I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 39 Kesenangan


__ADS_3

"Njel!" Sapa Mark yang duduk di depan mobil sambil melambaikan tangan.


Angel yang baru saja berjalan menuju kelas menoleh ke arah Mark sebentar dan kembali melihat ke depan.


"Ayolah, Njel. Yang kemaren kan cuma salah paham doang masa masih marahan sama gue sih. Baperan Lo."


"Eh semangka. Lo kali yang baperan, kayak baru pertama kali aja gue gituin. Sok banget Lo nyimpulin kalau gue masih marahan sama Lo. Lo nya juga gak penting banget di hidup gue."


"Berarti gak marah sama gue kan atau Kyra lagi kan?"


"Gak."


"Thank you so much, Angel. You look so pretty now." Mark bertingkah sok imut karena Angel yang tidak marah lagi kepadanya.


"Sumpah Lo pagi-pagi bikin gue jijik, udah deh sana jauh-jauh dari gue." Angel berjalan cepat meninggalkan Mark karena tingkahnya sok imut dan membuatnya jijik.


Mark yang melihat Angel yang berusaha meninggalkannya menghentikan langkahnya dan menyadari betapa menjijikkannya kelakuannya tadi.


****


Angel celingak-celinguk di halte sekolah dan mendapati Mia yang melambaikan tangan memberi tau keberadaannya.


Belum juga Angel menghampiri Mia mobil jemputan sudah datang, ia dan Mia langsung berjalan menuju mobil untuk pulang.


"Berarti kamu tau aku dong pas kejadian itu?"


"Enggak kak, Mia gak tau. Kalau Mia tau untuk pas itu tanya nama kakak."


"Bener juga sih."


Mobil sudah memasuki halaman rumah, saat mereka turun BI Murni sedang berada di teras rumah sedang membenahi tanaman.


"Mia kok pulang bareng nona?" Bi Murni kaget ketika Mia datang dan mencium tangan.


"Angel yang nyuruh, Bi. Gak papa biar sekalian."


Setelah Mia mencium tangan ibunya, ia pamit pulang ke rumahnya.


"Lah kok pulang. Gak main sini dulu."


"Enggak dulu deh kak. Mia mau ngerjain tugas sekalian beres-beres rumah."


"Oh gitu. Tunggu aku pesenin ojek online." Angel mengeluarkan handphone-nya untuk memesan ojol untuk Mia.

__ADS_1


Ojol yang dipesan Angel datang dan menunggu di depan halamannya. Mia langsung berpamitan kepada ibunya dan juga Angel.


Setelah Mia pergi, Angel masuk kedalam rumah berganti pakaian dan makan.


Saat ia makan di temani Bi Murni yang sibuk memasak cemilan untuknya, Angel terpikirkan untuk mengajak Bi Murni dan Mia tinggal di rumahnya.


"Bi, kenapa gak tinggal disini aja sih. Jadi tuh bibi gak perlu pulang balik lagi."


"Ah gak perlu lah nona. Bibi gak mau ngerepotin."


"Gak ngerepotin kok kan Angel yang minta. Yaudah biar Angel bilang sama papa nanti."


"Udahlah nona. Bibi gak perlu. Jarak rumah nona sama kontrakan bibi juga gak jauh banget loh."


"Gak peduli. Pokoknya nanti Angel bilang sama papa kalau Bi Murni sama Mia tinggal disini aja." Angel berjalan meninggalkan ruang makan di dekat dapur setelah nasi dj piringnya tidak ada yang tersisa.


Bi Murni hanya menggeleng kepala sambil tersenyum dan mengambil piring kotornya yang masih berada di meja makan.


Padahal ia sebenarnya males banget harus ngomong sama papa nanti, tapi omongannya itu tiba-tiba terucap tanpa terpikirkan.


Ia mendecak kesal mengingat perkataannya tadi.


Angel memikirkan beberapa cara untuk meminta papa agar Bi Murni dan Mia tinggal di rumahnya.


Pertama ia memikirkan menggunakan kertas yang ditulis kata-kata dengan tulisan tangan.


Kedua ia menggunakan pak Sam sebagai pelantara.


"Pak Sam? Yang disuruh entar beda sama yang dikasih tau sama papa. Enggak jadi."


Ketiga pake SMS atau via chat.


"Palingan SMS sama chat gak di baca atau cuma diread doang apalagi yang nge-chat itu aku. Yang ada langsung di telepon. Ya sama aja. Oke fix rencana gagal."


Ujung-ujungnya Angel terpaksa berbicara langsung dengan papa agar semua informasi yang ia beri tau langsung jelas tersampaikan tanpa cara ribet yang lain.


Pukul 8 malam suara mobil memasuki halaman rumah, Angel mengintip dari jendela kamarnya yang ada di lantai dua.


Memang mobil milik papa, ia keluar kamar menuju lantai satu di ruang keluarga seakan menonton TV. Biasanya setelah papa berganti pakaian ia akan ikut bergabung menonton TV.


Dugaannya benar, papa yang baru saja keluar dari kamar dan mengganti baju langsung ikut duduk di sofa ruang keluarga.


"Tumben kamu jam segini nonton TV." Tanya papa sambil duduk di sofa.

__ADS_1


Angel menoleh sebentar dan melihat tv kembali.


"Gak ada."


"Pa, suruh bibi sama Mia tinggal di sini aja. Rumah kita juga luas, masih ada kamar yang bisa di pake bibi sama Mia." Ujar Angel yang ogah-ogahan membuka mulut.


"Kamu mau bibi sama Mia tinggal disini? Yaudah kamu suruh aja."


"Papa dong yang nyuruh bibi mana mau percaya sama aku. Harus papa sebagai tuan rumah."


"Yaudah besok pagi papa bilang ke bibi."


"Oke." Angel langsung berdiri dari sofa dan beranjak pergi setelah permintaannya sudah ia sampaikan dan dipenuhi oleh papa.


"Ternyata cuma ada maunya." Gumam papa setelah Angel pergi meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya.


Angel masuk ke kamar dan mengunci pintu kamar. Ia duduk di kasurnya memikirkan rencana kedepannya.


Ia kepikiran akan membuat SIM C agar bisa mengendarai mobil. Angel sebenarnya sudah bisa mengendarai mobil sendiri sejak lama, namun karena belum membuat surat izin mengemudi ia tidak berani membawa mobil sendiri ke jalanan.


Pada ulangtahunnya yang lalu selain papa memberi kado peninggalan mama, papa Jeff juga menyiapkan hadiah mobil untuknya. Tapi mobil tersebut masih di deller mobil walaupun sudah dibayar karena saat itu ia belum ingin mengendarai mobil sendiri.


Angel keluar kamar lagi, namun tidak berjalan menuju lantai satu melainkan berbicara dengan papanya dari lantai dua.


"Pa! Mobil yang kemaren bawa ke rumah aja." Angel berbicara sedikit keras dari lantai dua kepada papa.


Papa Jeff langsung menoleh mendengar seruan Angel.


"Mobilnya mau kamu pake?"


"Iya, rencana mau bikin SIM besok."


"Iya-iya. Besok mobilnya pasti dateng."


"Oke." Angel langsung berpaling dan masuk kembali ke kamarnya.


"Ada-ada aja. Baguslah tapi setidaknya bisa sedikit demi sedikit deket lagi."


Angel terlihat senang cukup banyak permintaan hari ini sudah dikabulkan. Mungkin kita tunggu besok kesenangan apa lagi yang akan datang.


Pagi harinya sarapan sudah disiapkan di meja makan. Papa sedang membaca artikel berita dari tab-nya di meja makan dan erlihat sudah menghabiskan sarapannya. Sedangkan Angel baru bergabung dan menyantap sarapan yang sudah ada di depannya.


"Gimana? Bibi kapan pindah?" Tanya Angel saat bibi membawakan secangkir teh hangat.

__ADS_1


"Rencananya nanti siang. Permintaan nona emang susah ya di tolak."


"Namanya juga nona. Emang harusnya gitu." Jawab Angel sambil tersenyum kepada bibi.


__ADS_2