I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 24 Mohon Peka, Pa!


__ADS_3

Lucas mutar leher dan berbalik arah mengambil barang setengah barang bawaan dengan mendengus.


"Udah dibantuin nih. Udah ayok."


Mereka sekarang berada di depan toko minuman. Dan kondisi toko itu memiliki banyak pembeli yang mengantri.


Tidak jauh dari toko, ada tempat duduk untuk beristirahat.


"Kamu tunggu sini ya. Biar aku yang beli." Lucas meletakkan barangnya di samping Angel.


"Oke."


Angel duduk di kursi sambil memeluk boneka besar dan beberapa barang yang mengelilinginya. Tidak sedikit pula orang meliriknya, namun sudah dasarnya Angel tidak merasa malu dan tidak merasa bahwa dirinya memalukan.


"Nih." Lucas menyodorkan minuman kepada Angel setelah sekian lama menunggu.


"Lama banget sih. Minuman apa lagi nih. Gak mau ah. Gak enak." Angel mendorong kembali minuman itu menjauh dari ketika melihat isi minuman itu aneh.


"Gak enak dari mana, diminum aja belum." Lucas terlihat kesal ketika minuman yang ia berika di tolak tanpa alasan.


Ia segera menusuk minuman itu dengan sedotan dan memberikannya kembali ke Angel.


"Coba dulu. Ini tuh enak."


Angel menyedot minuman itu dengan enggan, tetapi setelah minuman itu masuk ke mulutnya ia tidak henti-hentinya menyedot minuman itu.


"Gimana enak kan."


"Lumayan. Tapi masih laper." Kata Angel malu-malu.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Lucas.


"Kebab kayaknya enak deh."


"Oke aku beliin."


Saat Lucas membalik badan, Angel berdiri dari tempat duduknya.


"Aku nunggu di mobil ya. Barang-barang ini nyusahin banget."


"Yaudah terserah kamu aja." Jawab Lucas sambil menoleh.


"Ehm beliin aku minuman itu lagi ya." Angel meminta tetapi matanya bergerak kemana-mana.


"Hahaha. Ternyata kamu suka juga. Iya nanti aku beliin lagi. Aku beli kebab dulu."


"Oke."


Angel berjalan sambil menenteng kantong plastik besar di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang boneka besar.


"Ah. Akhirnya sampe juga." Angel meletakan boneka-boneka itu di mobil belakang bersama baju-baju yang dibeli oleh Lucas tadi.


Ia duduk bersantai di kursi depan bermain ponselnya sambil meminum minumannya.

__ADS_1


Suara langkah sepatu terdengar mendekatinya, namun Angel tidak peduli dan tidak merasa terganggu.


"Eh Angel. Mobil sport siapa nih. Setau aku kamu gak punya mobil sport kayak gini. Jangan-jangan kamu godain cowok kaya atau suami orang? Aduh, Njel kamu orang kaya gak mungkin serendah itu kan." Tiffany menghampiri Angel dengan beberapa tas kertas hasil belanjaannya. Tas kertas itu menandai bahwa ia sudah membeli barang-barang mahal.


Byur!


Air itu di siramkan dengan sengaja dan membuat muka dan baju Tiffany setengah basah.


"Woy!"


Suara yang tidak asing itu membuatnya memasang muka jengkel.


Bukan hanya suara dan mukanya, tetapi perkataannya yang terdengar blak-blakan ah bukan asal-asalan itu cukup membuat seseorang ingin melakukan sesuatu agar mulut dan lidahnya bisa di kontrol.


Angel menutup kembali botol air mineral yang isinya tinggal setengah.


"Udah selesai? Woww mulutnya lancar banget, ya. Dikasih asupan apa? Daging? Atau tulang? Heh!" Angel mengalihkan pandangannya sinis.


"Ngatain kita anjing gitu. Berani banget lo." Teman-teman Tiffany terlihat nyolot.


"Kalau menurut kalian gitu gak papa sih. Berarti kesadaran kalian masih di otak. Hahahaaa." Ia mengetuk pelipisnya mempraktekkan kepalanya tidak kosong.


Tiffany membanting barang yang ada di genggamannya dan berjalan menuju Angel sambil memegang baju Angel kasar. Ia merasa marah karena akhir-akhir ini selalu di permalukan oleh Angel.


Angel memegang tangan Tiffany yang sudah mendarat di bajunya. Ia melihat arahnya tidak senang karena Tiffanylah yang memulai masalah duluan dan sekarang menyentuh bajunya tanpa seizinnya. Pada faktanya Angel memang tidak suka di sentuh oleh orang lain.


"Gak usah pegang-pegang." Angel menepis tangan Tiffany kasar.


"Hoh? Masa sih? Makasih ajakannya sayangnya aku gak tertarik. Udah pergi sana. Ganggu."


Tangan Tiffany mengepal kuat karena merasa geram dan ingin melayangkan itu ke kepala Angel, untung Lucas datang tepat waktu dan langsung mencegat kepala tangan Tiffany mengenai Angel.


"Tiffany? Ngapain?"


Melihat Lucas tepat ada disampingnya memergokinya, cepat-cepat Tiffany menurunkan tangannya dengan mulut yang tidak dapat menjawab pertanyaannya itu.


Angel mendengar itu langsung menoleh ke arahnya. Dan melepaskan earphonenya.


"Mana kebab aku? Sekalian minumannya." Angel bertanya kepada Lucas tanpa peduli Tiffany dan yang lainnya.


Lucas langsung memberikan pesanan Angel.


"Jadi kalian berdua jalan bareng?"


"Iya. Kamu kenapa basah gitu?"


"Lucas ajarin tuh temen kamu. Aku di siram sama dia gara-gara aku mampir bentar nanyak-nanyak kok malah di siram gini."


Lucas melirik Angel dan Angel hanya membuang mukanya.


"Aduh kalian bisa akur gak sih. Yaudah bentar." Lucas mengambil tas kantong baju milik Angel yang baru saja mereka beli.


Lucas memberikan baju itu kepada Tiffany tanpa tau masalah mereka dengan jelas dan setelah itu pamit kepada mereka untuk pulang.

__ADS_1


Angel terlihat diam dan fokus ke makananannya.


"Njel."


"Hmm."


"Kamu kenapa sih kayak gitu. Emang perlu ya sampe segitunya? Emosi kamu harusnya dikendaliin dong, gara-gara emosi kamu bisa....."


Angel meletakan makanannya kasar setelah mendengar ocehannya itu.


"Udahlah gak usah ikut campur. Kalau gak tau ya diem aja."


"Tapi, Njel-"


"Udah diem."


Lucas menjadi tidak berani membuka mulut kembali.


Lucas mengantarkan Angel pulang ke rumah karena besok sudah senin dan kembali bersekolah.


Angel turun dari mobil dan membawa tas kertas dan boneka-boneka dalam genggaman dan pelukannya.


"Bisa gak?" Tanya Lucas seakan ingin menawarkan bantuan.


"Bisa."


"Yaudah aku pulang dulu. Dah." Ujar Lucas.


Angel hanya membalas dengan lambaian tangan ringan tanpa berkata.


Terlihat pintu rumah terbuka menandakan adanya orang yang datang berkunjung. Didepan rumah terlihat Cio kucing peliharaan Angel sedang duduk menunggunya. Ia mendatangi Cio dan memanggilnya agar ikut masuk kedalam rumah karena saat ini tangannya tidak bisa menggendong Cio. Tanpa pikir panjang Angel masuk ke rumah yang masih sibuk dengan Cio. Dan tampak dua orang duduk di sofa ruang tamu sambil mengobrol santai. Orang itu adalah papa dan Tante Risty.


Papa yang melihat kedatangan Angel langsung berdiri dan menghampirinya.


"Angel kamu kemana aja, nak?" Papa memegang kedua pundak Angel sambil memastikan keadaannya.


Angel melirik Tante Risty sebentar lalu beralih ke papa.


"Dari tempat Lucas. Angel ke kamar dulu." Angel berjalan menuju kamar tanpa berusaha melepaskan diri dari papa dan papa spontan melepaskan tangannya dari pundak Angel.


Angel berjalan menuju kamar dengan diikuti oleh Cio dari belakang. Ia duduk di pinggir kasur setelah mencampakkan barang bawaannya di dekat lemari.


Ia menghela napas dan menunduk ke arah Cio dengan tatapan kosong. Cio hanya duduk tepat di kaki Angel.


Angel tersentak setelah mendengar ketukan dari luar, lamunannya seketika buyar.


"Nona, bapak nyuruh ke bawah."


"Iya, bi. Bentar lagi Angel nyusul." Sahut Angel dari balik pintu.


Ia mengganti bajunya dengan pakaian biasa dan berjalan turun ke lantai bawah.


"Ada apa, pa?" Angel bertanya pada papa setelah menapakkan kakinya ke anak tangga terakhir.

__ADS_1


__ADS_2