
–Di Karaoke Star
"Mbak itu bajunya kenapa?" Tanya salah satu karyawan yang sedang duduk dan melihat sesuatu yang menempel di baju Risty saat ia berdiri hendak menyanyi.
Mendengar hal itu, Risty langsung memeriksa bajunya. Dan tidak menemukan apapun.
"Yang mana, Rin. Di baju saya gak ada apa-apa kok."
Pak Jeffry langsung berdiri yang menyadari baju Risty da permen menempel dan mengambil bekas permen itu dengan tisu.
"Ciee, Pak Jeff perhatian." Seru karyawan yang melihat perhatian pak Jeffry kepada Risty.
"Ih siapa sih yang iseng buang permen sembarangan. Aduh kan jadi ada bekas nodanya." Keluhnya dengan wajah cemberut.
"Yaudah kita beli baju baru aja kalau kamu gak nyaman." Pak Jeffry menghibur Risty dan mengajaknya membeli baju baru di mall.
Risty hanya mengangguk tanda setuju.
Peta pegawai hanya saling menatap satu sama lain melihat kemesraan mereka.
****
Angel memesan taksi online untuk mengantarnya pulang.
Tidak perlu menunggu terlalu lama, taksi yang sudah ia pesan sudah datang.
Di dalam mobil Angel berpikir pasti papa harus mengantar Tante Risty, kalau ia pulang sekarang kemungkinan ia pulang duluan sebelum papa. Jadi, Angel memutuskan untuk membeli beberapa makanan dipinggir jalan yang masih buka.
Bahkan ia sering meminta sopir untuk menepi sebentar untuk membeli makanan.
Walaupun sedikit sungkan, Angel juga membelikan makanan untuk pak sopir yang sempat ia repotkan.
"Pak kita ngopi di situ dulu yuk."
"Gak papa nih, mbak nanti dimarahin orang tua loh."
"Gak papa kok, pak. Saya memang sengaja pulang agak telat. Kita ngopi sebentar aja pak saya yang traktir."
"Yaudah kalau itu mau mbaknya."
Mobil menepi di salah satu warung kopi. Angel dan pak sopir seperti sudah akrab, ia memesan dua cangkir kopi dan sepiring gorengan.
Adakalanya mereka ngobrol ngobrol santai, saat melihat jam di HP-nya sudah hampir setengah 12 Angel kembali mengajak pak sopir untuk mengantarnya sampai rumah.
"Mbak, lagi marahan ya sama orang tuanya?"
__ADS_1
Angel yang tadinya sedang bermain hp langsung menatap ke depan dan hanya diam saja.
"Kalau orang tua buat salah, buka hatinya sedikit-sedikit mbak. Namanya juga manusia orang tua juga pasti buat salah." Katanya menasihati.
Angel hanya tersenyum.
"Iya, pak. Semoga kedepannya say bisa maafin."
Akhirnya Angel sampai di rumahnya. Ia mengecek di halaman rumahnya terparkir mobil yang tadi di kendarai papa. Angel membayar ongkos lalu keluar.
Ia membawa barang-barang dari mall dan makanan pinggir jalan yang ia beli.
Angel masuk kedalam rumah tanpa bersalah dan benar saja papa duduk di sofa ruang keluarga menunggu, Angel melihat sekilas dan berjalan melewati pura-pura seakan tidak melihat papa.
Ia lanjut naik ke lantai dua tanpa menyapa papa.
"Angel kamu tau kan sekarang jam berapa?" Tegur papa.
Angel terus berjalan menaiki tangga.
"Angel! Kamu denger papa gak sih. Kamu kok makin lama makin gak pernah dengerin papa! Angel!"
Angel menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah papa.
"Iya aku denger. Salahin diri papa aja sendiri yang buat aku berubah."
Papa naik pitam, ia berdiri dari sofa dan memarahi Angel.
"Pokonya hari-hari kedepan kamu gak boleh lagi pergi malem lagi!" Sergah papa keras yang membuat Angel tersentak.
"Oh ya? Terus papa dari mana tadi? Bukannya dari mall juga kan. Dari karaoke juga kan. Kayaknya seneng ya buang-buang waktu di karaoke bareng pacarnya! Papa juga pulang jam 11 juga kan. Kalau papa bisa kenapa aku gak?? Dan Aku Gak Peduli sama Papa." Dalih Angel melawan papa yang menatap tajam kepadanya.
Ia benar-benar tidak peduli papa yang marah kepadanya. Dan meninggalkan begitu saja.
Sampai di kamarnya, Angel langsung berganti baju dan membereskan belanjaannya. Karena ada papa di bawah makanan yang ia beli tadi ia masukkan ke kulkas kecil di kamarnya walaupun sudah tidak muat ia memasukkan paksa makanan ke kulkas.
Setelah itu ia berbaring di kasur. Matanya belum terasa ngantuk, ia berpikir kalau seminggu ini ia belum ada menangis karena papa. Apa dirinya sudah sedikit tegar. Angel membenarkan posisi badannya di kasur dan bersiap tidur walaupun tidak kantuk lebih baik tidur dari pada memikirkan masalah yang tidak jelas.
Pagi-pagi Angel sudah siap-siap berangkat sekolah. Di meja makan ternyata ada papa yang sedang sarapan, Angel berjalan ke dapur melewati papa berniat untuk minum teh hangat. Setelah itu ia bersiap berangkat ke sekolah setelah berpamitan kepada Bi Murni.
"Njel, kamu gak sarapan nak?"
Angel hanya diam saja dan terus berjalan acuh tak acuh. Papa hanya menatap diam Angel yang berjalan menjauh dari meja makan.
Saat Angel membuka pintu rumah, ia mendapati adik kelasnya yang sempat ia tolong berada di depan rumahnya seakan ingin mengetuk.
__ADS_1
"Loh kamu, duh siapa namanya?" Ujar Angel sambil mengingat kembali nama adik kelasnya.
"Mia, kak."
"Oh iya Mia. Sorry lupa. Ada apa pagi-pagi ke rumah aku? Kok bisa tau?"
"Aku mau ketemu ibu, kak."
"Ibu? Siapa ibu kamu? Kok carinya disini." Angel semakin bingung mendengar pernyataan Mia yang ingin bertemu dengan ibunya.
"Ibu aku namanya murni kan. Kan pembantu disini." Kata Mia menjelaskan.
"Loh kamu toh anaknya Bi Murni. Pantes kok familiar."
Mia hanya tersenyum malu.
"Yaudah masuk aja kalau mau ketemu BI Murni." Angel mempersilakan Mia masuk ke dalam rumahnya.
Angel memakai sepatunya dan bersiap berangkat, ketika ia sudah selesai memakai sepatu Mia keluar dari rumahnya.
"Kamu ke sekolah sama siapa?"
"Naik ojek kak."
"Oh gitu kalau gitu sekalian bareng aku aja naik mobil." Ajak Angel sambil berjalan ke mobil.
"Gak perlu kak. Saya naik ojek aja." Tolak Mia dengan sopan.
"Udahlah gak usah nolak. Kita kan satu sekolah. Di dalem mobil juga luas. Pokoknya aku gak terima penolakan." Angel langsung membuka pintu mobil dan duduk di ujung kanan membiarkan pintu mobil terbuka agar Mia langsung masuk.
Mia yang terlihat bingung akhirnya ikut masuk ke dalam mobil karena permintaan Angel.
Didalam mobil Mia hanya diam saja, Angel melirik ke arah Mia.
"Gak usah awkward gitu deh. Emang aku makan orang."
"Menurut saya sih nona emang makan orang." Sahut pak Sam sambil mengemudi.
"Mana ada Angel kayak gitu. Emang pak Sam pernah Angel makan." Angel melihat ke arah depan setelah pak Sam tiba-tiba menyahutinya.
Mia menunduk sambil tersenyum.
"Jadi intinya gak perlu takut sama aku."
"Iya kak." Jawab Mia mengangguk dan menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Nanti pulang ikut aku aja ya. Gak usah naik ojek. Bareng sama aku aja. Awas aja kalau di halte sekolah kamu gak ada." Ancam Angel tidak serius.
Mia hanya menanggapi dengan senyuman dan anggukkan kepala.