I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 22 Hatiku Cukup Rapuh


__ADS_3

Angel yang termenung melihat kehangatan yang ada di depannya, mengangguk memaklumi.


"Oh gak papa kok tante. Bagus dong suasananya harmonis." Angel tersenyum dihadapan mereka berdua.


"Ngomong-ngomong soal harmonis nih. Kamu semalem kabur dari kantor Om Jeff kenapa, kok ngehindar sama papa sendiri sih." Tanya Lucas dengan mulut yang mengunyah.


"Hus. Lucas. Ngomongnya kok sembarangan, kalau makan tuh juga jangan sambil ngomong." Tegur Tante Mila menatap Lucas tajam.


Angel yang tadi ingin menyuapkan makanan ke mulutnya menjadi menaruh kembali sendoknya ke piring.


"Masalah itu tentang papa lagi deket sama wanita lain. Eh.. Angel ngerasa gak suka aja." Kata Angel menjelaskan.


"Kamu gak mau punya ibu tiri?" Tanya Tante Mila dengan hati-hati.


"Bisa dibilang gitu tante. Angel belum mau terima pengganti mama."


"Tentang ibu tiri. Tante ada di posisi itu loh. Dan gak semua ibu tiri itu sejahat yang di film-film kok."


Angel menunjukkan raut muka tidak mengerti pada Tante Mila.


"Tante itu ibu tiri. Walaupun ibu tiri tante gak kepikiran merebut posisi istri pertama di hati Om Hendry. Dan pasti mama kamu punya ruang istimewa di hati papa kamu."


"Iya, Njel. Mama sebenarnya istri kedua. Mami tiri aku itu udah meninggal. Aku punya satu adik tiri dan satu abang tiri. Kami sekeluarga punya masa lalu yang rumit. Mama dulu dijual sedangkan di saat yang sama papa juga dijebak dan akhirnya mereka bertemu. Sebenernya bisa dibilang aku anak ini haram. Dan beberapa tahun kemudian mami tiri lagi mengandung dia terlibat kecelakaan yang buat dia koma untung saat dia koma dia masih bisa mempertahankan anak yang ia kandung. Saat adik tiri melahirkan mama yang ngurus, mama tiri meninggalkan karena gak ada peluang untuk sadar dan itupun ia hidup karena bantuan alat. Mama ngurus adik tiri dari bayi dan saat itu kira-kira aku umur tiga tahun."


Angel mendengar cerita Tante Mila di masa lalu tanpa respon. Setelah cerita itu selesai Angel meminta izin untuk kembali ke kamarnya.


"Angel izin ke kamar dulu ya tante. Mendadak kepala makin kerasa berat, Angel juga udah kenyang kok."


"Yaudah kamu istirahat aja dulu."


Angel beranjak dari meja makan menuju ke kamarnya.


"Lucas salah ya ma?" Tanyanya berbisik karena merasa bersalah setelah Angel pergi meninggalkan meja makan.


"Ya salah lah. Kenapa kamu cerita gitu, Angel itu belum siap. Kamu sih cerita yang berat kayak gitu." Omel Tante Mila dengan suara yang pelan pula.


"Jadi, gimana dong ma?"


"Urus aja sendiri, mama gak mau ikut campur. Udah cepet habisin sarapannya, habis itu kamu cuci piring, gantian. Gak ada penolakan." Tante Mila juga beranjak dari meja makan menuju dapur sambil membawa piring kotor.

__ADS_1


Didalam hati Lucas ia merasa bersalah telah menceritakan kehidupannya kepada Angel. Walaupun terlihat baik-baik saja bagi dirinya dan keluarganya, mungkin itu berbanding terbalik untuk Angel.


Ia menghabiskan sisa nasi yang ada di piring dan membereskan seluruh piring dan gelas kotor di meja. lucas pun segera membawa piring gelas kotor ke dapur.


Didalam kamar Angel duduk dengan menempelkan kedua lutut diatas kasur. Terkadang ia memendamkan wajahkan di lutut dan terkadang menatap langit-langit sambil merenungi dirinya sendiri.


Ia berpikir apa ia sudah egois terhadap papa karena sudah menolak siapa pun untuk mendampingi papa lagi.


Dan di sisi lain Angel merasa sudah selalu menuruti semua keinginan papa dan merasa papa lah yang egois terhadapnya.


Angel terkadang merasa tidak sanggup menanggung beban batin tersebut. Air matanya pun tiba-tiba jatuh bersama keputusasaan.


Namun, dengan cepat ia menyadari dan menghapus cepat air mata yang terbuang sia-sia.


Untuk saat ini hanya bisa mengatur napasnya agar ia tenang seperti semula.


*****


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk oleh Tante Mila. Angel yang tadinya sedang melamun kembali tersadar dan segera membuka pintu.


"Ada apa, tante?" Tanya Angel yang mengeluarkan kepalanya dengan tangan menahan pintu yang terbuka setengah.


"Gak papa kok tante Angel di sini aja sendiri."


"Yaudah tante pergi dulu ya."


"Iya tante hati-hati dijalan."


Saat Tante Mila sudah didepan pintu keluar, ia berbalik seperti mengingat sesuatu yang sempat ia lupakan.


"Oh iya. Lucas bilang sama tante tadi, kamu disuruh siap-siap mungkin dia ngajak jalan-jalan. Yaudah tante pergi dulu ya dadah." Tante langsung keluar apartemen.


Angel belum sempat bertanya, tetapi Tante Mila sudah keluar dari apartemen duluan.


Siap-siap? Baju aja gak punya.


Angel mengabaikan apa yang Tante bicarakan padanya. Ia berpikir itu hanya untuk menggodanya.

__ADS_1


Suara pintu terbuka. Angel yang tadinya sedang berbaring di sofa langsung terduduk dan melihat siapa yang datang.


"Loh kamu kok masih berantakan gini sih? Mama emang gak bilang kalau aku bakalan jemput kamu?"


"Aku kira cuma becanda." Angel menoleh ke arah Lucas dengan jawaban enteng.


"Becanda? Yaudah sana-sana mandi habis itu pakai baju bagus." Lucas berkacak pinggang menyuruhnya mandi.


"Aku mana ada baju. Ini aja baju mama kamu." Angel memegang bajunya menunjukan kepada Lucas.


"Yaudah bentar."


Lucas pergi ke kamar yang di pakai Angel dan kembali dengan dua lipatan pakaian di tangannya. Ia memberikan kepada Angel.


"Ini kemeja kamu? Celananya juga? Ini semua kebesaran." Angel membuka lipatan pakaian itu dan merentang kedua pakaian itu dihadapannya.


"Aku gak berani buka-buka koper mama. Takut di marahin. Sementara pake itu dulu deh. Nanti kita beli. Udah sana cepet mandi. Gak pake lama."


"Ih iya iyaa."


Angel kesal dengan Lucas yang suka memerintah ia menuju kamar mandi dengan kaki yang sengaja yang dihentak-hentakkan, setelah beberapa menit ia keluar kamar mandi dengan rambut basah. Ia terlihat lucu dengan pakaian yang kebesaran.


Lucas tertawa melihat Angel, lalu berbalik memandangi televisi sambil memukul mulut.


Sebenarnya Angel malas untuk pergi, tetapi ia butuh pakaian baru untuk ia pakai untuk kembali ke rumah.


"Sini cepet. Aku bantu keringin rambutnya." Lucas menyuruh Angel duduk dengan tangan yang memegang hairdryer.


"Genit. Aku bisa sendiri." Angel merebut hairdryer dari tangan Lucas.


"Yaudah terserah." Lucas menghela nafas pelan sabar.


Betapa terkejutnya Angel melihat mobil yang di bawa Lucas tidak seperti biasanya. Mobilnya adalah sport dengan atap terbuka.


"Serius kita pake mobil ini?"


"Ya serius. Emang kenapa? Gak suka?"


"Enggak. Udah lupain aja."

__ADS_1


Angel membuka pintu mobil dan langsung duduk di kursi depan tanpa aba-aba, seperti biasanya.


Diperjalanan Angel tidak banyak bicara. Ia lebih menikmati angin yang berhembus kencang itu.


__ADS_2