I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 37 Bosen?!


__ADS_3

"Mau kemana, neng?"


"Ke mall yang ada deket sini ya, pak."


"Oke, neng."


Baju yang dipakai Angel setengah basah dan membuat kulitnya lengket karena minuman manis.


Jam masih menunjukkan pukul 5 sore, Angel yang tidak ingin langsung pulang ke rumah tetapi ingin menghabiskan waktu lebih banyak di mall sekalian mengganti bajunya yang lengket dan memperbaiki suasana hatinya yang sejak tadi sudah buruk karen masalah yang datang silih berganti.


Katanya mall bisa jadi tempat untuk melupakan hal-hal buruk yang sudah terjadi dan tempat yang membuat kita lupa waktu.


Taksi sudah berada di depan mall, Angel keluar setelah membayar ongkos taksi.


Sebelumnya Angel pergi ke ATM untuk mengambil uang, ia memang tidak difasilitasi oleh papa kartu kredit. Sebenernya karena ia tidak mau dan beralasan kartu kredit membuatnya boros. Tetapi papa tetap memberi uang bulanan untuk Angel di rekeningnya sendiri.


Karena tipe orang yang jarang berbelanja uang di rekening lebih sering selalu bertambah daripada berkurang. Dan hari ini adalah hari dimana ia akan lebih banyak memakai uangnya untuk bersenang-senang.


Tempat pertama yang akan ia kunjungi pasti toko pakaian. Angel yang biasanya tidak suka menghabiskan waktu di satu tempat, memutuskan untuk singgah lebih lama di toko pakaian memilih banyak barang di toko tersebut. Namun baru satu jam ia sudah bosan dan berakhir dengan dua tas kertas berisi benda-benda dari toko itu.


Karena lapar Angel berangkat ke toko yang menjual makanan, sekarang ia lebih memilih membeli makanan ringan agar tidak makan dengan satu menu.


Ia menetap sebentar di satu toko dan berjalan lagi ke satu toko lainnya untuk makan.


Angel mengeluh karena entah di depan atau samping kanan dan kiri pasti ada saja pasangan kekasih yang bermesraan di depannya.


"Cik, ganggu pemandangan." Gumam Angel berdecak sambil mengunyah makanannya.


Setelah kenyang Angel berencana pergi ke lantai tiga untuk bermain. Sebelumnya Angel membeli minuman yang sempat menjadi kesukaannya karena seseorang, milk tea boba.


Walaupun banyak toko di mall yang menjual minuman Boba, Angel tetap mencari toko yang sama seperti waktu itu.


Dan ternyata toko Boba yang sama, lumayan ramai dan ia harus mengantri.


"Anaknya Pak Jeffry tumben ya gak ikut, biasanya kalau Pak Rio ada buat acara untuk anak kantor pasti gak ketinggalan."

__ADS_1


"Kamu masa gak tau tentang pak Jeffry sama Risty."


"Mereka pacaran kan. Oh jangan jangan karena Angelnya gak setuju sama hubungan mereka."


Angel hanya menyimak pembicaraan dua wanita yang sedang mengantri ada tepat di belakangnya.


"Ternyata udah banyak yang tau." Katanya dalam hati.


Sekarang gilirannya untuk memesan. Tetapi pembicaraan mereka belum selesai sampai disitu.


"Menurut saya sih harusnya pak Jeffry ngertiin Angel sedikit lah soalnya kan putri satu-satunya."


"Tapi malah menurut saya wajar sih pak Jeffry pacaran karena udah hampir seumuran Angel pak Jeff gak punya pendamping."


Pesanannya sudah jadi dan Angel langsung pergi dari antrian. Dua wanita yang sempat menggosip dibelakang sempat tidak menyadari bahwa Angel lah yang berada didepan mereka. Mereka baru menyadari ketika Angel berjalan memutar antrian.


"Itu Angel ya?"


Mereka berdua menoleh lagi untuk memastikan dan ternyata memang Angel.


"Dia denger gak ya. Aduh gimana nih." Mereka berdua terlihat khawatir telah sempat menggosip tentang pak Jeffry dan Angel.


Saat ia berdiri diam di eskalator, di eskalator yang berlawanan arah ada sepasang kekasih yang kebetulan adalah karyawan papa yang ikut acara bersama di mall itu.


Mereka langsung mengenali Angel dan mengajaknya untuk mampir di acara karyawan perusahaan.


"Eh Angel, kok gak kelihatan dari tadi. Nanti mampir ya di tempat karaoke star dilantai 2."


Angel yang terlihat acuh tak acuh hanya menjawab:


"Gak perlu, makasih." Katanya sambil menoleh sedikit kebelakang sambil tersenyum tipis dan kembali menatap ke depan.


Sepasang kekasih itu tampak bingung terhadap Angel.


Setelah sampai di lantai tiga, Angel berjalan-jalan sebentar dan berhenti di dekat pagar pembatas di tengah mall. Karena konsep mall yang tengahnya bisa melihat lantai dasar maka dari itu setiap lantai di pasang pagar pembatas.

__ADS_1


Angel melihat kebawah dan hanya mendapati orang-orang yang sedang berbelanja dan berlalu lalang.


Tetapi ia fokus dua orang yang ada di lantai satu, walaupun terlihat kecil dan tidak jelas. Angel masih bisa mengenali papanya dan Tante Risty.


Kalau ada acara karyawan papa pasti akan ikut dan tidak lupa kekasihnya.


Angel merogoh saku celananya dan mengambil dua permen. Ia membuka plastik bungkus permen dan memakannya sedangkan permen yang satunya akan ia lempar ke lantai bawa, tepatnya ke Tante Risty.


Walaupun kelihatan mustahil, Angel tetap membuat posisi ancang-ancang agar lemparannya tepat mengenai Tante Risty.


Tapi sayang lemparannya sama sekali tidak mengenai Tante Risty sama sekali. Karena kehabisan permen, Angel akhirnya mengambil permen yang ada di mulutnya tadi dan berencana menjatuhkan tepat di baju Tante Risty bukan melemparkan seperti tadi.


Saat posisi tangan Angel dan posisi badan Tante Risty yang hampir satu garis. Angel langsung menjatuhkan permen bekas dan ternyata berhasil menempel di bajunya.


Bahkan Tante Risty tidak merasa ada yang salah dengan bajunya.


Angel tersenyum puas dan berharap saat di tempat karaoke nanti ada banyak orang menyadari keberadaan permen yang menempel di bajunya.


Setelah itu ia lanjut ke tempat bermain dan berencana menghabiskan waktu.


Tepat pukul 8 malam Angel memutuskan menyudahi bermain di tempat tersebut, ia sudah puas bermain selama hampir dua jam.


Karena kembali lapar Angel berjalan-jalan lagi mencari makanan.


Setelah mencari makanan ia lanjut lagi ke bioskop untuk menonton film. Dan ternyata film yang dijadwalkan hari ini hanya film bergenre romantis. Angel yang sudah muak dengan kelakuan sepasang kekasih yang sering bermesraan di depan umum menghindari film bergenre romantis karena yang pasti bakalan banyak pasangan kekasih yang menonton film tersebut sambil bermesraan.


Karena hanya dua film non genre romantis action dan horor. Angel memutuskan menonton film horor tetapi jadwal film horor jam 9 nanti. Yang berarti masih ada waktu satu jam sebelum film tersebut di mulai.


Angel berencana jalan-jalan sekitar mall dan membeli barang-barang sekedar untuk berfoya-foya.


Bahkan selama satu jam itu ia menenteng beberapa tas kertas yang berisi hasil jalan-jalan disekitar mall tadi.


Jam 9 Angel masuk ke dalam bioskop karena film akan segera dimulai.


Film berjalan selama 2 jam yang penuh dengan teriakan orang-orang yang ketakutan. Telinganya menjadi sakit mendengar teriakan orang-orang yang ada disekitar. Ia merasa salah memilih genre bukannya kaget karena hantu yang muncul tiba-tiba, ia malah kaget dengan teriakan melengking orang-orang.

__ADS_1


Setelah film selesai ternyata sudah jam 11 malam, karena sudah larut Angel memutuskan pulang dan juga karena keadaan mall yang semakin sepi.


Terlihat juga rombongan karyawan perusahaan papa juga sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Angel menunggu sebentar sampai papanya keluar dari mall duluan karena tidak ingin berpapasan dan bertemu.


__ADS_2