia dapat mendengarnya.



Reaksi Chan yang terlihat hanya menatap tajam kearah mereka dengan ujung telinga yang memerah.



"Kenapa mata lu, hah? Matanya gede banget kayak monyet! Hahaha!" Teriak teman Angel yang berada tempat yang sama dengannya mengejek Chan secara langsung terlebih disambut dengan tawa yang lainnya.



Angel hanya menyeringai mendengar kata-kata itu. Chan hanya bisa menahan emosi di depan orang ramai apalagi mereka sekarang berada di sekitar kantin.


__ADS_1


Tanpa sadar Angel dan Chan berkontak mata. Angel hanya menatap Chan diam dengan ekspresi datar, lalu menaikan kedua alisnya sambil menarik simpul di pipinya.


__ADS_2